Menyaksikan, Mendengar dan Menyimak “Nyala Papua Bersama Mata Najwa” di TRANS-7

Menyaksikan, Mendengar dan Menyimak “Nyala Papua Bersama Mata Najwa” di TRANS-7

Cp: Kepungan terhadapa Mahasiswa Papua di Jogja oleh TNT/POLRI dan ormas-ormas di asrama Kamasan I DIY.

Oleh Otis Tabuni

Rabu, 21 Agustus 2019, pukul 20:00-21:30 telah ditayangkan persoalan Papua yang mana hari ini kita saksikan sama- sama berbagai reaksi rakyat Papua sebagai bentuk protes atas Rasisme, Refresitas dan persuksi terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya.

Isu Rasisme menjadi persoalan Utama dalam kehidupan rakyat Papua. Rasisme tidak hanya menyimpah kepada mahasiswa, Natalis Pigai disamakan dengan Monyet dan Gorila, Persipura selalu dihantui dengan Rasisme. Diskriminasi berdasarkan ras selalu terjadi dimana- mana terhadap siapapun bagi orang Papua.

Tayangan TV melalu Trans7 malam ini dihadiri oleh Bapak Lukas Enembe S.IP M.M, selaku Gubernur Papua, Lenis Kogoya Stafsus Presiden Untuk Papua, Perwakilan Akademisi, Perwakilan kontras, Perwakilan KOMNAS HAM dan Para Mahasiswa dari berbagai universitas di Jakata dan sekitanya.

Pada kesempatan itu, Bapak Gubernur Papua menyampaikan persoalan – persoalan yang memang terjadi selama ini dan dituntut oleh Rakyat Papua agar suara mereka bisa teruskan.

Terkait Otsus Papua, beliau secara terang -terangan menyampaikan bahwa Otsus Papua dikendalikan oleh Pusat, semua raperdasus dibatalkan dan semua usulan Provinsi Papua dipolitisir habis-habisan. lanjutnya, atas permintaan Bapak Presiden SBY, kami rumuskan Otsus Plus, tetapi pada saat pembahasan, komisi II, PDIP menolak RUU Otsus Plus yang diajukan. Jadi apa upaya yang mau dilakukan?. Otsus ini juga tidak jelas darimana konsepnya? Apakah Otsus konsep Orang Papua? Apakah Konsep ini dari Indonesia? Apakah Konsep International ? Otsus Bukan Soal Uangkan? Tegesnya. Selanjutnya, Saya sudah memanggil Gubernur Papua Barat untuk kita putuskan sama- sama. Papua tidak akan bisa membangun lewat produk UU, jadi kami sepakat urus Papua dengan suatu perjanjian yang dibuat dibawah pengawasan International.

Terkait Mahasiswa, Gubernur Papua sampaikan bahwa tim saya akan turun dalam waktu dekat temui adik- adik Mahasiswa. Jika, hasil pertemuanya minta pulang, akan saya kasih pulang semua. Saat ditanya, apakah kasih pulang? Ia saya akan kasih pulang semua! Tegasnya. Nanti di Papua itu ada universitas dan di kuliahkan disana.

Sementara Lenis Kogoya, selaku Stafsus Presiden wilayah Papua, sampaikan beberapa hal sebagaimana biasanya yang disampaikan media selama ini. Terkait kasus surabaya, beliau mendukung apa yang disampaikan oleh Presiden bahwa permohonanmaaf bagi Papua itu penting dan saling maafkan sebagai sesama anak bangsa, tegasnya. Selanjutnya, disinggung terkait perjalanan Dia ke Jawa Timur dst.

Terkait, Mahasiswa, kata L.K , Kami akan bangun asrama dilengkapi dengan pasilitas seperti olehraga, kolam renang dan lainnya. Kami juga berikan mereka ATM non tunai dan kemana- mana akan pakai itu. Artinya biaya pendidikan digeratiskan.

Oleh Perwakilan kontras, bahwa Papua itu masalah bagi Indonesia, persoalan yang satu belum terselesiakan muncul persoalan berikutnya hingga baku tumpuk. Jadi yang terjadi hari ini sebenarnya ledakan dari persoalan-persoalan yang lama membusuk.

Pendekatan keamanan terjadi sejak awal integrasi hingga hari ini, jalan trans Papua dibangun oleh TNI bukan dari kontraktor ( TNI jadi Kontraktor di Papua), katanya atas nama keamanan dan lainnya.

Perwakilan Komnas HAM tdk jahu berbeda dgn apa yang dibahas sebagaimana yang lainnya sama halnya dengan akademisi UNIPA.

TANGGAPAN PENULIS

  1. Persoalan diskriminasi atas dasar Rasisme
    telah berlangsung lama. Diskriminasi rasisme, Diskriminasi hukum, diskriminasi ekonomi, sosial dan Budaya, Diskriminasi hak sipil Politik, Diskriminasi kebijakan, Diskriminasi pekerjaan dst. Contoh, perekonomian di Papua, saat kami berkunjung ke Mall, tdk ada orang Asli Papua sebagai karyawan Mall, saat ke Hotel dari yang satpam hingga reservasi dan karyawan hotel semuanya Non Papua, di bandara, di pelabuhan, penyedia jasa seperti ticketing, agen. Atau Kios, ruko, toko dll dikuasai total oleh pendatang, lalu memberikan status kepada orang Papua dengan sebutan pemabuk, bodoh, primitive, kotor dll.

Diskrimnasi dalam angkutan umum misalnya, saat org Papua naik, mbah2 non Papua tutup hindung, buang muka dll, semua ini merupakan bagian dari diskriminatif.

Soal surabaya merupakan bagian kecil dari keseluruhan kompleksitas persoalan di Papua dari sejak Papua ada di NKRI sampai saat ini.

  1. Soal HAM, sebagaimana yang ditegaskan oleh Perwakilan Kontras, bahwa jantung dari UU OTSUS adalah pasal 45,46 dan 47 tentang HAM dan KKR. Yang intinya diitegaskan bahwa KKR dimaksud untuk pelurusan perbedaan pandangan Papua dan Jakarta atas sejarah intergasi atau aneksasi bangsa Papua.

Wacana komnas HAM papua dibawah kendali Otsus Papua, pembentukan Pengadilan HAM HAD HOC dan seterusnya harus didasarkan atas kepres, semua upaya di lakukan oleh gubernur dan DPRP serta MRP, namun semua wacana itu dipolitisir,. Perdassus/ perdasi atas pasal2 diatas harus didasarkan pada kepres sesuai dgn amanah dari pasal dimaksud.
Pelanggaran HAM dari hak sipil politik, hak ekonomi, sosial dan Budaya, hak atas properti dll tdk pernahdiakui, uris, dihormati, dan seharusnya ada afirmatif action tp sama saja. Semua tdk dilaksanakan, oleh sebab itu, apa yang mau dibanggakan dangan Otus? Apa yang mau dinikmati? Apa yang mau dirasa aman dan nyaman? Dll.

Persoalan Pelanggaran HAM terutma kasus- kasus seperti wamena berdarah, AB berdarah 1 dan 2, BiaK Berdarah, Wasior Berdarah, paniai berdarah, kasus Theys Heluway dll tdk pernah diselesaikan secara hukum.
Jangankan yang lama- lama, kasus Paniai berdarah pada 8 Desember 2014, dugaan pelakunya sudah jelas, proyektil peluruh dari kesatuan mana diketahui, pelaku sudah jelas dan dapat membuktikan secara materil saja blm bisa mengadili si pelaku kejagung. Pelaku penculikan dan pembunuhan Theys Heluway, terbukti secara sah menurut hukum dan dipenjarah, tetapi toh sekarang diangkat sebagai kepala BAIS. Kasus wasior, Biak, dan AB dianggap tdk memenuhi bukti materil dan dikemabalikan ke kuasa hukum. Sementara hasil investigasi telah terbukti dan menyakinkan dapat memenuhi unsur materil. I

ITULAH DISKRIMINASI HUKUM ATAS PAPUA.

Soal Program pendidikan versi LK terkait pembangunan asrama, pasilitas olahraga, kolam renang, ATM non Tunai yang diwacanakan diperuntuhkan kepada Mahasiswa Papua.

Bagi penulis, itu program murahan dan tidak konstruktif.

Apakah Mahasiswa Papua turun jalan dan demonstrasi damai, sampaikan pikiran dan perasaan, tawarkan solusi HMNS ( Hak Penentuan Nasib Sendiri) sebagai Solusi Demokratis dan tagih janji konstitusi ( pembukaan UUD 1945) dan seterusnya guna mendapatkan asrama? Menerima ATM non tunai? Pasilitas olehraga? Dll?

apakah tuntuan holistik generasi Papua sebodoh yang LK tawarkan?

apakah Generasi Papua minta makan dengan aksi- aksi di jalanan? Minta uang? Minta ATM DLL?

jadi. Versi Generasi yang penulis pahami adalah sbb:

A. Memperjuangkan hak, harkat dan martabat kemanusiaan sebagai manusia yang beradab, agar duduk sama rendah, berdiri sama tinggi setara dengan bangsa lain diatas permukaan baumi,

B. Menuntut HMNS sebagai solusi Demokratis bagi Bangsa Papua

C. Menuntut dan mendesak guna hapuskan militerisme, imperialisme dan Klonialisme diatas bumi Cendrawasih

D. Keseluruhan pelanggaran HAM, Diskriminasi Hukum, pembungkaman ruang demokrasi, kesenjangan ekonomi, sosial dan budaya serta keseteraan gender serta marginalisasi ada dan akan ada selama kebebasan nasional di papua itu belum terwujudk. Makanya Mahasiswa memperjuangkan dengan cara dan gaya mereka upaya memperoleh kemerdekaan yang dapat membebaskan semua.

E. tawaran L.K melalui Program Trans7 bersama matanajwa adalah bentuk merendahkan martabat dan harga diri Mahaiswa Papua dalam perjuangan sebagaimana yang disinggungkan diatas.

2.Keputusan Penarikan / Pemulangan Seluruh Mahasiswa Asal Papua

Setelah menyimak dan mengikuti persoalan rasisme terhadap Mahasiswa Papua di Berberapa tempat dan puncaknya di Jawa Timur tanggal 15 dan 17 Agustus 2019 adalah awal dari meledaknya dendaman lama yang selama ini membusuk. Orang Papua terlalu baik, diambil hak2nya, dirampas tanah adatnya, digusur rumahnya, didiskriminasi dan kekerasan negara melalui oknum2 aparat, orang papua selalu senyum, direlahkan, dibiarkan dan diampunyi.
bahkan organisasi milik masyarakat adapun dserahkan kepada org non Papua tuk memimpin dan menjalankannya. kebaikan orang Papua yang tak terbalaskan, itu di balas dengan rasisme, diskrimasi dengan sebutan orang Papua sebagai monyet, anjing, babi, biadan dan seterunya.
Kata Orang Tua, kami menitipkan 100 mahaiswa dan jaga mereka, kami sedang merawat 4jt penduduk non Papua. Mereka hanya datang menimbah ilmu, kami menjaga mereka yang sedang membuat diri mereka kaya raya atas tanah kami, anak2 kami hanya hidup 4- 5 tahun, kami memelihara puluhan tahun diatas negeri kami. Rakyat kalian main mobil mewa, kami jalan kaki, mereka tidur dalam rumah yang mewah, kami tidur dalam gubuk. Kami hanya berdoa, suatu saat anak kami bisa kaya setelah plg dgn ilmu, kami hanya ingin agar anak kami bisa punya mobil biar kami bisa naik mobil ikut jalan aspal di tanah kami, selama ini kami jemur panas matahari, beralaskan gardus, karung, jual hanya daun ubi dan petatas, pinang dan pakis. Sementara barang dagang kamu yang jaul. Terlalu baik dan kasihnya orang Papua, pinangpun dijual oleb pedagang non Papua, lahan pertanian kao ambil ahli, tp kami tetap bersyukur.

PAK LENIS KOGOYA, bukankah apa yang diutarakan diatas bentuk dari ajaran Nasrani yang diperaktekan saat di tayangan Trans7 bahwa ” TAMPAR PIPI KIRI KASIHLAH PIPI KANAN”

PAK L.K, SIAPA YANG ANGKAT KAMU WAKIL PAPUA DI STAFSUS PRESIDEN? SIAPA YANG ANGKAT KAMU KEPALA SUKU?
KENAPA BICARA TIDAK SESUAI FAKTA? BUKANNYA ITU LEBIH BIADAB DARI SEEKOR MONYE?. (Catatan Diatas ststus Medsos dan WA mlm ini)

Gubernur Papua, Mahasiswa Papua akan saya tarik dan pulang Semua.

Mahasiwa Papua Siap?

Perkembangan yang penulis update sejak kejadian sampai dengan malam ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Mahasiswa Papua di Makasar nyatakan pulang dan saat ini sedang menunggu Tim pemprov krn merasa tdk nyaman
  2. Mahasiswa dan Pelajar Papua se jatim Nyatakan pulang
  3. Mahasiwa Papua di Jakarta nayatakan Pulang
  4. Mahasiswa Papua di Semarang Nyatakan Pulang, dst.

Disaat menyaksikan wawancara Tv, gubernur Papua dan Papua Barat menyatakan akan memulangkan Mahasiswa asal Papua

Di saat trans7, gubernur nyatakan pulang, kami siap dipulangkan Pak, biar kita aman di kampung halaman kami , kata sorang dan disambut dengan tepuk tangan .

pertanyaannya, apakah memang benar, semuanya mau dipulangkan?

Jawbannya, belum tentu benar. Kita akan ikuti apa yang akan terjadi.

Otis Tabuni, anak kampuang, sampaikan sesuatu sesuai dengan fakta hidup dan kehidupan bagi rakyatku Papua.

Jateng, 22 Agustus 2019
pukul 01: 20 WIB.

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *