Oleh:Benedict Agapa

Hidup manusia tidak bisa di batasi oleh manusia kacuali waktunya Tuhan itu datang,tidak bisa menolaknya dengan cara apapun.

Kehidupan manusia papua di negeri ini banyak korban berjatuhan ,Apakah ini mati karena sesuai dengan rencana Tuhan ataukah bukan? Yang pastinya bukan! Di banyak media di viralkan bahwa kematian orang papua dari Tahun ke tahun semakin meningkat,dan memang benar itu fakta yang sedang terjadi di negeri ini.

Korban berjatuhan di papua terlebih khusus lagi Nduga yang hinga kini masih berlanjut,perang ini di mulai tangal 2 desember 2018 lalu,kurang lebih satu tahun lebih dan kini pun masih berlanjut
Entah sampai kapan akan berakhir,yang pastinya tidak ! Akan berakhir bilah papua di berikan kemerderkaan.

Sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah,bupati dan wakil bupati DPRD kabupaten Nduga yang mana punya rasa tangung jawab,beberapa waktu lalu,sudah berupaya untuk menghentikan perang ini dengan cara memintan kepada peresiden indonesia Jokowidodo,untuk menarik kembali TNI PORLI yang sedang membunuh masyarakat Nduga Papua secara tidak manusiawi.

Kapan jawaban penarikan itu akan datang ,kami masih tunggu ?

Suara kami tidak pernah di dengar oleh pemerintah indonesia,entah kenapa,ya benar juga suara kami di abaikan terus tanpa memberikan jawaban yang tepat yang menjadi solusi bagi kami! Karena kita beda ko indonesia kami bangsa west Papua.

Wakil bupati Nduga yang punya hati ikut meraskan penindasan brutal yang di lakukan indonesia yang berlanjut hinga kini,sebagai bentuk Protes keras yang di lontarkan Wakil bupati Nduga wentius Nimiangge,menyatakan diri lepas garuda dan mundur dari Jabatanya sebagai wakil bupati Nduga,hal ini di lakukanya karena banyak hal yang di lakukan untuk menghentikan pembunuhan oleh TNI PORLI Kepada masyarakat sipil Nduga ,namun sampai saat ini negera masih belom memberikan jaminan bagi kami dan belom juga menarikan TNI PORLI dari Nduga Papua.
Tangis jerit derita anak bangsa papua di negeri ini terus terdengar tiada hentinya.

Juga di intan jaya papua yang kini pun masih berlanjut,warga masyarakat sipil disana sedang di bunuh entah berapa korbanya! hidup mereka di gangu oleh TNI PORLI hingga masyarakat disana mengungsi.Kata mereka kami mengungsi karena kami tau bahwa TNI PORLI itu adalah pembunuh.

Gemuruh tembakan masih terdengar yang mengorbankan warga sipil yang mendiami ditempat itu,Anak umur 8 tahun pun di tembak oleh TNI PORLI.

Tiadak hanya itu,masih banyak cara yang sedang di lakukan oleh indonesia untuk memusnahkan orang papua.

Sejatihnya tidak ada kesejaterahan dalam negara yang terjajah,yang di katakan oleh Juru bicara KNPB Pusat Tuan Victor yeimo di akun facebooknya hal ini benar,karena tidak ada nasip hidup yang lebih baik dalam bingkai NKRI.

Saya ko dan kita akan merasakan kesejatrahan yang sesunguhnya di atas negeri leluhur kita papua ini ,setelah kita memperoleh kemerdekaan.kita memimpin negara kita dengan cara dan gaya kita sebagai warga negara west Papua .

Penulis adalah Aktivis Papua yang sedang mengenyam pendidikan di Papua.

By admin

One thought on “Berilah kami buku dan Guru,bukan Senjata dan Tembakan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *