Cp : Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Orang Asli Papua. (BMK -OAP) di dampingi Ketua KAPP Papua, Musa Haluk dan Ketua Satgas Covid -19 KAPP Papua Elisabet Tebay saat menyerahkan alat kerja di depan Kantor KAPP, di Padang Bulan, Rabu, (27/5/2020) – (SM/Hengky Yeimo).

Jayapura,Suara Mee – Ketua Bidang Ekonomi Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Papua Elisabet Tebay mengatakan tujuan diberikannya alat kerja ini adalah mendukung beberapa kelompok usaha yang ingin berkebun tapi kekurangan dalam alat kerja. Ada 60 Kelompok Kerja yang mendapatkan bantuan.

“Sehingga hari ini KAPP melalui pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Orang Asli Papua (BMK -OAP) menyerahkan bantuan alat kerja ke masyarakat berdasarkan pengusulan nama – nama kelompok kerja. Di Bagikan ke 60 Kelompok kerja Kebun, diharapkan bantuan ini dapat bermanfaatkan,”Skop atau cacul Sebanyak 200 linggis 200, Kapak 200, Parang 200, Batu asa 200, tambah Sembako. Pembagian ini didampingi langsung oleh Musa Haluk dan Ketua Satgas Covid -19 KAPP Papua,” kata Tebay saat menyerahkan alat kerja di depan Kantor KAPP, di Padang Bulan, Rabu, (27/5/2020).

Tebai mengatakan, dengan diserahkan bantuan ini dapat digunakan untuk mengelolah hutan, tanah agar kemandirian masyarakat Papua bisa tercapai dengan Gerakan berkebun dan melaut.

“Saya harap para pekerja ini bisa memanfaatkan waktu luang untuk bekerja dan tinggal di rumah,” katanya.

Sementara itu, Kepala BMK – OAP Yopi Murib mengatakan pemerintah provinsi sangat apresiasi Apa yang dilakukan oleh KAPP di mana melalui bantuan pemerintah provinsi yang menyerahkan langsung alat kerja kepada KAPP dan dapat disalurkan langsung kepada 60 Kelompok kerja.

“Gubernur provinsi Papua Lukas enembe dan wakil gubernur klemen tinal memberikan apresiasi kepada kamar adat pengusaha Papua yang terus membantu masyarakat untuk kembali ke kebun salah satunya pada saat ini dengan penyerahan alat pertanian seperti sekop linggis kapak parang dan lainnya kami harapkan masyarakat dapat kembali ke kebun karena lahan kami masih luas sehingga kita harus berkebun untuk mengatasi dampak ekonomi dari Covid – 19,” kataya usai menyerahkan bantuan di kantor KAPP di Padang Bulan, Rabu, (27/5).

Ketua KAPP Musa Haluk mengatakan, dengan masyarakat Papua kembali ke kebun kita telah kembali kepada jati diri kita untuk menciptakan pangan lokal yang merupakan makanan tradisional orang Papua.

” Kami harap dengan masyarakat kembali ke kebun maka mereka telah kembali kepada pangan lokal yang merupakan makanan tradisional kita sendiri dan dengan adanya penyerahan bantuan alat kerja ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin agar kedepan dampak dari Covid tidak terpengaruh karena masyarakat Papua sudah memiliki pangan lokal yang sudah ditanam sejak dini,” katanya.

Reporter : Hengky Yeimo
Editor : –

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *