(ilustrasi :jembatan kali balim)

Jayapura,Suara Mee – Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya melalui dinas Pekerjaan Umum (PU) dinilai lambat melakukan perbaikan jembatan hingga mengakibatkan dua warga yang hendak menyeberang di Sungai Balim hanyut hingga meningal dunia pada jumat 15 Mei 2020.

“Nama – nama korban pertama Nengge Menan Murib laki-laki umur 22 Tahun pekerjaan belum ada, kedua Emosi Murib laki-laki umur 29 Tahun pekerjaan belum ada, alamat kampung logonggabut distrik Bruwa Kabupaten Lanny Jaya kejadian pada hari jumat tangal 15 mei 2020,” katakan, Ketua DPRD Kabupaten Lanny Jaya, Tanus Kogoya kepada wartawan melalui sambungan telepon selulernya, di Jayapura, Kamis, (28/5).

Usai Kogoya melakukan kunjungan langsung ke masyarakat di 8 Distrik yaitu, Distrik Balingga, Kuyawage, Balingga Barat, Buruwa, Ayumnati, Wanobarat, Mokoni dan Goa Balim.

Kabupaten Lanny Jaya belum lama ini.Dimana kejadianya terjadi pada tangan (15/5) sementara masyarakat suda menyampaikan pada saat awal bulan.

Dikatakan, Tanus bahwa dari kunjunganya itu masyarakat mengaku kecewa karena jika pemerintah lebih cepat membangun jembatan pastinya dua warga tersebut bisa selamat, tapi pemerintah sangat lambat dalam merespspon padahal maayarakat suda menyampaikan sejak awal bulan mey.

“Kepala Distrik dengan masyarakat di wilayah itu suda datang ke Pak sekda dan dinas PU meminta agar jembatan itu di perbaikan tapi karena tidak di perbaiki maka, warga itu tengelam bahkan sampai saat ini jembatan belum jadi, saya suda sampaikan di lanny jaya masyarakat mati bukan karena corona tapi karena pemerintah lambat membangun infrastruktur,” katanya

Ia mengatakan, sebagai akses utama masyarakat di balinga dan brua kali balim ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah, bahkan ia mengaku dalam pertemuan Forkompimdan beberapa waktu lalu di Wamena ia suda meminta agar segera diseriusi jemabatan yang suda memakan korban tersebut.

“Masyaraakt suda lapor ke Sekda dan Kepala dians PU tapi tidak ada respon akibatnya dua orang korban maka kami minta pemerinta segera bangun jembatan ini, ini urgen, dan kami sebagai DPRD tetap menjalankan fungsis kontrol sebagai penampung aspirasj masyarakat,” paparnya.

Selain itu kata dia masyarakat di di 8 Distrik yaitu, Distrik Balingga, Kuyawage, Balingga Barat, Buruwa, Ayumnati, Wanobarat, Mokoni dan Goa Balim juga mengeluhkan jembatan di sungai melagi yang mrngalami hal yang sama di hatam deras air hingga putas saat hujan beberapa waktu lalu.

“”Jalan tidak bisa menyebaran ke Tiom – Golikme, Seharusnya pembagian bama itu di dapat dengan muda dengan kendaraan tapi skarang maayarakat harus jalan kaki, dan peristiwa di jembatan putis di dau titik sungai balim dan Melagi inj suda di disampaikan usulan dari 1 bulan lalu namun sampai saat ini masih nihil, jadi kami minta dua titik di kali melagi dan balim harus di perhatikan,” tegasnya

Reporter :Admin
Editor : –

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *