Ayo! Ber’Organisasi

Ayo! Ber’Organisasi

Cp: Foto pribadi Penulis

Oleh : Loncky H. Makay

Sebagai manusia yang bisa dibilang, “cukup aktif” dalam organisasi setiap diri wajib memahami beberapa hal selama berorganisasi, yaitu mengenal, memahami dan menjadi profesional.

Tahap mengenal merupakan rangkaian awal ketika memasuki di wadah organisasi. Dari proses pengenalan yang panjang baru Ia akan memahami bagaimana sistem organisasi tersebut.

Yang terakhir Ia akan menjadi profesional untuk memegang amanah dalam suatu birokrasi. Berorganisasi bukan hanya belajar tentang bagaimana cara kita membangun relasi atau sensasi perasaan sesaat dengan orang lain. Tapi lebih dari itu. Organisasi merupakan wadah atau kumpulan orang-orang yang siap mengasah kemampuan akademis, intelektual, menumbuhkaan kepekaan social dan sebagainya. Termasuk cara memimpin, memobilisasi massa dan tekhnik negosiasi yang tidak akan pernah Ia dapatkan dalam bangku Sekolah.

Karenanya Ia wajib menemukan dan mengasah potensi diri pribadi. Untuk menemukan dan mengasah potensi yang ada dalam diri pribadi tentu Ia harus mengenal diri sendiri. Mengenal diri sendiri bukan berarti merenung dan berkhayal saja tanpa suatu usaha yang jelas.

Pada diri masing-masing individu pada dasarnya cenderung pada kebaikan, kesucian dan kebenaran. Secara umum dapat dikatakan sebagai fitrah manusia. Fitrah merupakan bentuk keseluruhan tentang diri manusia yang secara asasi dan prinsipil membedakannya dari makhluk lainnya.

Fitrah menjadi lokomotif utama dan pendorong jiwa untuk terus mengasah potensi yang ada dalam dirinya. Faktor keingintahuan merupakan pendukung untuk meraih dan membina potensinya dan melawan kecendrungan manusia itu sendiri untuk bertemu public Speaking, Softskil, dan lainya.

Kerena itu, ayoh berorganisasi untuk mengembangkan potensi diri. Dan mempelajari Public Speaking dan Softskill. Oh, yah! Apa itu Public Speaking? Bagaimana menerapkan Softskill saat berbicara? Publik speaking tentu sudah tak asing apalagi Softskill, kita sering dengarnya bukan?

Pertanyaan yang mudah, karena kita semua tentu mengetahui tentang Public Speaking dan Softskill yang adalah; “Teknik negosiasi, Berani berbicara depan umum dengan seni atau gaya yang unik nan menarik pada umumnya.” Kedua hal tersebut juga mengandung tiga trik yaitu, Angka Emas, My name My Adventure, dan Wiseword untuk mengembangkan potensi diri.

Tiga trik ini merupakan suatu pengembangan potensi diri yang didalamnya mengandung sebuah trik yaitu setiap manusia dapat mengatasi diri dari hal-hal yang tidak menyehatkan dengan mengikuti kegiatan-kegiatan dalam organisasi kemudian bertindak hal yang baik dan lakukan hal yang mutu dengan penuh beriman dan kepercayaan pada sang pencipta. Mengikuti kegiatan-kegiatan dalam organisasi untuk membentuk krakter kedisiplinan pribadi, etika dan moral manusia yang semua itu adalah pengembangan potensi diri. Penting pula berorganisasi bagi tiap mahkluk sosial yang hidup. Organisasi adalah suatu wadah yang timpang agar meciptakan kedisiplinan diri dan moral yang seimbang dengan etika yang utuh.

Suatu tempat dimana manusia mendidik diri dari manusia lain dan membentuk potensi diri agar tiap pribadi yang tergabung dalam organisasi tersebut dapat memahami bagaimana jika dia dipimpin dan belajar memimpin atau jadi pemimpin dalam bilokrasi suatu (pemerintahan) negara, yang nantinya akan menjadi tanggung jawabnya. “Ini juga menjadi bahan pertimbangan diri.”

Suatu (Pemerintahan) hilargi (punjak) yang tinggi membutuhkan jiwa-jiwa beriman, legendaris, cerdik, konsepsional dan Individu yang beretika. Terpimpin juga siap memimpin suatu masysrakat majemuk dari dasar-dasar kepemimpinan yang Ia pelajari diorganisasi tersebut dengan berani membuka ruang moralitas bagi manusia lain. Itulah sesungguh-Nya yang dinamai organisasi. Yakni disisi lain organisasi tidak menyoroti kebodahan, ke’egoisan, kelalaian namun, wadah yang membentuk krakter manusia. menjadi jenius luar biasa oleh manusia lain melalui kegiatan-kegiatan dalam organisasi.

“Ayo! Diskusi, rapat, debat, dan beribadah teguhni iman (Manusia memanusiakan manusia lain) dalam organisasi”.

)*Penulis adalah tinggal di Jayapura yang berkuliah salah satu Perguruan Tinggi di Jayapura.

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *