Dua Mahasiswa/i Papua (suku mee) Ikut Genakan Toga di UNPI Manado

Mahasiswa/i suku Mee di UNPI Manado yang telah wisudah, Marselus Magai, S. Kep dan Marcy Yumai, S. Kep (Eman Magai)

Manado, Suaramee – Universitas Pembangunan Indonesia (UNPI) cetak dua orang tenaga kesehatan (perawat) muda asal Meepago, Papua. Acara wisuda sarjana kali ini gelar di Gedung Convention Center (MCC) Manado, Sulawesi Utara. Rabu, (15/05/2019).

Intruksi Rektor Universitas Pembangunan Indonesia di Manado, Sulawesi Utara, sejumlah 337 mahasiswa/i mengenakan toga jenjang strata-1 prody Keperawatan. Sebanayak mahasiswa/i tersebut, dalamnya dua peserta wisuda asal meepago Papua ikut serta.

Pantauan reporter media ini, antara 337 peserta wisudawan/i (UNPI), dua Mahasiswa/i asal meepago ikut genakan toga, satu orang putra dan satu putri,  yakni, Marselus Magai S.Kep. dan Marci Yumai, S.Kep.

Sesuai keputusan lembaga (UNPI) Universitas Pembanguanan Indonesia. Masing-masing peserta Wisudawan dan Wisudawati wajib mengacap sumpah. Marselus Magai juga ikut serta ucap sumpah. Dalam sumpah janjinya, Magai untuk benar-benar akan mengabdi dunia kerja nantinya.

“Saya akan mengapdi sesuai dengan jurusan dan profesi saya, saya akan melayani masyarakat, merawat pasien dengan ilmu yang saya gali di (UNPI) selama empat seper-lima tahun,” Ujar Magai baru-baru genakan toga dalam sumpahnya.

“Puji Tuhan,” Lanjut Magai. “Saya juga berbesyukur atas berkat dan rahmat Tuhan yang tak redup buat saya, pertolongan juga penyertaian Tuhan pada saya sebelum, kini, dan sepanjang masa. Saya secara pribadi merasakan mukjizat Tuhan selama 4-5 tahun di rantau, Manado, Sulawesi Utara. Dengan dasyatnya mukjizat Tuhan, akhirnya saya dapat raih mimpi saya.”

“Saya janji pada diri saya sediri apa yang saya dapat dan saya pelajari di jenjang perkuliahan ini, saya akan mengaplikasikan kepada pasien dan seluruh lapisan rakyat di tempat dimana saya bertugas guna gantikan bapak saya yang telah almarhum sebagai perawat,” Penjelasan Magai kepada wartawan http://www.suarameepago.com.

Terkait hal Ini. Emanuel Magai, salah satu kelurga Marselus yang kuliah di Universitas Sains dan Teknologi (USTJ) Jayapura menilai, orang Papua, khususnya daerah Meepago bisa bersaing di bidang study apa saja. Namun, hanya saja kurang ada sponsor dari Pemerintah Daerah untuk membuka lapangan kerja yang memadai.

“Jika Pemeritah Daerah perhatikan Mahasiswa/i berprestasi yang kuliah dimana saja ‘sesuai bakat dan minat’, calon mahasiswa/i  untuk cetak Generasi Emas (GEMAS) anak Mee lebih gampang untuk buka balai latihan kerja (BLK) di daerahnya, maka tentu saja jaya di beberapa Kabupaten meepago pegunungan tengah Papua,” Tutup Eman.

Redaktor : Awalis E Magai

Editor :Lonky H. Makay

Tinggalkan Balasan