Oleh:Yorim Sasaka


Di era globalisasi ini,seiring dengan perkembangan teknologi yang terus meningkat maka kebutuhan komunikasi pun ikut meningkat dan menjadi salah satu cabang aspek yang tidak dapat di pisahkan. Maka dengan melihat itu saya akan membahas beberapa tokoh yang berbicara tentang komunikasi dan berperan penting dalam ilmu komunikasi, refleksi saya tentang sosmed alias media sosial yang terjadi di sini dan saat ini. Di samping itu tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya bermedia dalam kehidupan kita.


Pesatnya perkembangan media sosial atau medsos kini dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio atau koran di butuhkaan modal yang amat besar dan tenaga kerja yang banyak, lain dengan media. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan media sosial dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa biaya yang besar, tanpa alat mahal dan di lakukan sendiri tanpa karyawan atau pembantu.Penggunaan sosial dengan bebas bisa mengedit,menambahkan,memodifikasi baik tulisan, gambar,video dan berbagai model lainnya.


Adapun para alih yang berbicara tentang pentingnya berkomunikasi dan bersosialisasi dalam kehidupan dewasa ini dengan media sosial. Salah satunya ialah Mcluhan ia mengartikan bahwa“ setiap kejadian atau tindakan yang dilakukan manusia itu akibat pengaruh dari perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi tidak jarang membuat manusia bertindak di luar kemauan sendiri. Pada awalnya manusia yang membuat teknologi, tetapi lambat laun teknologilah yang justru mempengaruhi setiap apa yang dilakukan manusia. Pada zaman dulu belum ada Hand Phone dan internet atau apapun namanya.

Tanpa alat-alat ini keadaan manusia biasa saja dan sangat menikmati hidup ini secara baik. Namun, sekarang kehadiran teknologi membuat manusia hidup ketergantungan pada alat-alat komunikasi atau di sebut dengan medsos itu mengabaikan yang lain. sehingga dalam kenyataannya kita mengalami sendiri dan juga melihat sendiri kehidupan dewasa ini.
kehidupan yang awalnya hidup dalam keharmonisan, kekeluargaan menjadi rusak karena kita salah menggunakan alat komunikasi yang ada. Alat komunikasi yang ada sebenarnya membantu mempermudah kehidupan kita, namun karena salah mempergunakan alat yang ada akibatnya bisa kita terima sendiri.
Menurut Hovland. Ia mengatakan teori perubahan sikap memberi penjelasan bagaimana sikap seseorang terbentuk dan bagaimana sikap itu dapat berubah melalui proses komunikasih dan bagaimana sikap itu dapat mempengaruhi sikap atau tingkah laku seseorang.

Teori perubahan sikap ini antara lain menyatakan bahwa seseorang akan mengalami ketidaknyamanan dalam dirinya bila dia dihadapkan pada informasi baru atau informasi yang bertentangan dengan keyakinannya. Artinya dalam teori ini mau mengatakan bahwa jika kita salah menggunakan media sosial yang ada tentu akibatnya akan menimpa diri kita, keluarga, kita atau kelompok kita. oleh karena itu, sangat diharapkan untuk mengunanakan setiap media yang ada dengan baik dan bertanggung jawab.
Paus Fransiskus memuji dan bersyukur atas kemajuan teknologi untuk perkembangan umat manusia. Ia mengutip pendahuluhnya, Paus Yohanes Paulus II yang mengatakan “ilmu pengetahuan dan teknologi adalah hasil yang indah dari kreativitas manusia, yang diberikan Allah”. Ketika ilmu pengetahuan dan teknologi yang diarahkan dengan baik dapat menjadi sarana yang sungguh berharga untuk meningkatkan kualitas hidup manusia (Laudato Si 2015:102-105).


Pertama-tama kita perluh mengetahui bahwa Kebaikan yang besar dan kejahatan yang besar berasal dari cara orang menggunakan media sosial. Karena meskipun tindakan-tindakan berkomunikasih kerap menimbulkan akibat-akibat yang tidak dimaksudkan, namun manusialah yang memilih apakah akan menggunakan media untuk maksud-maksud baik atau maksud-maksud jahat, dengan cara yang baik atau cara yang jahat.
Apakah media digunakan untuk hal yang baik atau hal yang jahat?.Tergantung dari bagaimanakah mereka/kita,menggunakan media, orang-orang dapat menjadi semakin berkembang dalam simpati dan perhatiannya pada orang lain atau menjadi terisolasi dalam suatu dunia yang berisikan rangsangan-rangsangan yang bersifat egois dan mementingkan diri sendiri.


Tentu cara pandanag setiap generasi atas medsos itu sangat berbeda dan dalam praktek pun akan terlihat dengan lebih jelas. Dan terlebih generasi muda memandang medsos sebagai sesuatu yang baik bagi diri mereka mapun sesama namun karena tidak mengerti dan memahami secara baik serta belum ada pemahaman tentang batas-bata bermedia yang baik dan buruk sehingga bisa saja tindakan mereka bisa merugikan, memalukan diri mereka, keluarga, organisasi atau kelompok masyarakat setempat, sebaliknya mereka mengerti dan mengetahui batas-batas pengunaan medsos yang ada maka ia akan menggunakannya secara baik pula.
Medsos adalah suatu bentuk aplikasi yang di buat dari pengembangan perusahan yang berada dan dengan pencipta yang berbeda, yang terus ada suatu perubahan dari media sosial itu. Medsos ini rata-rata di gunakan oleh masyarakat umum yang ada di negara Indonsia dan pada khususnya di tanah Papua ini. Medsos ini mayoritas digunakan oleh kalangan remaja dan dewasa dan bahkan sampai anak-anak juga menggunakan sosmed, tidak kalah orang tua juga tidak ketinggalan untuk menggunakan medsos, rata-rata sosmed menjadi suatu alat penghubung orang yang ada di bumi ini, bukan hanya orang indonesia, dan khusunya bukan orang papua itu sendiri, tetapi juga hubungan terjadi antara orang Papua, Indonesi dan orang di luar negri.


Media sosial ini rata-rata cara kerjanya adalah dalam bentuk pengiriman pesan dari orang 1 ke orang yang lain dan tanpa di batasi ruang dan waktu, dengan kata lain saling berinteraksi dan bersosialisasi secara online. Dalam menggunakan sosmed ini di butuhkan yang namanya kouta (sejenis pulsa), kalau kouta itu habis maka sosmed tersebut tidak bisa di gunakan untuk berhubungan dengan orang lain. Contoh sosmed yang terkenal dan sedang di gunakan ialah: Facebook,Instragram,Twitter,Path,radio, Snapc hat,bigo live,WA, BBM dan line. Ini hanya beberapa contoh yang saya bisa berikan.


Media sosial pada hakekatnya baik artinya membantu manusia untuk hidup baik, namun dalam kenyataanya kita lihat ada banyak persoalan yang terjadi di dunia, Indonesia dan di Papua pada khususnya. Hemat saya ini merupakan suatu ula atau tindakan manusia itu sendiri, jika ia menggunakan secara baik artinya ia tidak bisa merugikan sesama maupun diri sendiri dan sebaliknya, tergantung dari si pengguna media sosial itu sendiri. Jika salah mempergunakan kebebasan kita dalam bermedia maka akibatnya akan menimpa pada diri kita dan orang lain.


Dengan melihat realita yang terjadi saat ini, bahwa dengan adanya media sosial ini sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat di dunia, Indonesia dan di Papua pada khusunya, dampaknya sampai pada semua tingkat atau golongan baik remaja,dewasa,anak-anak dan bahkan orangtua. Pengaruh dari sosmed ini mengakibatkan menurunya atau menghilangnya nilai-nilai budaya yang sudah ada, yang sebenarnya yang perlu dihidupi dalam hidup ini. Orang tidak lagi peduli akan nilai-nilai tersebut, semua ingin berlomba-lomba masuk dalam suatu budaya baru, mereka tidak mau ketinggalan zaman baik kecil maupun besar. Namun, perlu kita mengetahui bersama bahwa dunia baru tentu bisa membantu kita hidup baik dan juga bisa membuat hidup kita lebih jahu dari sebelumnya artinya bisa mengarahkan kita pada sisi positif maupun negatif.


Manusia sebagai makluk sosial pasti membutuhkan informasi-informasi penting yang terjadi di negara indonesi, dan lebih khusus di Papua, sehingga dengan adanya medsos ini pasti orang-orang akan melakukan sharing informasi-informasi penting, adanya medsos orang bisa berhubungan dengan jarak dan waktu yang tidak terbatas dengan menghilangkan rasa jenuh dengan cara video call-an, telepon, dan SMS. Dalam medsos kita mempunyai banyak teman, membangun komunikasi dan relasi yang baik dengan sesama, saling bekerja sama, bisa mendapatkan informasi secara cepat dan mudah, bisa mengenal dunia luar dan bisa memperoleh pengetahuan lebih banyak. Orang-orang akan semakin pintar dan memiliki pengalaman tentang medsos dan dapat berjuang secara online, dari medsos juga bisa menambahkan penghasilan dan dapat mempromosikan sesuatu hal secara cepat dalam hitungan detik sudah tersebar luas.


Media sosial dewasa ini menjadi sebuah tantangan sekaligus peluang bagi diri sndiri, keluraga, pemerintah setempat dan juga gereja, karena ada begitu banyak hal baik maupun buruk yang ada di dalamnya. Contoh kecil saja dengan adanya game online atau jenis permainan yang lainnya orang lebih memilih untuk tidak berelasi atau berinteraksi dengan orang yang disekitarnya atau tidak peka. Selain itu lupa makan, belajar dll. Perlu ada kesadaran dari dalam diri. Bahwa masih ada hal yang lebih penting yang harus dibuat. Dalam hal ini perlu dilihat bersama karena terlihat dan terkesan bahwa kuranag ada pembinaan yang baik bagi anak-anak dari sejak dini, dan juga pengaruh lingkungan mempengaruhi seseorang untuk salah mengunakan media, dan ini sangat besar pengaruhnya bagi anak-anak sekarang sehingga perlu orangtua melihat hal ini secara baik jangan lihat dan membiarkan dia, dan bagi yang sudah dewasa mestihnya tidak perlu bermain permaiann seperti ini karena pengaruh negatif sangat banyak untuk diri sendiri dan sesama yang lainnya.


Kebanyakan orang sekarang menggunakan medsos dewasa ini sangat memprihatinkan karena orang kadang berpikir seenaknya saja, dapat menurunkan konsentrasi dalam belajar atau dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, sebagai anak, maupun sebagai orangtua. Dan dapat memicu depresi, pola makan menjadi tidak teratur, mengalami sulit tidur,mental teracuni, sisi pamer dan narasi menjadi lebih tinggi dan menghambat dalam proses perkulihan, persekolahan, perkantoran serta dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita dan lain sebagainya. Media sosial bisa membuat hubungan kekeluargaan putus dan hancur, nilai-nilai budaya kita bisa menghilang, saling bermusuhan dan ini memang sedang dan akan terjadi dalam kehidupan ini jika kita tidak menggunakannya secara baik.
Dalam hidup ini ada kelompok-kelompok tak bertanggung jawab banyak mengunakan media sosial untuk menggangu stabilitas masyarakat. Dan salah satu yang terjadi dewasa ini ialah tingginya peredaran hoaks atau berita bohong yang disebar melalui media sosial.

Dengan demikian harapanya agar masyarakat di Indonesia dan di Papua semakin dawasa dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial. Kita perlu terlebih dahulu memastikan kebenaran informasi yang kita dapat di media sosial, sebelum mnyebarkannya kepada sesama yang lain. Hemat saya ini menjadi perhatian kita bersama mencari solusi untuk mengatasi namun, di bahwa ini saya menawarkan beberapa cara mengatasi dampak negatif medsosyang terjadi saat ini dan disini: Orang tua perlu memberikan pemahaman yang baik tentang media sosial alias medsos kepada anak-anaknya sejak dini, Perlu memberikan pemahaman mengenai manfaat dan bahaya tentang berinternet alias medsos, Kenalkan etiket bergaul dengan teman “online”, Hindari anak mengakses internet di kamar pribadi dan Kenalkan aktivitas kreatif lainnya dengan internet. Karena ini sangat berbahaya bagi dirinya dan juga sesama.
Berdasarkan kacat mata saya bahwa di saat ini penggunaan media sosial alias medsos sangat banyak di gunakan di banyak kalangan, baik itu kecil maupun besar dan bahkan medsos digunakan sebagai sampah publik artinya semua persoalan yang bersifat baik maupun buruk semua tuangkan atau dibuplikasikan di media sosial. Semua orang mengandaikan dimedia sosial bisa menyeleaikan setiap persoalan hidup mereka. Tentu ini bisa membahayakan diri kita sendiri, keluarga, sesama, komunitas, budaya dan bahkan tanah air kita sendiri. Maka dari itu, kita diharapakan untuk memakainya sesuai fungsinya. Sebab medsos ini juga bisa membuat kita mendekati yang lebih jahu dan bisa menjahaui yang lebih dekat dengan kita. Dan hemat saya bahwa yang ini kita semua melakukanya baik itu dengan sadar maupun tidak sadar.


Seruan moral juga tak bisa mengeremnya. Buktinya, fatwal Majelis Ulama Indonesia yang melarang penyebaran berita bohong (hoax) seolah tidak banyak mengubah atmosfer media sosial. Ketegangan dan konfilik di dunia masih berlangsung sengit. Periksakan, Fitnah, dan ujaran kebencian masih menghiasi ruang-ruang diskursus publik (Tempocom 5/9/2018). Artinya seruan moral yang diberikan oleh semua pihak tidak mempan dalam mengatasi media sosial yang kini tersebear di seluruh dunia, Indonesi dan di Papua pada khusunya. Maka hemat saya perlu membangun sikap dan karakter bermedsos yang sehat dan bijaksana harus dilakukan secara integratif. Selain melalui regulasi, seruan moral, dan pendidikan, sosialisai juga harus diberikan kepada masyarakat dan terlebih memberikan pemahaman yang baik sekolah-sekolah, dan orang tua mempunyai tugas untuk memberikan pembinaan dan pemahaman yang baik kepada anaknya mulai sejak dini tentang medsos itu sendiri.


Secara umum media adalah suatu alat perantara atau pengantar yang berfungsi untuk menyalurkan pesan atau informasi dari satu sumber kepada penerima pesan. Atau dengan kata lain media adalah segala bentuk saluran yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan. Artinya media sosial dapat digunakan untuk yang baik. idealnya demikian, namun realita sangat beda jahu. Media dapat digunakan untuk yang baik atau yang jahat itu merupakan soal pilihan. Media kadang-kadang merendahkan manusia sehingga menjadi unit-unit konsumsi atau kelompok-kelompok minat yang bersaing, atau memanipulasi para pemirsa dan pembaca serta pendengar. Media juga kadang menutupi kebenaran, sehingga fungsi yang ideal menjadi hilang, tidak berguna. Tugas komunikasi untuk mempersatukan orang-orang dan memperkaya hidup mereka, bukannya mengasingkan mereka dan memeras mereka. Sarana komunikasi sosial, bila digunakan dengan tepat, dapat membantu untuk menciptakan dan mendukung suatu komunitas manusiawi yang berdasarkan keadilan dan kasih, dan sejauh mereka melakukan hal ini, mereka akan menjadi tanda-tanda pengharapan bagi dunia.


Maka dari itu,kita perlu memahami dan mengetahui dengan benar setiap sosmed yang ada sehingga kita mempergunakanya sesuai dengan fungsinya. Dan kita juga harus merubah cara berpikir kita dan cara penggunaan setiap media sosial yang ada. Sebab dengan demikian sosmed ini juga akan membantu setiap kita untuk tetap melangkah maju mengejar impian kita.Jika kita salah menggunak setiap medsos yang ada pasti akibatnya akan terjadi pada diri kita sendiri dan sesama kita. Untuk itu, mari kita mempergunakan setiap medsos yang ada dengan baik agar bisa membawa kita pada jalan yang baik yang bisa berguna bagi diri kita dan sesama.

Penulis adalah mahasiswa di sekolah tinggi teologi dan filsafat fajar timur Papua

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *