Aparat Keamanan Tembak Sejumlah Warga Wagete, Deiyai

Cp: Foto Ist

Deiyai,Suaramee – Warga Wagete membakar Kantor Polisi sektor (Polsek) dan beberapa Kendaraan yang ada di halaman Kantor Polsek Tigi, Kab. Deiyai, (21/05/2019).

Penyebab hal ini, karena seorang pemuda setempat, Melianus Dogopia kena peluru, ditembak oleh aparat keamanan Polisi Sektor Tigi, di jalan raya Nabire-Enaro, sore sekitar Pukul 02 : 49 WP.

“Pemuda itu menjekat satu mobil yang melintas, dan meminta sopir memberi uang Rp.10.000 untuk membeli rokok. Sopir menyatakan tidak punya uang, sehingga dia beradu mulut. Setelahnya, sopir turung dari mobil dan mengejar beberapa pemuda sekitarnya dengan parang. Pelaku melarikan diri, setelahnya sopir melarikan diri lapor ke Kepolisian Sektor (Polsek) Tigi,” Kata Pastor Tekege.

Sesudah itu polisi mengkeroyok warga, kemudian ditembak. Seusai dengar masalah tembakan itu seluruh lapisan warga Kab Deiyai berkumpul di Wagete dan sepakat membakar seluruh Kios, Rumah Makan dan Kantor Polsek yang ada di Kab Deiyai.

Sesuai dengan kata mufakat yang disepakati warga setempat, akhirnya terjadi bentrokan antara TNI/PORLI dan warga setempat. Dalam bentrokan itu TNI/PORLI sempat lepas kontak senjata dengan membuang peluru sekitar lima butur dan gas air mata tujuh butur. Hal ini, ada beberapa warga yang terkena pukulan dari Polisi gunakan karet mati.

Bentrokan ini berlangsung sekitar pukul 19: 00 WP, depan polsek Tigi, Wagete.

“Deiyai. Pukul 19:30 WP. Warga setempat sudah membakar Markas Polsek Tigi, Wagete,” kata Marsel Mote kepada¬†http://www.suarameepago.com

Terkait masalah bentrokan ini, warga setempat sangat kecewa. TNI/PORLI di utus untuk melayani dan mengayomi masyarakat. bukan menebar militerisme, mengintimidasi dan kekerasan lainnya di kalangan warga.

“Sesuai aturan hukum dan UU Dalmas yang berlaku harus adili. TNI/PORLI tidak harus menembaki warga sipil. Tugasnya sebagai Aparat Keamanan, hanya mengamankan,” jelas Marsel Mote, warga setempat.

“Jujur, kami warga kecewa dengan hadirnya TNI/PORLI yang tidak mengerti sistem abdinya sebagai aparat keamanan.”

Reporter : Awalis E Magai

Editor : Kegou

Tinggalkan Balasan