Aliansi masyarakat Papua akan demo tolak Freeport

Aliansi masyarakat Papua akan demo tolak Freeport

Jayapura, suarameepago.com – Koordinator Aliansi Masyarakat Papua Bela Papua Albert G. Wanimbo mengatakan, pihaknya akan melakukan konsolidasi bersama SPSI, buruh, mahasiswa, masyarakat, pemuda untuk menyerukan Tutup PT Freeport Indonesia.


“Sebab selama ini Freeport tidak lagi memikirkan nasib masyarakat asli setempat. Bahkan hak-hak orang Papua yang ada di wilayahnya. Komunikasi intens kami akan lakukan. Intinya kami meminta agar Freeport segera ditutup,” katanya kepada wartawan, selasa (7/3/2019).

Albert Wanimbo mengatakan, pihaknya  akan melakukan beberapa kegiatan di Provinsi Papua. Berkaitan dengan Devistasi saham PT Freeport Indonesia.
“Kami juga meminta Kejelasan saham provinsi dampak lingkungan hidup sejarah masuknya Freeport ketenanga kerjaan. Yang maksudnya tidak jelas sampai hari ini walau sudah ada surat dari gubernur provinsi Papua,” katanya.


Lanjut Albert Wanimbo, untuk melakukan demonstrasi di beberapa kota di Papua dan Freeport dan Jakarta. Amerika melakukan aksi di Amerika serikat.


“Dalam beberapa waktu kedepan ini kami sudah melakukan konsolidasi konsolidasi yang bersih lintas Pemuda lintas buru mental masyarakat Pemuda. karena kehadiran PT Freeport Indonesia tidak membawa dampak yang signifikan bagi masyarakat Papua,” katanya.


Albert mengatakan, pemerintah Republik Indonesia beranggapan mereka telah membeli 21 persen saham Freeport Indonesia. Tetapi apakah sepuluh persen untuk orang Papua dalam bentuk uang atau dalam bentuk apapun dan Belum jelas.


Selain itu persoalan lain dampak dari keberadaan PT. Freeport Indonesia membuat lingkungan dan flora fauna di sekitar juga sudah mulai punah. 
“Karena tailing mengganggu habitat. Setelah pulang raker kami akan melakukan komunikasi dengan kontras, di Jakarta dan mahasiswa papua di luar negeri,” katanya.


Sementara itu, Aser Gobay  mengatakan, pihaknya akan melakukan konsolidasi untuk menyerukan agar Freeport ditutup kalau perlakuan sama orang asli Papua tidak baik.


“Saya harap pihak perusahaan harus mempertimbangkan baik baik, sebab mereka berada di negeri siapa. Anak anak Papua harus dirangkul,” katanya. (*)


Reporter : Hengky Yeimo

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *