Kelulusan SMA/SMK dan SMP: IPMPS Nabire Gelar Ibadah Syukuran

Cp: Ibadah Syukuran Pelepasan Ikatan Pelajar Mahasiswa Piyaiye dan Sukikai Selatan di Lingkungan Lokasi Asrama Piyaiye (Penias Magai)

Nabire, Suaramee- Ikatan Pelajar Mahasiswa/i Piyaiye dan Sukikai Selatan (IPMPS) di Nabire kembali nyalahkan Api di linkungan asarama yang sedang diupayakan untuk bangun gedung Asrama. Ibadah syukuran ini guna merayakan atas kelulusan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) puluhan Siswa/i IPMPS di tingkat SMP dan SMA Tahun ajaran 2018/2019. Acara ini bertepatan dengan pengumuman hasil UN tingkat SMA. Senin, (13/042019)

“Terkait Ibadah syukuran sudah berjalan dengan baik. Semua Pelajar Mahasiswa/i Piyaiye dan Sukikai Selatan asal Kab Dogiyai, kota study Nabire antusias meriahkan  acara syukuran di linkungan Asrama swadaya Piyaiye yang sedang dibangun oleh organisasi Piyaiye dan Sukikai Selatan (IPMPS) sendiri, jln. Baru Kalibobo Kab. Nabire.” Jelas Lamek Magai, salah satu peserta Ujian Nasional di SMA YPK Taber Nakel.

Panitia Penyelenggara memetik  motto Ibadah Syukuran, “Apapun Hasilnya tetap bersyukur kepada Tuhan yang maha kuasa”. Ibadah tersebut dipimpin oleh Pendeta Misal Magai, S. Th. Pendeta Magai juga berpesan saat menyampaikan Firman, jangan hendak kamu kuatir tentang apapun juga, karena Tuhan selalu mengasihimu.

Dalam sambutan senioritas. Martinus makai, SH menjelaskan kepada peserta IPMS tentang keadaan kualitas Pendidikan di Pegunungan Tengah Papua  bahkan umumnya di Papua. Selain itu Makai juga menggali empat type kecerdasan Manusia; Kecerdasan Fisik atau Tubuh, Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spritual.

“Duni Pendidikan berjalan sesuai  dengan kurikulum. Peserta ujian pasti lolos 100 persen sekalipun  tidak ikut Ujian Nasional, hal ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan kita rendah dibawah rata-rata kapasitas. Keadaan ini diakibatkan oleh rendahnya kualitas pendidikan tingkat dasar SD dan SMP,” Ujar Martinus Makai, SH.

Lanjut Makai. Kembali lagi realita Pendidikan di  Piyaiye, bukan rahasia lagi bahwa Kualitas pendidikan ketinggalan “hancur” tapi kita tidak ragu karena akan muncul generasi baru. Di beberapa sekolah pedalaman Papua, walapun anak tidak pernah sekolah, tapi bisa ikut ujian Nasional bahkan tidak ikut Ujian Nasional bisa mendapatkan ijazah. Hal ini terjadi karena tidak ada guru yang profesional.

“Tahun ajaran ini, 19 Siswa/i tingkat SMA/SMK  lulus dan ikut ibadah syukuran. Dan 14 Siswa/i tingkat SMP juga ikut serta, hasil tingkat SMP akan dengar minggu depan. Papua memang kekurangan tanaga guru. Tidak ada perhatian  dari masyarakat dan Pemerintah bagi generasi. Banyak pengaruh sosial merajalela sehingga saat ini terjadi di berpagai pedelaman ketingagalan mengasa empat type kecerdasan manusia,” Pesan Mikael Kayame.

Ketua Panitia Penyelenggara, Oto Makai berterimakasih kepada semua sumbangan dan donatur yang telah membantu panitia sehinnga acara syukuran IPMPS berjalan dengan baik dan lancar.

(Sesilius Kegou)

Tinggalkan Balasan