Oleh : Stefen Boma

Bertedu belajar membaca buku.
Bertabah mengejar impian dan cita-cita untuk mencapai suatu tujuan atau sasaran tertentu.
Jika hasrat mewujudkan harapan dalam konteks kesuksesan dan keberhasilan mesti di sertai dengan tindakan dan kerja keras oleh setiap kita masing-masing.

Ketika anda belajar baca tulis, maka anda akan menjadi bijak dan menjadi seorang inspirator yang jenius di suatu kelak nanti. Ketika anda berperang dan berdaya saing di dunia fanah ini, mesti meningkatkan kualitas, kapasitas dan loyalitas dalam perjuangan.

Seorang bijak yang kontribusi pandangan, ide/gagasan bahkan memotivasi. Berawal dari memperbaiki diri, berjiwa profesional, berpotensi tinggi, sertakan profesi dan belajar karakter kedewasaan.

Sehingga jangan pernah ragu, bimbang, takut dan menyerah. Kembangkan potensial yang ada pada dirimu sendiri. Kemudian akan mempengaruhi orang lain dari sisi kebaikkan anda walaupun segelintir orang di pandang sebelah mata intinya memotivasi dan mengajari bagi yang akan mengacuh.

Ketabahan dalam setiap waktu akan mengajari sebuah arti kesadaran. Jika anda mahir untuk memotivasi orang lain, maka anda bertabah dan menjalani kondisi dan situasi apapun untuk menyelesaikan sebuah amanah sebagai tanggung jawab pribadi. Tentu akan berhasil! Bila anda intraksi dan konsultasi dengan orang lain akan memberi nilai yang maksimal.

Untuk itu, spiritualitas dan loyalitas diri musti di tingkat level atas untuk menjalani suatu kepercayaan atau amanat yang diberikan kepada kita kemudian akan menjadi tanggung jawab kita. Amanah adalah suatu kepercayaan yang sangat berharga sehingga harus jalani sesuai harapan orang banyak dan memelihara kesabaran dalam diri.

Tipe seorang pemimpin menjaga etika santun, memiliki rasa percaya diri, mengelola pikiran, memperbaiki kesalahan, mengatasi ketakutan, mengedukasi pikiran positif, serta berani mengambil keputusan bahkan keberanian diri. Maka, apapun kendala dan kekeliruan yang pekah pun akan sendiri terselesaikan.

Berbahagialah bagi seorang kaum pria dan wanita yang memotivasi orang lain. Kemudian akan belajar kesadaran dan ketabahan walaupun tantangan, hambatan, dan rintangan menerpa untuk menghadang dan mengancam sekalipun. Masalah adalah bagian dari hidup, tanpa masalah manusia hidup berfoya-foya, sehingga jangan pernah bergoyah, menyerah dan putus asa, entahlah.

Setiap persoalan masalah yang menerpa untuk mengancam anda. Anda akan tetap optimis dan kokoh untuk meyelesaikan masalah. Masalah ada bukan untuk mengabaikan begitu saja tapi menghadapi dan mengatasi.

Jika, inisiatif anda meraih prestasi maka anda mengedukasikan pikiran positif dan memposisikan diri untuk kontribusi pandangan, ide/gagasan bahkan dorongan terhadap orang lain untuk sukses.

Kita sebagai kaum intelek belum tentu akan memberi sebuah kepercayaan baik di tingat pendidikan, agama dan budayanya. Sehingga belajar dengan kesungguhan hati mulai dari diri pribadi dan dimana saja anda berada. Guna menyiapkan diri untuk masa depan. Untuk menerapkan atau implementasikan hal positif terhadap orang lain yang akan membutuhkannya.

Bisa karna biasa. Biasa karna sudah terbiasa. Sehingga apapun potensi atau kemampuan kita musti berbagi bersama orang yang mengacuh padanya. Berbagi adalah saling melengkapi antara sesama kita. Berbagi sangat signifikan agar relasi antara kita dengan orang lain mudah terjalin erat.

Ketika kita membuat orang lain sukses terlebih dahulu maka kita akan sukses berlipat ganda. Ide anda ditukar dengan ide saya maka kita beruntung berlipat ganda.

Seiring berjalannya waktu hidup terus semakin berubah. Berjalan dengan bergaya santai semoga akan menginspirasi hal positif dalam hati sanubari. Karena hidup adalah sebuah misteri, setiap kita tak luput dari kelemahan, kekurangan dan keterbatasan maka kita saling membantu, saling menghargai dan saling menghormati.

Oleh sebab itu, moment atau kesempatan yang ada gunakan dengan baik dalam segala aspek untuk memberi makna hidup baik dan benar sekalipun anda tak mengacuhnya.

Belajar adalah salah satu cara yang dilakukan dan membahagikan makna hidup yang sebenarnya. Belajar yang di analogikan disini adalah konteks membaca buku. Membaca buku adalah kerinduan setiap insan, maka sulit memahaminya sebab belajar dibalik telapak tangan sehingga kurang di pahami.

Belajar baca buku akan mengantar anda pada tempat yang nyaman dan tenteram. Belajar baca tulis adalah cara super mudah yang dilakukan oleh setiap insan atau manusia tanpa gelar akademik sekalipun. Namun, sulit untuk menemukan hal yang seluwes.

Saya hidup untuk berkarya. Berkarya pula untuk hidup. Sehingga selagi menghirup nafas melakukan yang terbaik buat orang lain. Jangan mudah terprovokasi dan terpancing untuk menjatuhkan diri anda.

Jadilah panutan dan mengajurkan garda terdepan bagi orang lain. Jika perbuatan kita baik maka kebaikkan menerpa di pundaknya untuk menghasilkan buah yang baik.

Suatu karya adalah bagian dari belajar. Belajar untuk berkarya. Salah bukan untuk menyerah dan salah bukan berarti tidak bisa. Kesalahan masa bodoh akan ada perubahan di suatu kelak nanti.

“Penulis adalah mahasiswa Papua yang sedang menempuh Pendidikan di (UNIYAP) Jayapura, juga sebagai Jurnalis Muda Suara Meepago”.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *