Demokrasi Ada Karena Rakyat

Oleh: Amoye Pekei)*

Demorasi rakyat adalah kekuasaan oleh rakyat. Rakyat penentu arah kebijakan pemeritah daerah, mereka aktif menyuarakan keinginanya dan turut berpartisipasi dalam pembangunan. Semakina masyarakat terlibat tanpa paksaan masyarakat itu telah bergeser dari partisipasi semu menjadi partisipasi aktif. Semakin aktif rakyatnya semakin kuat rakyatnya.

Sedangkan kebalikannya dari demokrasi yang dibuat-buat adalah demokrasi yang lahir karena manipulasi suara rakyatnya untuk kepentingan para politikus atau kaum kapitalis lokal dalam proses perpolitikan. Seakan akan demokrasi berjalan melalui proses tetapi masyarakat dikorbankan dalam proses berpolitik. Politik yang lahir melahirkan politikus handal adalah bermula dari proses politik yang melibatkan rakyatnya secara penuh.

Banyak terjadi kepincangan berdekorasi karena demokrasi selalu hadir dengan dominasi para pejabat daerah bukan rakyat. Banyak juga anggaran dan konsentrasi pembangunan pemerintah daerah habis karena membagun isu politik dan proses politik. Kita ketahuo saat ini prosea politik sangat menguras biaya negara, selain membiayai prosea politiknya tetapi juga sering terjadi money politik yang anggarannya bersumber dari pos “anggaran tak terduga” milik rakyat.

Denokrasi yang lebih baik harusnya akan mengurangi anggaran denban kualitas hasil demokrasi yang melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas dan merakyat. Kondisi inilah harapan kita kita semua yaitu kedewasaan berdemokrasi. Rakyat berdaya pemerintah kuat pelayanan publik berkualitas masyarakat sejahtera.

Proses pemilu 2019 menemui banyak kepinjcangan proses demokrasi. Menurut informasi kemungkinan dibeberapa kabupaten dan kota di Papua akan ada pemilu ulang. Hal ini terjadi karena kelalaian penyelenggara. Kalau pemilu ulang tolong hargai suara murni rakyat. Ciptakan demokrasi yang lahir dari rakyat bukan demokrasi yang dibuat – buat. Sebenarnya kita kaum berpendidikan hadir ini untuk apa ? Membangun rakyat atau membangun kekuasaan para pejabat ? Rakyat kita masi miskin, jadi mari hargai apa yang rakyat mau.

Rakyat tahu kebutuhannya. Kita hadir hanya membantu mewujudkannya dengan memberikan ruang kepada rakyat di segala bidang kehidupan mereka, untuk mereka mewujudkan apa yang mereka cita- citakan. Pemimpin yang lahir dari rakyat harusnya tahu kemauan rakyatnya. Tuhan berkati.

Tinggalkan Balasan