Oleh : Hengky Yeimo

Pada Minggu 10 Mei 2015 dalam pemberitaan di CNN Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan kebebasan kepada para pewarta asing untuk melakukan peliputan ke Papua.”Mulai hari ini wartawan asing diperbolehkan dan bebas datang ke Papua sama seperti di wilayah lainnya di Indonesia,” katanya.

Presiden Jokowi mengatakan dalam wawancara bahwa dia ingin fokus ke masa depan, bukan masa lalu…sementara para pemimpin Papua mengarah pada dialog tentang masa lalu juga.”

Presiden Jokowi menyatakan bahwa dia ingin fokus ke masa depan. Orang Papua juga punya harapan besar yang sama untuk menata dan menatap masa depan tanpa konflik dan pertumpahan darah di Tanah Papua dalam berbagai aspek kehidupan.

Orang Papua juga sudah mulai jenuh dengan praktek masa lalu yang diterapkan oleh pemerintah, konflik, exploitasi SDA dst. Sebab saat dimana orang Papua merancang visi hidup yang baik. Orang Papua selalu diperhadapkan dengan kekerasan. Atas nama sejarah masa lalu. Hal ini tentu bertentangan dengan pernyataan presiden untuk fokus pada masa depan bukan masa lalu.

Pernyataan Presiden Jokowi itu penting dan pernyataan itu adalah pesan presiden dalam praktek berdemokrasi yang baik dalam sebuah negara untuk mendapatkan informasi dan menyampaikan informasi.

Oleh sebab itu posisi media, jurnalis lokal maupun asing dalam kepentingan pemerintah dan orang Papua sangat amat penting. Di mana peranan jurnalis untuk memberitakan potret pembangunan dan visi yang dirancang pemerintah dan masyarakat di kancah internasional.

Siapapun dia baik orang asing atau wartawan asing sekalipun patuh pada aturan sudah di buat oleh pemerintah.

Apa yang dikhawatirkan ?

Selama ini yang pemerintah khawatirkan apabila jurnalis asing masuk ke Papua akan mengangkat sejarah masa lalu orang Papua. Namun itu perspektif sepihak dari pemerintah. Sebab bagaimana mungkin pemerintah belum mengizinkan jurnalis asing masuk ke Papua. Lalu pemerintah sendiri khawatir dengan posisi jurnalis asing yang sudah disetujui oleh presiden untuk meliput di Papua. Tapi sampai sekarang belum ada juga.

Sementara pihak orang Papua berharap agar organisasi internasional ada untuk membantu mempublikasikan potret ketidakadilan pemerintah yang terjadi dan jugaupaya-upaya pemerintah dalam memajukan orang Papua di berbagai bidang kehidupan.

Kedua perfective di atas akan sangat menghambat akses jurnalis ke Papua. Sebab masing-masing mempertahankan kepentingannya.

Peranan Jurnalis sesungguhnya ialah memberitakan fakta dan berpihak pada kebenaran. Biarkan jurnalis asing masuk dengan kode etiknya. Sebab jurnalis asing masuk akan sangat membantu pemerintah.

Biarkan jurnalis asing itu masuk ke Papua mengupdate informasi informasi dari kemajuan dan kegagalan pembangunan Papua ke dunia internasional. untuk menghapus frame yang orang luar memandang orang Papua selama ini.

Orang Papua dan pemerintah berhak mendapatkan dan menyampaikan informasi yang baik. Sebab melalui informasi yang baik masyarakat akan menerjemahkan maksud pemerintah. Dan bagaimana pemerintah dan orang Papua merumuskan visi bersama dalam kehidupan bernegara.

Sebab selama ini jurnalis pada umumnya dalam perspektif Orang Papua adalah meliput semua peristiwa baik maupun buruk. Demi mendapatkan informasi yang baik dan buruk.

Selamat hari Kebebasan Pers Internasional 2020
Salam Damai

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *