Hindari HIV/AIDS yang Berkembang di Papua

Foto: Ist

Jayapura,Suaramee – Pacaran sehat tanpa cacat, guna selamatkan Generasi Muda di tanah Papua. Dalam hal ini, Dinas Kesehatan provinsi Papua mengeluarkan jumlah penduduk yang terinfeksi Humon Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) di Papua Mencapai 40.805 jiwa. (13/03/2019)

Melihat menyebaranPenyakit HIV & AIDS yang merajalela dengan paling cepat di tanah Papua. Terutama di kalagan anak muda Papua melaui seks bebas, penularan HIV ibu ke anak, transfusi darah, jarum bebas dan lain-lain.

“Penyakit HIV/ADIS berkembang biak dengan subur, terutama di generasi muda. Hal ini muncul karena hubungan intim ‘seks bebas’ yang terjadi di kalangan  muda. Umurnya, jika anak mencapai usia belasan tahun, masa-masa  Pubertas akan mengalami perubahan fisik, psikis dan pematangan fungsi sesksual,nafsu’ minimal berumur 10 tahun lebih  dan berakhir di  usia 15 hingga 16 tahun. Karena  nafsu kemudian akan menetas pacaran,”.jelas Eli Petege, salah satu jiwa dari tim (PGMP) Peduli Generasi Muda Papua (13/03/2019).

Lanjut Petege, pendataan ini tidak salah karena ini alami. Tetapi, jika pacaran coba praktekkan atau upayakan ikuti langkah- langkah yang sehat, tidak cacat . Adapun langkah-langkah yang harua dipatuhi; 1) Usahakan supaya pacaran yang sehat. 2) Bertanggung jawab. 3). Setia. 4) Takut akan Tuhan.

“Kalau kita melakukan ke 4 (empat) point akar sehat, maka tidak ada penyakit yang akan masuk. Tetapi jika melangga akar sehat, maka anak remaja muda saja terjerat penyakit HIV & AIDS.”

“Terkait hal-hal ini, lelaki peduli generasi muda Papua ini,  menghimbauan kepada seluruh lapisan masyarakat asli Papua di tanah Papua wujudkan peduli HIV/AIDS.. Jangan tau hanya bahas politik, jangan ingat uang, harta, dan kebahagiaan sementara. Ingat dan utamakan Generasi Muda Papua, agar Generasi Muda tetap ada, dan harus ada, kemudian berkarya di atas tanah Papua,” Tegas Petege, usai ketahui hasil (total) pendataan.

Sambung petege lagi. Sebelum Orang Asli Papua punah, kita harus mulai berpikir hal-hal kecil yang bisa hindarkan Papua dari pencemaran dan kembali diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dari kesadaran diri kita, agar kita tejaga dari pencemaran HIV dan AIDS. Jika kita terjaga, maka sehat dan bebaslah tanah Papua dari belenggu pencemaran.

 

Reporter : Awali E. Magai

Editor : Sesilius Kegou

 

Tinggalkan Balasan