Tidak Mau Dibilang “Monyet”; Ribuan Warga Masyarakat Nabire Gelar aksi Demontrasi di Kantor DPRD Nabire

Tidak Mau Dibilang “Monyet”; Ribuan Warga Masyarakat Nabire Gelar aksi Demontrasi di Kantor DPRD Nabire

Cp: Massa aksi Demonstrasi melawan Rasisme terhadap Orang Papua di Nabire saat bertemu anggota DPRD Nabire

Nabire, Suaramee -Ribuan masyarakat Nabire gelar aksi demontrasi damai melawan rasisme terhadap orang Papua di halaman kantor DPRD Nabire, aksi demonstrasi tersebut berlangsung tertib. Kamis, (22/08/2019) Pagi.

Dalam aksi demontrasi dapat dihadiri terdiri tokoh Agama, tokoh Pemuda, tokoh Masyarakat, tokoh Prempuan, dan Dewan Adat. Selain itu, Pelajar, Mahasiswa, PNS dan orang tua, para petani, dan seluruh lapisan masyarakat Papua ikut serta.

“Kami rakyat bangsa Papua, tak mau dengar lagi bahwa ‘Orang Papua monyet’, maka itu, kami rakyat bangsa Papua minta kepada Presiden Jokowi bertanggung jawab. Bangsa Papua tidak pantas hidup di NKRI,” teriakan Sonny Dogopia dalam seruan aspirasi

Kordinator Umum aksi demontrasi, Sonny Dogopia Dogopia mengatakan, “Monyet Papua yang sedang merantau di pulau Jawa, yakni Mahasiswa Papua kami siap untuk mempulangkan mereka dari kota studi. Masyarakat Non Papua yang tinggalnya di Papua juga siap diri untuk pulang dan tinggalkan tanah Papua, oleh karena itu, Presiden tanggung jawab ongkos trasportasi bagi masyarakat pendatang yang telah lama mendiami di Tanah Papua ini.”

Saat massa aksi menyuarakan haknya, massa meneriak tidak mau orang Papua dianggap disebut monyet, karena sebutan seperti ini bukan hal baru, sudah ada sejak tahun 1996.

“Kami rakyat Papua tak mau dipanggil Monyet maka itu kami lebih memilih untuk lepas dari Negara NKRI yakni kami minta Referendum untuk penentuan Nasib Sendiri bagi kami rakyat Papua.”

Sekain itu, Sonny Dogopia minta kepada Presiden agar para oknum yang telah mengatakan orang papua Monyet itu harus di proses Humun, karena Allah menciptakan Orang Papua serupa-Nya.

Lima point, sebagai aspirasi Demonstrasi pernyataan sikap; Orang Papua tolak Rasisme dan Diskriminasi;

  • Kami orang Papua bukan binatang monyet, kami orang Papua adalah manusia yang punya harga diri dan martabat, punya budaya dan ada sejarah yang sama dengan manusia lain yang sama rendah di seluruh dunia ini di muka bumi.
  • Gubenur Papua dan Papua Barat tidak usah ketemu Presiden, karena presiden se-enaknya minta maaf kepada kami orang papua untuk di maafkan pada hal kami diperlakukan sebagai binatang monyet.
  • Gubernur Papua dan Papua Barat harus bicara agar Mahasiswa Papua yang ada di Sejawa dan Bali agar segera dipulangkan ke Papua.
  • Kedua Gubernur dan Para Bupati Se-tanah Papua agar segera kontrol kepada transmigran luar agar segera dipulangkan ke daerahnya masing masing.
  • Menurut konteks klonialime Indonesia, rasisme adalah penjajahan diatas tanah Papua.
  • Segera membuka ruang demokrasi seluas-luas bagi rakyat Papua, anak sekolah, Mahasiswa, Masyarakat, ASN, Pegawai Negeri, Organisasi, Lembaga-lembaga Adat, akseskan Jurnalis luar agar memyampaikan aspirasi bangsa Papua secara bebas.

Pantauan wartawan media ini, massa aksi telah diterima oleh Dewan Perwakilan Daerah Nabire. Kesempatan itu, anggota DPRD Nabire, Dance Nawipa mengatakan, sangat serius akan bertumbuh rasisme dan diskriminasi di Indonesia, selain itu Nawipa berjanji aspirasi rakyat Papua di Nabire akan tindak lanjuti.

“Alasan dari pada tidak hadirnya Ketua DPRD dan Para Anggota Lain, mereka ke Jayapura, karena Gubernur telah menggundang para Bupati dari 29 Kabupaten dan juga para ketua DPRD dari 29 Kabupaten, mereka juga ada pertemuan pada hari ini, maka ketua DPRD serta beberapa anggota lain mereka ke Jayapura untuk guna membahas persolan situasi ini, maka itu kamu dua terima asprisi ini dan juga kami juga siap lanjutlan kepada Bupati.” kata Dance Nawipa.

Reporter: Mikael Edowai

Editor: Sesilius Kegou

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *