Polisi Melarang Mama-Mama Papua Menjual Noken Bermotif BK di Mansinam.

Manokwari Suara Mee-Di hari pekabaran injil Masuk pulau mansinam,para perajin Noken menjual hasil rajutan mereka dimana kegiatan itu berlangsung Rabu (05-02-2020)

“Ike Agapa dan ike Dogopia Mengaku ada sekelompak polisi dengan jumlah 8 Orang mendatangi mereka di tempat jualan itu,dengan maksud membatasi Para parajin Noken Untuk tidak menjual hasil rajutan mereka itu “Katanya”

Polisi mendatangi tempat itu dengan menawarkan untuk membeli satu noken bermotif bintang kejora dengan harga 500 ribu,setalahnya dia membatasi para Mama Mama Papua tidak melanjutkan menjual hasil rajutan mereka di tempat itu ,karena mengangu keberlangsungan kegiatan di tempat ini,kata polisi itu kepada Para Mama mama papua di mansinam.

“Ike Dogopia sebagai salah satu perajin Noken yang menjual rajutannya di tempat itu,tidak menerima larangan itu,lalu memprotes kepada Polisi itu katanya,kami tidak melakukan tindakan anarkis di tempat ini ,untuk itu jangan membatasi kami untuk menjual noken di tempat ini,karena ini adalah salah satu usaha kami,yang dapat menghidupi kehidupan kami.”katanya”

Lanjut Dogipia jangan membatasi kami disini,soal kenyamanan di tempat ini adalah tangung jawab kita bersama,yang mesti kita jaga agar kegiatan ini bisa berjalanan dengan aman dan lancar,jangan saling membatasi satu sama lain disini,harus kerja sesuai tugas kita masing masing .

Bapa sebagai polisi menjaga keamanan sedangkan kami disini sebagai perajin noken tugas kami adalah menjual hasil rajutan kami “katanya”

“Salah satu saksi Mata Marten Goo membenarkan hal itu terjadi,dia mengaku sangat kecewa melihat kejadian ini,karena seorang polisi membatasi Mama mama papua untuk menjual hasil rajutan mereka,kenapa harus membatasi mereka,Jangan membatasi karena ini adalah usaha mereka yang dapat mereka lakukan ,untuk menghidupi kebutuhan kehidupan mereka “tegasnya”

(Reporter :Benedict Agapa/SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *