Oleh: Benedict Agapa

Manusia tidak lagi menghargai karya ciptaan Tuhan yang paling mulia ,yaitu Manusia,tiada seorang pun yang dapat menciptakan manusia selain Tuhan itu sendiri,Juga hidup manusia tidak bisa di batasi oleh manusia selain Waktunya Tuhan itu datang,sesuai dengan rencana Tuhan itu sendiri.

Saya menyakini bahwa manusia tidak lagi menghargai itu semua,karena realita yang terjadi di Tanah Papua banyak orang meningal karena sikap brutal para TNI dan PORLI membunuh dan menembak tanpa letak kesalahan yang jelas,Sejatihnya hal ini perlu di pahami dan kemanusiaan itu mesti di jujung tinggi.

Pada hakekatnya Manusia mempunyai akal yang baik untuk melakukan hal yang baik,bukan buruknya yang tingkatkan,Sejatihnya kebaikan itu di lakukan dengan cara yang baik pula guna menyatakan bahwa betapa pentingnya kebaikan itu di lakukan.

Dengan berjalan waktu,Manusia tidak lagi mau menghargai karya tangan Tuhan itu,Karya Tuhan sangat mulia dan baik adanya.Manusia tidak menyadari itu.

Orang Papua adalah Manusia ciptaan tangan Tuhan,yang tingal dan hidup diatas Tanah Papua,dengan identitas khas yaitu warna kulit hitam juga rambutnya keriting.Mereka sangat dikenal ramah dalam sikap dan tingkah,juga mempunyai rasa kasih sayang yang tinggi.

Mereka juga sangat menghargai pembedaan karena nyatanya di Papua terlihat kemajukan manusia yang tingal dan hidup,ada orang kulit Putih juga orang Papua itu sendiri,Pada dasarnya Orang Papua itu baik hatinya,karena mereka menjaga silaturahim dalam kemajemukan itu.

Dengan melihat ideologi,Papua adalah suatu bangsa yang sudah merdeka 50 tahun yang lalu,dan saat itu masyarakat Papua sangat merasakan kesejahteraan dan kedamaian di bumi Papua,karena sudah berdiri diatas Tanah sendiri juga hidup sebagai mansuia papua yang sudah merdeka.

Setelah beberapa tahun kemudian para klonial Indonesia,mengindonesiapa Papua kedalam NKRI dengan Paksa.semenjak itu Nasib hidup orang Papua yang damai dan sejahtera itu hilang bersama berlalunya waktu.

Banyak korban berjatuhan,tangis jerit derita terus menyelimuti kehidupan Orang Papua,semenjak Indonesia Mengindonesia Papua .

Pelangaran HAM berat sudah terjadi banyak kali,di Papua,yang cukup di kenal banyak orang,diantaranya.

Peristiwa Wasior Berdarah

yang terjadi pada tahun 2001 merupakan salah satu kejahatan kemanusiaan terbesar dari sekian banyak tragedi berdarah yang terjadi di tanah Papua. Peristiwa ini juga merupakan sebuah petunjuk yang nyata bagaimana pendekatan kekerasan di Papua yang dilakukan oleh aparat keamanan cenderung tidak proporsional dan kerap kali melanggar aturan-aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Komnas HAM menyebutkan setidaknya terdapat jumlah korban yang banyak dengan perincian 4 warga tewas yakni Daud Yomaki, Felix Urban, Henok Maran dan Guntur Samberi, 39 orang terluka akibat penyiksaan, 5 orang dihilangkan secara paksa dan satu orang mengalami kekerasan seksual.

Wamena berdasa 2003

Pada 4 April 2003 masyarakat sipil Papua sedang mengadakan Hari Raya Paskah namun, masyarakat setempat dikejutkan dengan penyisiran terhadap 25 kampung.
Komnas HAM melaporkan kasus ini menyebabkan sembilan orang tewas, serta 38 orang luka berat.

Selain itu pemindahan paksa terhadap warga 25 kampung menyebabkan 42 orang meninggal dunia karena kelaparan, serta 15 orang korban perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang.

penangkapan, penyiksaan, perampasan secara paksa menimbukan korban jiwa dan pengungsian penduduk secara paksa.

Komnas HAM juga menemukan pemaksaan penandatanganan surat pernyataan, serta perusakan fasilitas umum, (gereja, Poliklinik, gedung sekolah) yang mengakibatkan pengungsian penduduk secara paksa.

Peristiwa Paniai berdarah.

Empat orang tewas ditempat,13 orang terluka dilarikan ke rumah sakit. Satu orang akhirnya meninggal dalam perawatan di rumah sakit Mahdi.

Kelima orang yang tewas adalah Simon Degei (18 tahun), Otianus Gobai (18 tahun), Alfius Youw (17 tahun), Yulian Yeimo (17 tahun), Abia Gobay (17 tahun). Kesemuanya pelajar di SMA Negeri 1 Paniai.

Wamena berdarah, Wasior berdarah,Dogiyai berdarah,Paniai berdarah ,Deiyai berdarah,intan jaya,Nduga ,timika dan Pegunungan bintang.semua ini banyak memakan korban.

Banyak orang Papua selalu bersuara meminta kepada negara Indonesia,untuk menyelesaikan semua palangaran HAM yang sudah terjadi untuk usut tuntaskan ,namun suara orang Papua tidak pernah di dengar oleh Indonesia.hal ini menandakan bahwa Papua bukan bagian dari Indonesia,dan hal itu benar bahwa Papua bukan bagian dari Indonesia.

Dengan melihat semua itu bahwa kita adalah dua negara yang berbeda,Indonesia dan West Papua.

Papua juga di kenal dengan limpahnya kekayaan Alam,kami bangga bahwa kita mempunyai semua itu,Tambang Emas,perusahan sawit,perusahan kayu,juga perusahan minyak,semua ini kami punya namun kami tidak pernah mendapatkan hasil dari perusahaan perusahaan itu.sepertinya Indonesia memamfaat kesempatan ini untuk mengambil seluruh kekayaan Alam Kami tanpa ijin,dengan cara Mengindonesia Papua .

Indonesia juga tidak menyukai kita orang Papua,tetapi mereka mencintai kekayaan Alam kami.

Nyatanya bahwa seluruh pelangaran HAM Papua yang sudah pernah terjadi,dan juga sedang terjadi saat ini,Di Nduga yang berlanjut hingga kita sudah hampir 1 tahun 3 bulan, banyak Masyarakat sipil di tembak mati oleh TNI dan PORLI juga banyak Masyarakat mengungsi di mana -mana.

Di intan jaya yang kita masih berlanjut,TNI PORLI juga sudah menembak banyak Masyarakat sipil disana,juga Anak sekolah umur 8 Tahun pun di tembak mati.

Semua ini Indonesia sudah lakukan di depan publik,dan selalu disembuhyikan oleh negara tanpa utus tuntas pelangaran HAM itu sendiri.

Sebagai orang Papua,kami menyadari bahwa tidak ada nasib hidup bagi kami dalam bingkai NKRI,dan sebagai solusi terbaik bagi kami dan harapan utama kami orang Papua adalah “MERDEKA”

Kami meyakini bahwa kemerdekaan itu akan memberikan warna baru,menghapus semua tangis jerit derita orang Papua,karena memang itu tujuan dan harapan kami Orang Papua.

Penulis adalah Mahasiswa Papua juga sebagai jurnalis Muda Papua.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *