Jakarta Suara Mee-Demi menyelamatkan Mahasiswa Dogiyai di kota Study se-Jawa dan Bali,wakil ketua l DPRD kabupaten Dogiyai,Simon Petrus Pekey dan juga Alfred Fredy Anouw Angota DPR Provinsi Papua memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada mahasiswa Dogiyai kota Study se-Jawa dan Bali.

“Bantuan langsung tunai di berikan bagi mahasiswa untuk membeli kebutuhan makan dan minum selama covid 19 berlangsung,karena kami tauh bahwa dalam situasi menghadapi wabah Covid 19 seperti ini para mahasiswa di setiap kota Study membutuhkan kebutuhan bahan Makanan.

DPR Provinsi Papua Alfred fredy Anouw, mengatakan bahwa ini bukan hanya sebagai motivasi berbuat baik melainkan sebuah keuntungan yang tak terelakkan. Suatu hari saya Sedang olahraga jalan kaki dan ada salah-satu seorang mahasiswa yang sedang kelaparan dan kehausan yang sedang jalan. Sih mahasiswa tersebut itu tidak meminta kepada saya.
Tetapi hati saya tergerak untuk memberikan uang. Kemudian saya berikan kepadanya. Setelah saya memberi, hati saya diliputi perasaan bahagia. perasaan senang karena sudah melakukan kebaikan selalu saya rasakan setiap kali melakukan kebaikan. jadi rupanya melakukan kebaikan itu berdampak kepada diri kita. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan Oleh Amsal 11:17 bahwa orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri. Berbuat baik itu adalah suatu keuntungan yang tak terelakkan. Dengan kata lain, saat kita berbuat baik kita merasa baik.

Hal ini bukan berarti kita merasa Hebat, puas diri atau membenarkan diri. Namun hal ini berarti kita mengalami kelembutan dan ketenangan dan merendahkan diri dalam kesadaran bahwa kita menjadi penyalur kasih Allah ,semuanya cari pahala,”katanya.

Wakil ketua 1 DPRD Dogiyai Simon Petrus Pekei Mengatakan Karena kita diciptakan segambar dan serupa Allah yang memiliki sifat yang baik. pada saat kita melakukan kebaikan maka kita sedang berfungsi seperti keinginan Allah. Apakah tujuan Tuhan menciptakan kita didalam Kristus? . tujuan nya yaitu melakukan pekerjaan baik. Karena kita ini buatan Allah, kata Paulus dalam efesus 2:10. diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ayat ini sangat jelas bahwa kita diciptakan untuk berbuat baik.

Saat kita melakukan nya maka kita memenuhi tujuan hidup. Pada Waktu kita melakukan kebaikan maka hal itu bukan hanya menjadi berkat bagi orang lain melainkan juga bagi kita. Bagaimana cara nya saya berbuat baik. Pertama:berikanlah kebaikan kepada orang yang berhak menerimanya. Ini terdapat dalam Amsal 3:27 yang berkat:”janganlah menahan Kebaikan dari pada orang yang berhak menerimanya. ” secara implisit ayat ini mengatakan bahwa ada orang yang berhak menerima kebaikan kita dan ada yang tidak berhak menerimanya. Ada orang orang yang tidak berhak menerima kebaikan yakni mereka yang tidak mau bekerja Padahal mereka mampu untuk bekerja. Paulus mengatakan jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan ( 2 Tesalonika 3:6-15 ).

jangan membantu orang yang hendak memanfaatkan Kebaikan kita. kita membutuhkan kepekaan dalam hal ini. Kedua, berbuat baik lah kepada orang yang tidak bisa membalasnya. Berbuat baik kepada semua orang memang boleh boleh saja. Namun kita mesti prioritas untuk bebruat baik kepada mereka yang tidak dapat membalas kebaikan kita. Banyak Perbuatan baik yang dilakukan manusia saat iini semata mata untuk menerima balasan. kita sedang berada dalam program tukar menukar kebaikan. Program tukar menukar kebaikan ini bukanlah kebaikan yang sebenarnya. Misalnya, seseroang mengadakan pesta dengan mengundang orang orang hebat, denga motivasi, nanti dia akan mendapatkan kado yang istimewa.

Biasanya pesta yang saling menguntungkan ini terjadi terus menerus. memang tidak ada salahnya saling mengundang dalam pesta, tetapi hal ini sedikit hubungannya dengan kebaikan sejati. Tuhan Yesus berkata kepada orang yang mengundang Dia seperti ini:” : “Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.

(13) Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. (14) Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.” (Luk 14:12-14). Kita seringkali mengadakan pesta bersama sama dengan teman teman, tetapi alangkah indahnya kalau pesta itu diubah menjadi sebuah pesta kebaikan yang sejati dengan mengundang orang-orang yang tidak bisa membalas mengundang diri kita karena mereka berada dalam kekurangan.

Misalnya, pada waktu Ulang Tahun, kita merayakannya bersama sama dengan anak anak panti asuhan atau membagi bagi nasi bungkus kepada pengemis. Kapan saya berbuat baik? Pada waktu ada kesempatan untuk berbuat baik, segeralah lakukan perbuatan baik itu. Jangan menundanya, jangan menahannya. Perhatikanlah sekali lagi Amsal 3 :27 :” janganlah menahan kebaikan dari pada orang -orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. alkitab mengatakan: jangan menahan kebaikan.

kita tidak boleh enggan, menunda, merasa malas, mengambil jalan lain ketika ada kesempatan untuk melakukan perbuatan baik di jalan kita. jika kebaikan itu memang harus kita lakukan dan orang itu berhak menerimanya, maka janganlah menundanya. Setiap kali saudara gagal melakukan perbuatan baik yang mampu saudara lakukan maka saudara gagal menangkap sebuah bola yang penting. Dan bola itu tidak akan dilemparkan lagi Sampai batas mana saya berbuat baik. ?

Sampai batas kemampuan saudara. Ada saat nya kita tidak mampu melakukan perbuatan baik tertentu, misalnya kurang waktu, kurang keterampilan, kurang dana atau tenaga. Kita tidak perlu menghukum diri sendiri kalau tidak mampu menjadi jawaban dunia ini. Ada sebuah perumpamaan yang menjelaskan akan hal ini yakni kebaikan seorang Samaria. Orang samaria ini menolong orang yang dirampok. dia membersihkan dan membalut luka orang tersebut.,menaikkan orang itu ke atas keledainya.,membawanya ke tempat penginapan, membayar pemilik penginapan tersebut dan berjanji akan kembali dan membayar kekurangan biaya yang diperlukan sampai orang itu sembuh. Kita melihat bahwa meskipun ia Membawa orang yang terluka ini ke penginapan, ia tidaklah membatalkan perjalanannya untuk merawat orang tersebut.

Ia tetap melakukan tugasnya yang lain. Ia mempercayakan orang terluka itu kepada penginapan. Ia memfasilitasi orang terluka tersebut. Ia tidak lah seorang diri mengurus orang terluka itu. Beginilah caranya memberikan pertolongan kepada orang lain. Kita melakukan sebatas kemampuan kita,”katanya.

“Bantuan langsung tunai yang di berikan untuk kami mahasiswa se-Jawa Bali ini sangat membantu kami dalam mencukupi kebutuhan hidup kami dalam menghadapi wabah Covid 19 .Dana yang di berikan kami akan belanja bahan makanan untuk kebutuhan kami di setiap Asrama Mahasiswa IPMADO di setiap kota Study sejawa dan bali”,Ujar Darius Yobee dalam keterangan tertulis yang di terima Suara Mee.

Semoga tugas dan pelayanan kaka Wakil ketua I DPRD Dogiyai Simon Petrus Pekey juga Kaka Alfred Anouw Angota DPR Provinsi Papua kedepan di berkati Tuhan selalu”tutup Darius Yobee ketua IPMADO Jakarta mewakili semua ketua IPMADO se-Jawa dan Bali.

Reporter : Benedict Agapa/SM

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *