CORONA DAN MEDIS
Karya : Mickhael Kegou)*

Kehadiran Corona
Tidak hanya renguk nyawa
Tetapi juga asingkan manusia dari ketakwaan agama
Tuhan, ampunilah salah dan dosanya

Dia bagai panglima
Prajuritnya muda pencar hingga pelosok dunia
Para serdadu, pejabat, bangsawan hingga rakyat jelata merana
Nafas tinggal setengah kasih

Corona
Penyakit buasnya keluar
Jidatnya penuh liur berbagi percikan
Semua orang ketakutan gementar
Karena dia menyebar bagai angin
Bagai hidangan yang sarinya mematikan

Yang kian terasa saat membenahi diri
Semua bisingan terdiam sepih
Bujukan karantina berdamai di isolasikan diri
Ketika Prajuritnya menyerang bumi

Medis
Tak ku sanggka kejamnya
Sampai jutaan orang lenyap dalam perih

Dibalik itu
Si pembasuh luka berjuba medis menentang duka
Tak tenang hingga ribuan insan diselamatkannya

Manado-Sulut, 11 Mei 2020

PENGGAL TENTANG CORONA
Karya : Mickhael Kegou)*

Ya, aku adalah corona
Ibuku orang china
Ayaku orang amerika
Beranikan orang indonesia

Aku lahir di wuhan
Di dewasakan oleh kaum pecandu modal
Sekarang aku paling ditakuti oleh seluruh manusia di dunia
Mereka yang hari harinya tak beta di rumah
Jadi diam, tabah sabar dirumah

Aktivitas mereka ku ambil ali jadi sunyi mencekam
Setiap manusia yang meminum sari terinfeksi virus
Aku beri mereka 14 hari untuk mencoba menyelamatkannya

Bila tak di selamatkan aku lenyapkan saja

Sulut, 12 Mei 2020

APA DAYAKU
Karya : Mickhael Kegou)*

Walau aku tak betah dirumah
Namun ini tak terpaksa aku duduk dirumah
Pandangi setiap tembok yang mengajari tabah

Ya! Aku dirumah saja tanpa harus berbuat apa-apa
Capai keselamatan aku menatap atap ruang ini
Walau sendiri kian sunyi nan sepi mencekam diri

Untuk sejenak kali Aku tak bisa bermain besama keluarga
Sahabat, dan sanak famili
Aku rinduh ingin bersama
Kembali seperti semula yang bebas melakukan apa saja

Namun apa dayaku
Aku tak kuasa melawan kuasa Corona
Yang makin hari menjadi-jadi
Aku takut, depresi dan trauma
Prajurit Corona yang begitu ampuh panjasona

Namun setiap kekuatan pasti ada sisi lemanya
Dan aku dirumah saja
Yakinkan diri bahwa setelah ini akan cerah
Dan semua akan baik adanya

Sulut, 13 Mei 2020
Penulis puisi adalah mahasiswa Papua kuliah Sulut.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *