Cp: Foto pribadi penyair, Yulianus Degei (WA)

 

ROKOK DAN RINDU

Disini

di gelap malamku

terbunuh sepi

di gelap malam

ditemani rokok dan kopi

untuk bercerita tentang hati yang merindu

berbincang tentang kenangan indah bersamamu

 

Satu-satunya hal

yang sampai saat ini aku sesali

adalah menjadi seorang perokok

bayangkanlah

demi membuat syair cinta

yang amat buruk dan hanya itu

aku harus megusapnya berulang kali

hampir membunuh ragaku

aku hampir gagal membawammu kembali

ke masa-masa indah saat bersama

 

Jangan pernah tanyakan lagi

mengapa aku masih merokok?

apa manfaatnya?

apa untungnya?

karena memang tak ada!

jangan pula kau tanyakan lagi

mengapa aku masih mencintaimu?

apa manfaatnya?

apa untungnya?

karena memang tak ada bagimu!

ya, karena memang tidak ada kata selain aku kecanduan

itu saja

entah rokok atau kamu

yang akhirnya

akan membunuhku.

 

Nabire, 3 Juni 2019

Karya: Yulianus Degei

 

 

 

 

ROKOK DAN KENANGANMU

Kau tak dapat menghitung kenangan

seperti menghitung pontong rokok di asbak

karena kau hanya akan temukan serpian kisah

yang tidak begitu banyak

dan kau banting akan percuma

dalam kelupaanmu

ataupun kau biarkan aku tersesak

karena kenangan sejatinya adalah asap

yang segera akan lenyap

 

Tak akan bisa kau hitung

seberapa banyak aku menebak dada

seberapa aku sesak

berkawan sebatang rokok

kuhirup kembali sebatang cintamu

bersama kenangan indah bersamamu

 

Aku kecanduan merokok

hancur berbatuk

hingga berdahak-dahak

entah kau atau rokok yang membunuhku

keduanya terukir indah

terukir indah dalam diriku

 

Nabire, 5 Juni 2019

Karya: Yulianus Degei

 

 

 

 

ROKOK MENJADI TERINDAH

Sepi dingin dibawah pohon rambutan

melamun angan

tentang kenangan indah bersamamu

dalam lamunanku

hanya sebatang rokok yang menemani

 

Kenapa selalu rokok?

sebab rokok selalu mengerti

nikmatnya hangat

kretek tembakau dipadu dengan kenanganmu

lalu dibungkus dengan senyiumanmu sebagai pemanis

kau bisa saja mencoba rokokku

tapi perpaduan tembakau dan senyiumanmu sangat pahit

menyisakan sesek untuk merindu

 

Kau kejam

senyiumanmu selalu terbayang

rindu untukmu mengikutiku dari belakang

wajahmu menghantui lewat pikiranku

aku tak bisa menahan  hasrat

untuk sebuah temu

namun aku membenci sebuah pertemuan

karena aku hanya bisa diam

mematung dan membisu

jantung berdebar tak berirama

hatiku berteriak meronta-ronta

 

Satu pesan dariku untukmu

kau boleh mencuri hatiku

tapi jangan menyisakan rindu untukku

karena rindu tak kenal waktu untuk datang

tapi lupa akan jalan pulang

hingga tetap pada diriku  yang semakin rapuh

Nabire, 6 Juni 2019

Karya: Yulianus Degei

 

 

 

 

 

MENUNGGU KABARMU

Awalnya begitu indah

saat kau dan aku bertemu dalam keadaan sederhana

kini rasa pahit mulai hadir

saat aku tak lagi mendengar kabarmu

menuggu kabarmu

adalah hal yang membosankan

apa lagi menunggu kepastian

sangat meresahkan

pergilah jauh

jangan beri aku harapan

jika kamu tak ada perasaan terhadapku

 

Maafkan

mungkin aku yang terlalu berharap

mencintai hatimu

yang ingin sekali aku dekap

atau mungkin mimpiku yang terlalu tinggi

 

Kau

bisa aku miliki

jika aku menunggu dalam kepastian

aku akan tetap disini

jika kau beri aku kabar

namun jika tidak

izinkanlah

aku yang menjauh

aku tak ingin kau tersesak

karena sikapku yang berlebihan

dan akupun rapuh dalam menunggu

yang hanya sebatas mimpi

berilah aku kepastian

Nabire, 8 Juni 2019

Karya: Yulianus Degei

 

 

 

 

PENANTIAN TAK BERUJUNG

Hey…

apakah kabarmu?

 

Ketika jiwa menembus waktu

aku berdiri dan terdiam

ditengah luasnya waktu yang berlalu

ketika aku sudah tak bisa

mendengar suaramu lagi

aku mencari kabarmu

dalam sela-sela guguran waktu

namun semua yang aku dapat

hanya kerinduan dan kesepian

kemudian akun berlari menuju senja

yang dihiasi dengan penantian dan butir kerinduan

namun lagi-lagi

tak bisa mendengar suara kabarmu

hanya semu yang kudapatkan

 

Ketika senja sudah berpamitan

untuk beranjak pergi

aku masih disini

terpaku didepan layar android

meskipun itu semu

dalam ruang waktu

kamu selalu kuceritakan

senja ini adalah saksi bisu

untuk penantian yang tak berujung

Dalam ruang waktu aku berdoa

ya Tuhan

kumohon jaka dia

dia yang selalu aku sayang

dia yang aku nantikan

pastikan

dia selalu baik-baik saja

dalam perlindunganmu

Nabire, 13 Juni 2019

Karya: Yulianus Degei

 

 

 

)*Penyair adalah: Mahasiswa Papua yang kini kuliah di UNY Yogyakarta. Dirinya pernah menyair beberapa puisi di www.susarameepago.com

 

 

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *