Jayapura Suara Mee- Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya melalui dinas Pekerjaan Umum (PU)  dinilai lambat melakukan perbaikan jembatan hingga mengakibatkan dua warga yang hendak menyeberang di Sungai Balim hanyut hingga meningal dunia  pada  jumat 15 mei 2020.

Hal ini dikatakan, Ketua DPRD Kabupaten Lanny Jaya, Tanus Kogoya S. Pd kepada suara Mee melalui sambungan telepon selulernya, di Jayapura, Kamis, (28/5).

Usai dirinya melakukan kunjungan langsung ke masyarakat di 8 Distrik yaitu, Distrik Balingga, Kuyawage, Balingga Barat, Buruwa, Ayumnati, Wanobarat, Mokoni dan Goa Balim Kabupaten Lanny Jaya belum lama ini.

Dijatakan kejadian itu terjadi pada tangan (15/5) sementara masyarakat suda menyampaikan kepada pemerintah sejak saat awal bulan.

Dikatakan, Tanus bahwa dari kunjunganya itu masyarakat mengaku kecewa karena jika pemerintah lebih cepat membangun jembatan pastinya dua warga tersebut bisa selamat, tapi pemerintah sangat lambat dalam merespspon padahal masyarakat suda menyampaikan sejak awal bulan mey.

“Kepala Distrik dengan masyarakat di wilayah itu suda datang ke Pak sekda dan dinas PU meminta agar jembatan itu di perbaikan tapi karena tidak di perbaiki maka, warga itu tengelam bahkan sampai saat ini jembatan belum jadi, saya suda sampaikan di lanny jaya masyarakat mati bukan karena corona tapi karena pemerintah lambat membangun infrastruktur,” katanya 

Ia mengatakan, sebagai akses utama  masyarakat di Distrik Balinga dan Brua kali balim ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah, bahkan ia mengaku dalam pertemuan Forkompimda beberapa waktu lalu di Wamena ia suda meminta agar segera diseriusi jembatan yang suda memakan korban tersebut.

“Masyaraakt suda lapor ke Sekda dan Kepala dians PU tapi tidak ada respon akibatnya dua orang korban maka kami minta pemerinta segera bangun jembatan ini, ini urgen, dan kami sebagai DPRD tetap menjalankan fungsis kontrol sebagai penampung aspirasi masyarakat,” paparnya.

Selain itu kata dia masyarakat di di 8 Distrik yaitu, Distrik Balingga, Kuyawage, Balingga Barat, Buruwa, Ayumnati, Wanobarat, Mokoni dan Goa Balim juga mengeluhkan jembatan di Sungai Melagi yang mengalami hal yang sama di hantam deras air hingga putas saat hujan beberapa waktu lalu.

“”Jalan tidak bisa menyebaran ke Tiom – Golikme, Seharusnya pembagian bama itu di dapat dengan muda dengan kendaraan tapi skarang masyarakat harus jalan kaki, dan peristiwa di jembatan putis di dau titik sungai balim dan Melagi ini suda di disampaikan usulan dari 1 bulan lalu namun sampai saat ini masih nihil, jadi kami minta dua titik di kali melagi dan balim harus di perhatikan,” tegasnya, 

Nama – nama korban pertama Nengge Menan Murib laki-laki umur 22 Tahun pekerjaan belum ada, kedua Emosi Murib laki-laki umur 29 Tahun pekerjaan belum ada, alamat kampung logonggabut distrik Bruwa Kabupaten Lanny Jaya  kejadian  pada hari jumat tangal 15 mei 2020.

Menangapi hal itu ditelpon tarpisah PLT Sekda Kabupaten Lanny Jaya Let Yigibalom mengatakan untuk pembangunan jembatan di Kali Melagi telah dikerjakan, sementara jembatan di Kali Balim belum bisa di kerjakan karena sampai saat ini jalan belum bisa di masuki truk dan masih rusak.

“Jalan utama di Kali Melagi suda kami perbaiki sementara jalan suda bisa di akses, kemarin pembagian Dana Lani Jaya Sejahtera  kami gunakan jalan itu, sementara sungai balim yang putus tidak bisa kami perbaiki jalan masuk saja tidak bisa masuk truk dan lainya, sementara untuk dua orang yang dikatakan hanyat, itu bukan karena melintas jembatan yang rusak tapi karena mereka sedang mandi baru  mereka hanyut dan didapat di pagi hari jadi tidak hanyut karena jembatan rusak ini saya luruskan,” paparnya,

Reporter :Admin/SM

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *