Sa Pu Pacar Calon IstriKu

Sa Pu Pacar Calon IstriKu

Cp: Ist (google sourch)

Oleh: Nori Damoye Douw)*

Juita Ku sayang, Engkau beri harapan untuk tetap berjuang dan mempertahan sampai pernikahan yang sah menurut religi. Kau memberi kekuatan padaku untuk menyatakan yang sebenarnya dan memberanikan diri menyatakan ” IstriKu “. Aku harap, kau akan setia menjadi dalam hidup selamanya.

Sa telah jatuh hati yang mendalam jadi mudahan-mudahan engkau setia arungi hidup bersamaku menjadi pasangan hidup sampai di dunia akhirat.

Wahai Juita, dirimu aku temui lambang kesucian dan kemurniaan yang dipenuhi cinta yang penuh ikhlas dan penuh kejujuran itu, tidakkan pernah mengecewakan hatimu. Percayalah kasih, suara nyaring bersuara dari lubuk hati yang mendalam menyatakan kesetiaanku. Untukmu…Kekasihku..Untukmu.

Dunia tidak berasa gurih bila hidup tidak beraroma cinta. Tapi menemukan kekasih yang pas tak selalu mudah, Jangan buru – buruh patah arang atau menyalahkan diri sendiri karena romatisme cinta memerlukan upaya untuk menjadi sosok berdaya pikat sang kekasih di seberang sana.

Janganlah ragu menaruh hati kepadaku, Duhai ” Sa Pu Pacar Calon IstriKu ” Sebab jauh lebih bernilai dan hati yang berkaya mencintai dirimu. Terjalin membangun hubungan hormonis sampai terbentuknya keluarga kecil yang penuh pesona dan rumah tangga yang kokoh berdiri mendasari hidup apa adanya.

***

ISTRIKU kerena engkau, Aku bahagia selebihi bahagia cinta. Ku rasakan kebahagiaan cinta, benar – benar pahami arti cinta adalah cintamu dan penjelasan pengertian cinta yang kau ajarkan. Hatiku pun terpikat dengan pengajaran arti cinta demikian perasaanku pun mencintaimu selamanya dan satu untuk selamanya. Hanya Untukmu.

Sekilas Lebel Puisi

” MATA HATIKU ”

Mata hatiku Bawalah aku dalam mimpimu selalu

Kan ku jaga selalu

Putih rasa di antara kita

Mata hatiku

Nafas hidupku

Cerminlah langkahku dalam batinmu

Kan kau tahu keberadaanku

Ku ingin selalu berada disisimu

Ku mau ada saat kau terbangun

Ku masih butuh belaian mesrahmu

Ku tak mau engkau pergi. Dariku..

)*Penulis tinggal di Nabire Papua.

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *