Oleh : Nelson Douw

Hingga sampai saat ini, penyebaran Covid-19 (Corona) semakin meluas didunia, termasuk di Indonesia terlebih khusus di Papua. Penyebaran wabah covid-19 atau corona virus semakin laju dengan memakan banyak korban jiwa di seluruh dunia.

Dunia sibuk mengurus Covid-19 yang semakin meyebar luas di belahan dunia . Adapula di beberapa negara-negara super power (adikuasa) pun kian mengalami penurunan secara drastis di segala bidang. 

PT. Freeport Kurang Lebih 59 Tahun PT. Freeport beroperasi (Menambang) Diatas Tanah Papua (Amungsa), Pemerintah Indonesia dan amerika serikat sebagai pemegang saham terbesar hanya mementingkan profit dari hasil Tambang tersebut, Ketimbang Pengakuan hak ulayat bagi masyarakat bangsa papua. 

Diseluruh dunia diberhadapkan dengan Pandemi Covid-19 ditengah gejolaknya penyebaran wabah virus yang kian Mematikan banyak korban jiwa. Dengan seenaknya Negara indonesia sibuk menguras tambang raksasa (PT. Freeport)  di atas tanah Papua dengan tak mengedepankan nilai kemanusian.

Dimanakah sila yang berbunyi “Pri kemanusiaan yang Adil dan Beradap” karena Negara Indonesia tak menghormati nilai kemanusiaanya. dalam artinya, sekitar 54 para buruh (karyawan) terinfeksi wabah covid-19 (Corona). Namun, perusahan PT. Freeport Tetap Eksis Menambang diatas tanah Papua. 

penyebaran wabah Covid-19 di Papua khususnya di areal Tambang PT. Freeport Papua (amungsa) semakin hari semakin melonjak. Sekitar 54 para buruh (Karyawan) terinfeksi Covid-19 . hal seperti itulah pemerintah serta  manajemen perusahan harus mengambil tindakan untuk tutup total  seluruh operasi tambang demi keselamatan parah buruh (Karyawan). 

Hadirnya Perusahan raksasa (PT. Freeport) yang kurang lebih beroperasi selama 59 tahun diatas tanah Papua secara ilegal, telah menjadi sumber konflik ditengah kehidupan Masyarakat adat Papua yang mendiami (huni) di sekitaran Gresbeng. Tindak membawah dampak perubahan bagi Orang Asli Papua (OAP) secara komprehensif diatas tanah papua, malah memunculkan banyak konflik dikalangan masyarakat Papua. 

Selain merampas hak sipil dan politik bangsa papua, dan hak buruh (Karyawan ) yang tidak dianggap begitu saja. Seharusnya PT. Freeport hadir dalam mengupayakan hak-hak buruh (Karyawan) bukan hanya Tahu Menguras kekayaan alam papua saja.

Sementara itu, dalam berita yang dirilis Majalah jubi (12/05) Pemerintah daerah ( wakil Gubernur papua  maupun bupati mimika ) mendesak ke presiden atas penutupan operasi tambang sementara waktu selama Pandemi covid-19. Namun, hingga sampai jakarta tidak mau menanggapinya. 

Sungguh sangat ironis, pemerintah indonesia membiarkan PT. Freeport tetap beroperasi dengan seenaknya. Berarti, Indonesia telah melanggar hukum internasional ILO.

yang berbunyi, “tentang ketenagakerjaan serta tentang HAM lebih pada humaniter itu telah dijelaskan bahwa, ketika satu areal konsensi atau suatu perusahan mengalami musibah luar biasa, maka perusahan punya kewajiban untuk memberhentikan atau mengkarantinakan seluruh karyawan,” Kata Dominggus Sorabut, Ketua DAP kepada suarapapua.com di wamena, Kamis (21/5/2020).

Apa yang dilakukan Indonesia terhadap Orang Asli Papua (OAP) membuktihkan bahwa, Negara Indonesia tidak mencintai rakyatnya. Dan mengutamakan keselamatan ekonominya. Sebelum hadir pandemi berbahaya ini, Indonesia selalu mengedepankan Ekonomi hal itu memang realistis diatasi tanah Papua.

Sebenarnya Ekonomi dalam suatu negara tetap berjalan aman dan damai, apabila manusianya sehat, bugar dan aman . Bagaimana ekonomi bisa berjalan dengan baik apabila manusianya terkena Corona Virus (Covid-19) dan Meninggal begitu saja.

Semoga tulisan ini menjadi bahan pertimbangan, untuk pihak yang berwenang dalam langkah mengambil tindakan-tindakan untuk tutup PT. Freeport demi Keselamatan manusia dari bahanya virus Corona yang Mematikan Ini.

Penulis adalah Mahasiswa Papua 
Yang sedang mengenyam pendidikan di Papua
.

Referensi:

(1).https://jubi.co.id/wagub-papua-minta-freeport-hentikan-sementara-mobilisasi-karyawan/

(2).https://suarapapua.com/2020/05/22/pekerjakan-karyawan-ditengah-covid-19-freeport-dinyatakan-telah-melanggar-hukum-internasional/

(3).https://suarapapua.com/2020/05/19/pt-freeport-indonesia-diminta-hentikan-sementara-pengoperasian/

(4).https://amp.kompas.com/regional/read/2020/05/08/16510501/bupati-mimika-kami-mohon-presiden-jokowi-tutup-sementara-freeport

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *