Jakarta, Suara Mee- Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menilai Presiden Indonesia, Joko Widodo tak menerapkan karantina wilayah atau lockdown karena tidak punya dukungan finansial yang memadai.

Bahkan menurutnya dari pandemi virus corona telah membuka mata dunia terkait tabir bahkan Indonesia masih dalam kategori negara miskin bukan negara berkembang yang selama ini digaungkan oleh pemerintahan.

“Corona Virus membuka mata Dunia bahwa Indonesia Negara miskin & tidak punya apa apa. Itu sebabnya takut Lockdown, PSBB setengah hati, sekarang mau relaksasi,” kata Natalius melalui akun Twitternya @NataliusPigai2, Minggu malam (10/5/2020).

“Tdk mau turunkan harga minyak, diam2 listrik naik. Munkinkah karena Virus “Nguntal & Momilmo”?” lanjut Natalius.

Tak hanya itu, kata Pigai, masyarakat luar Jawa merasa jengkel harus memakai sistem federal dan pemilu sistem distrik.

“2. negara miskin tidak punya apa-apa. 3. terlalu besar baik wilayah & penduduk. 4. Luar Jawa jengkel harus federal dan pemilu sistem distrik,” cuit Pigai.

Dalam cuitan lainnya, Pigai juga mengungkapkan masalah kritikan dirinya ke pemerintah. Menurutnya mengkritik merupakan salah satu cara untuk berwisata.

“Bagi orang lain, berwisata itu hiburan, tapi bagi kami hidup didunia kritisisme (mengkritik dan menerima kritik), itu menyehatkan jiwa dan vitamin raga! Itu sebabnya Saya tidak pernah memberi pekerjaan kepada penegak hukum.” pungkasnya. 

Reporter: Admin

Sumber: Fajar.co.id

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *