Gubernur Papua Diminta Bentuk UPTD Danau

Gubernur Papua Diminta  Bentuk UPTD Danau
Foto Dok. Google, legislator Papua,  John NR Gobai
Jayapura,Suaramee, Anggota Legislator Papua, John NR Gobai Meminta Agar Gubernur Papua membentuk UPTD Danau di Papua.
Dibawah paparan ini hasil kajian yang disampaikan sebagai langkah mendorong perlu adanya UPTD danau yang dimaksud!
Pengantar
Di Papua terdapat sejumlah danau yang secara kasat mata mulai terdegradasi sehingga memerlukan penanganan yang serius oleh pemerintah provinsi papua secara starategis dan bersinergi.
Mengenal Danau di Papua.
Danau Rawa Biru berada di Taman Nasional Wasur yang berlokasi di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Danau Rawa Biru mempunyai daerah aliran sungai seluas 4.791,671 km2. Luas badan air aktualnya adalah 95 Ha.
Danau Rawa Biru merupakan ekosistem amphibius yang sangat dipengaruhi oleh musim. Misalnya pada saat musim hujan, Danau Rawa Biru berubah menjadi aliran sungai (midstream) dan saat musim kemarau Danau Rawa Biru berubah menjadi danau dangkal (shallow lake). Perubahan ekosistem ini akan direspon oleh fitoplankton dan ditunjukkan dengan perubahan distribusi dan kemelimpahan fitoplankton secara spasial dan temporal.
Danau Sentani terletak di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, pada Danau ini berada di bawah lereng Pegunungan Cagar Alam Cyclops yang luasnya sekitar 245.000 hektar. Danau ini memiliki luas sekitar 9.360 ha dan berada pada ketinggian 75 m di atas permukaan laut. Danau Sentani merupakan danau terbesar di Papua. Di danau ini juga terdapat 21 buah pulau kecil yang menghiasi perairan ini. Danau Sentani mendapatkan suplai dari sekitar ±34 sumber mata air dari pegunungan Cyclops. Sumber air danau ini berasal dari 14 sungai besar dan kecil. Luas daerah tangkapan air danau sekitar 600 km2. Beberapa sungai yang bemuara ke Danau sentani yaitu S, Sungai Flafouw, dan Sungai Harapan, sedangkan pintu keluarnya (outlet) adalah Sungai Jaifuri yang terletak di sebelah timur danau yang mengalir dan bermuara dekat perbatasan Papua New Guinea, yang menghadap ke Samudra Pasifik.
Danau Rombebai berada dalam sistem Daerah Aliran Sungai Mamberamo yang dialiri banyak sungai besar dan kecil. Namun sungai utama di Daerah Aliran Sungai ini terdiri dari tiga sungai besar yang seolah-olah membetuk huruf-T terbalik, yakni: Sungai Tariku (dulu disebut Sungai Rouffaer), Sungai Taritatu (dulu: Sungai Idenburg) , dan Sungai Mamberamo. Sungai Taritatu mengalir dari timur ke barat, sedangkan Sungai Tariku dari barat ke timur, dan keduanya kemudian menyatu membentuk Sungai Mamberamo yang mengalir ke utara dan bermuara di punuk Pulau Papua, disekitar Tanjung D’Urville yang menghadap ke Samudra
Didaerah Meepago terdapat tiga danau yaitu Danau Paniai, danau tage dan danau tigi. Danau Paniai terdapat di Kabupaten Paniai, yang paling utara merupakan danau yang terluas diantara ketiganya dengan bentuk (outline) hampir persegi dengan panjang 16 km dan lebar 9 km. Elevasi atau ketinggiannya adalah sekitar 1.740 m di atas permukaan laut, dengan kedalaman sekitar 50 m. Bagian yang dangkal terdapat meluas sekitar mulut sungai yang bermuara ke danau.
Danau Tage terdapat di Kabupaten Paniai, yang terletak lebih ke selatan merupakan danau dengan luas yang terkecil di antara ketiganya. Bentuknya melonjong dengan panjang 8 km dan lebar 3 km, pada elevasi sekitar 1.750 m di atas permukaan laut, atau sedikit lebih tinggi dari Danau Paniai.
Danau Habema, terletak sekitar 48 kilometer dari Wamena menuju arah Pegunungan Jayawijaya. Danau bernama asli Yuginopa ini terletak di kompleks Pegunungan Jayawijaya dan disebut sebagai danau tertinggi di Indonesia. Di sini, kita bisa melihat langsung Puncak Wilhelmina atau Puncak Trikora, yang terdapat salju Khatulistiwa. Di sini terdapat rumah semut (biasa dipakai untuk pengobatan alternatif), burung endemik Papua, seperti cenderawasih dan astrapia, serta anggrek hitam yang langka.
Suhu di sekitar Danau Habema rata-rata mencapai 7-8 derajat Celsius. Bahkan bisa mencapai 4 derajat Celsius dan bisa mendekati nol derajat pada malam hari.
Danau Habema berada di zona inti Taman Nasional Lorentz, Papua. Area Habema mempunyai luas sekitar 224,35 hektare dengan luas keliling 9,79 kilometer. Terletak di ketinggian lebih dari 3.300 meter di atas permukaan laut, masyarakat suku Dani, penduduk Jayawijaya, menilai danau itu keramat, yang menjadi sumber kesuburan dan kehidupan.Keberadaan rawa-rawa ini seolah membenarkan betapa besar dan tuanya Danau Habema ditambah dengan  rangkaian vegetasi unik yang baru saya lihat untuk pertama kalinya dalam hidup saya. Pohon pakis kuno seperti dalam zaman dinosaurus, rumput batu, rumput putih, cemara batu, dan banyak lagi. Semua tertanam di atas tanah rawa. Belum lagi banyaknya tanaman khas Papua, Sarang Semut yg menempel pada batang pohon. Melihat tanaman ini, rasanya kami seperti berada di negeri semut. Konon, jika seseorang sampai menyentuh duri sarang semut ini, ia akan jatuh sakit dan bahkan meninggal dunia.
Danau Makamo di Kabupaten Dogiyai, Papua, merupakan danau yang sangat indah dengan pemandangan yang masih alami. Uniknya, danau ini berbentuk seperti Pulau Papua. Sayang, potensi Makamo tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan pemerintah setempat. Selain keindaan alam, di wilayah Kamu, Kabupaten Dogiyai terdapat satu telaga kecil yang disebut juga Danau Makamo. Danau ini memiliki luas 1.500 hektar dan berada pada ketinggian 1.700 mdpl. Tidak heran bila kawasan ini punya udara yang sejuk dan pemandangan alam yang sangat indah.Perpaduan antara keindahan danau dengan dataran tinggi dan bukit-bukit yang mengelilinginya memberikan kesejukan tersendiri. Di sekitar danau ini juga menjadi tempat bermukim suku asli Papua, yaitu Suku Mee.Selain berpotensi sebagai lokasi wisata, dahulu warga memanfaatkan lokasi Danau Makamo untuk mencari sumber potensi makanan bergizi. Di sekitar telaga ini terdapat serangga yang menjadi makanan bergizi untuk warga sekitar. Dalam bahasa Suku Mee disebut dengan tani, yukuga, ikan, dan berudu. Sejak zaman nenek moyang sampai sekarang, binatang-binatang kecil ini menjadi sumber protein untuk anak kecil ataupun orang dewasa. Menurut mitos yang berkembang di warga setempat, air telaga ini terkadang dipergunakan untuk pengobatan luka, sakit malaria, dan jenis penyakit lainnya dengan cara diminum atau digunakan untuk mandi.Bila kita memandang telaga ini dari posisi timur, bentuknya menyerupai burung kasuari atau Pulau Papua. Kurang lebih 3,4 km dari pusat Kabupaten Dogiyai, wistawan bisa menemukan danau indah ini. Telaga ini juga diapit oleh Bukit Odeedimi dan Dadiyai di Distrik Kamu Utara
PERMASALAHAN
Dalam pengamatan kami selama ini di Papua pengelolaan Danau belum Maksimal, koordinasi dan sinergitas program antar instansi juga ikut menjadi penyebab terjadinya percepatan proses pendangkalan dan penyempitan luasan danau.
Disisi lain proses pendangkalan dan penyempitan danau juga disebabkan oleh pola pengelolaan dan aktifitas yang berlebihan di kawasan hulu yang jauh dari kaidah kelestarian dan perlindungan alam, dimana telah terjadi degradasi yang cukup besar pada wilayah tangkapanair dan sempadan sungai yang bermuara ke danau. Rusaknya ekosistem hulu tersebut merupakan satu kesatuan permasalahan atas ancaman bencana banjir dan kekeringan, hilangnya ekosistem kehidupan, bahkancenderung mempercepat proses lenyapnya keberadaan danau .
selama ini pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) pada danau danau di Papua belum jelas, ketika terjadi permasalahan hanyalah bantuan bantuan bahan makanan yang menjadi andalan pemerintah provinsi papua tanpa mengatur langsung pada permasalahan mendasar yang dihadapi.
Penyiapan perangkat hukum dan aturan juga menjadi hal penting untuk mengatur sekaligus mengukur sejauh mana efektifitas pengelolaan dan pelestarian Danau.
Belum adanya sistem zonasi di Danau, yang meliputi zona perlindungan dan zona pemanfaatan (sub zona: pariwisata, perikanan air tawar (karamba), perkebunan, pertanian, peternakan dan pemanfaatan lainnya, seperti pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Saran
Untuk mewujudkan Danau yang indah maka beberapa rekomendasi yang disarankan:
1.Perlindungan yang dapat dilakukan adalah Pendataan biota dan tanaman asli, pengembangan biota dan tanaman asli, Pemberihan Danau serta pelarangan membuang sampah pada danau.
2. Rehabilitasi lahan kritis dilakukan dengan memilih jenis tanaman khas atau endemik yang bisa tumbuh serta tanaman yang bernilai ekonomis dengan pola agroforestri dalam skema hutan adat, hutan kemasyarakatan (HKM), hutan kampung (HK).
3.Pengembangan Danau sebagai icon wisata, sebagai tempat budidaya ikan,sumber air minum,,pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
4.Ditingkat Province dan Kabupaten/ Kota Perlu dibentuk sebuah UPTD Pengelolaan Danau Danau di Papua,  yang harus harus dikelola berdasarkan tata kelola (governance) yang baik dengan melibatkan pemerintah (government), dunia usaha (private sector) dan masyarakat (civil society).
5. Diperlukan Perda Perlindungan dan Pengembangan Danau di Papua.
Sumber:Mirinap.com

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *