Oleh: Yulianus Magai


Mulai dari beberapa bulan yang lalu hingga kini hari sungguh sepih sekali setelah pukul 02 lewat ibaratkan dunia di pake setenya hari
Ranting ranting pohon Cemara berhamburan di depan ku aku dan adik ku berteduh dibawah pohon Cemara itu ujung pulau cendrawasih yang begitu terindah Aku pun tetap memandang ke arah kota holandia, dan sekitarnya. angin sejuk datang dari samudera Pasifik, Angin itu menguasai dirimu dan tidak tahu entah kemana angin itu pergi aku tetap memandang dan memandang,
sekitar pukul 02 kendaraan bermotor dan bermobil tidak ada yang berani mengendalikan kendaraan nya, di kota Holandia Sungguh tak se indah biasanya mulai pukul 02 Sangat sepiih sekali,
Kataku pada adik ku, aku sambil menunjuk jari tunjukku adik lihat kebawah,kota semakin SEPIH, beberapa bangunan terbesar dan mewah di kota holandia yang berdiri gagah di tengah kota itu, semua orang pada dalam rumah pastinya Corona cocid-19 semakin menguasai dunia dan menusuk semua aktivitas di Papua adik ku, sekitar pukul 03 di sekitaran rumah berkaca kaca tinggi dan gagah itu keluar bunyi terbesar dan di dengar oleh penghuni kota itu bunyi nya adalah umat mesjid sedang sholat, sementara itu umat Kristen di katakan beribadah di rumah masih masih mesjid masih saja berbunyi sholat nya, Sungguh sangat membedah bendakan umat Kristen dan Islam


Adik berharap pada ku dan ia berkata, beberapa bulan yang lalu hingga sampai saat ini memang benar benar Sepih, setelah pukul 02 lewat.dan kapan akan berakhir kita tidak tahu
Di atas kota holandia ada sebuah gunung di atas gunung itu ada sebuah tulisan yang di tulis kan yang tertulis” Jayapura city” kata itu siang dan malam selalu ada dan kata itu juga di kelilingi dengan berbagai macam jenis lampu, di Lembaga gunung itu ada sebuah pelabuhan yang terletak di holandia yang berada di samping bibir pantai holandia, di samping samudera Pasifik.
Beberapa bulan yang lalu sungguh sangat ramai sekali di samping bibir pantai Holandia, tapi detik itu sungguh sangat sepuh sekali.


Di atas gunung ciklop matahari mulai masuk awan menetupi gunung, beberapa awan mulai berbentuk sebagai sebuah bukit di langit, bulan dan bintang pun tak bisa di pandang menutupi dengan awan, aku dan adik ku masih saja berbeda di atas kota Holandia belakan TVRI Papua di bawah awan putih papua, sekitar pukul 08 malam, hujan sedikit deras pikir ku awan yang tadi menutupi itu menjadi hujan,
Aku dan adik ku mulai bersiap untuk pulang ke rumah, beberapa menit kemudian hujan itu berhenti dan awan itu tak ada lagi bintang di langit Papua dan bulan di langit Papua sungguh kelihatan sekali. Aku dan adik ku menetap beberapa saat di tempat yang tadi kami duduk itu, angin kencang sekali kami mulai memandang di sekitar kota Holandia kota Holandia dan sekitarnya masih saja sungguh sangat sepih, beberapa bangunan yang gagah, besar, tinggi dan mewah berdiri di tengah kota Holandia dan di jalan raya beberapa balon lampu listrik yang bernyala tetap dan menetap.

Pengaruh lingkungan bergaul dengan lingkungan yang berkembang Belajar menulis berita lebih penting dari pada saya melamun di setiap hariku naik gunung dan dapatkan lah ide ide yang terbaik dan rangkap lah ide ide yang di bawah oleh angin Papua.
Papua ku semoga cepat sembuh dari berbagai penguasaan ini

Penulis adalah Seorang siswa di SMK negeri 3 Jayapura.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *