Jayapura, suara Mee- Sejumlah rumah sakit rujukan untuk penanganan Covid-19 di Bumi Cenderawasih kini mulai terlihat kewalahan menangani membludaknya pasien positif terinveksi corona yang dirawat, termasuk PDP (Pasien Dalam Pengawasan).

Tak main-main, jumlahnya kini mencapai 640 pasien, terbagi atas 412 PDP dan 228 positif Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Papua Silwanus Sumule memastikan akibat masih terus bertambahnya jumlah positif Covid-19 dan PDP, maka ketersediaan ruang isolasi di 16 rumah sakit rujukan di bumi cenderawasih mulai tidak mencukupi.

Bahkan hampir seluruh ruang isolasi yang digunakan untuk merawat pasien corona pun sebagian besarnya belum memenuhi standar yang ada.

“Ruang isolasi kita di rumah sakit yang memenuhi syarat hanya dua, yang lain tidak memenuhi syarat. Tetapi suka tidak suka kita harus merawat pasien corona maupun PDP,” terang Silwanus melalui telewicara, Minggu (10/5/2020).

Terkait hal itu, sambung dia, pihak Satgas Covid-19 Papua kini tengah mengupayakan diadakannya satu tempat khusus bagi ODP dan PDP di luar rumah sakit, untuk melakukan isolasi mandiri.

Dimana sejumlah kepala daerah telah menyatakan kesiapan menyiapkan tempat isolasi mandiri dengan kapasitas 200 tempat tidur.

“Entah itu gedung pemerintahan aula atau apa pun kita mendukung. Yang penting ada satu tempat yang bisa digunakan untuk menempatkan pada ODP dan PDP dalam mengisolasi diri,” kata ia.

Sementara sampai dengan Minggu malam, Satgas Covid-19 Papua memastikan ada penambahan jumlah kasus positif virus corona baru yang cukup signifikan.

Total ada penambahan 31 kasus sehingga total pasien positif corona di Papua mencapai 308. Dimana dari 308 kasus positif corona, 228 pasien masih dirawat, 73 telah sembuh dan tujuh meninggal.

31 kasus baru tersebar di tiga kabupaten, yaitu Mimika 15 kasus, Biak Numfor 11 kasus dan Keerom lima kasus.

Sedangkan untuk penyebaran 308 kasus positif virus corona di Papua, jumlah terbanyak ada di Mimika dengan 112 kasus, lalu Kota Jayapura 67 kasus, Kabupateb Jayapura 44 kasus, Biak 22 kasus.

Kemudian di Kabupaten Nabire ada16 kasus, Keerom 16 kasus, Merauke 13 kasus, Jayawijaya tujuh kasus, Sarmi empat kasus, Boven Digoel tiga kasus, Mamberamo Tengah dua kasus dan Supiori dua kasus.

Reporter: Benedict Agapa/SM

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *