Semangat hidup dibutuhkan oleh manusia. Dalam konsep pengembangan diri, semangat ialah kekuatan yang dimiliki oleh seseorang dalam menjalani hidup. Tanpa ada batasan tertentu demi tercapainya sebuah tujuan yang hendak dicapai. Semangat merupakan dorongan yang dimiliki oleh setiap orang, dan itu adalah anugerah Tuhan dalam menghadirkan sesuatu yang baik serta bermanfaat bagi diri dan orang lain.

Namun, dalam saat saat tertentu, seseorang akan mengalami kehilangan semangat. Atau setidaknya, kita pernah mengalami yang namanya kehilangan rasa ‘semangat’. Kenyataan ini, dipicu oleh berbagai faktor baik secara fisik maupun mental. Misalnya, anda merasa cape, sakit, dan lain sebagainya. Sedangkan pengaruh mental adalah kurangnya rasa percaya diri atau merasa pesimis dengan apa yang sedang diperjuangkan.

Kondisi semacam ini (sakit) sesuatu yang tak dapat di tolak. Tapi setidaknya, kita mengaplikasikan pikiran yang baik bahwa Tuhan memberi yang terbaik bagi pemulihan kita. Dengan caraNya, yang penuh kuasa itu.

Sementara kurang percaya diri, adalah sesuatu yang harus disingkirkan. Karena hal itu, dapat menghambat diri dalam menuju hidup yang lebih baik. Sebagai orang Kristen, dukungan doa dalam penyertaan Kristus menjadi tameng dalam memulihkan kembali semangat hidup yang tergerus oleh kelemahan mental kita sendiri.

Melalui firman Tuhan, (Ayat Alkitab) kita dapat menemukan itu, yang dapat di renungkan, saat dimana, rasa semangat kita tampaknya suram dari ruang perjuangan kita menuju keberhasilan yang hendak dicapai. Sehingga dengan demikian, pikiran dan fisik kita dapat kembali bersinar dalam genggaman Tuhan dengan segenap iman yang kita miliki.

Refleksi diri di bukit keheningan buper Waena.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *