Biak, Suara Mee- CEGAH COVID-19. Pemerintah Kabupaten Biak Numfor memesan 5.000 kit alat Rapid Test. Dari jumlah sebanyak itu sudah 1.000 kit yang sudah tiba. Pemesanan alat itu diharapkan dapat membantu tim kesehatan di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Biak Numfor dalam melakukan skrining awal atau penyaring terhadap masyarakat yang berpotensi tertular.

“Kami sudah pesan 5.000 kit alat Rapid Test, dari jumlah itu 1000 kit sudah tiba dan tinggal digunakan saja,” kata Jurus Bica Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Biak Numfor Daud N. Duwiri, S.KM.,M.Kes kepada Cenderawasih Pos, kemarin.

Tambahan pemesanan alat Rapid Test itu dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menyusul meningkatkan kasus positif tertular Virus Corona (Covid-19). Hingga dengan data baru yang terupdate di tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Biak Numfor, jumlah pasien dinyatakan positif terkonformasi tertular Virus Corna sudah menjadi 23 orang.

“Memang Rapid Test belum bisa dijadikan ukuran untuk memastikan seseorang positif tertular Virus Corona atau tidak, namun hasilnya setidaknya bisa menjadi skrining awal atau penyaringan awal untuk melakukan pemetaan, dengan begitu maka setidaknya dapat membantu dalam mempercepat memutus mata rantai penularan Virus Corona di Biak Numfor,” ujarnya.

Sekedar diketahui, bahwa Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan Virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan Virus Corona.Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh Virus Corona. Namun perlu diketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu.

“Jadi memang rapid test di sini hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19. Tes yang dapat memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus Corona sejauh ini hanyalah pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan ini bisa mendeteksi langsung keberadaan virus Corona, bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus ini,” jelas Daud Duwiri.

“Perlu diketahui, bahwa Rapid Test ini merupakan salah satu bagian dari upaya pemetaan, khususnya bagi yang berpotensi terpapar. Oleh karena itu, menjadi fokus adalah mereka yang berpotensi tertular dan itu sudah dipetakan, ya kami harapkan semua pihak ikut mendukung upaya ini, khususnya lagi masyarakat,” lanjutnya menambahkan.

Reporter: Admin

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *