Jayapura,suara Mee-Jemaat Edoutou Argapura kini kembali merayakan ibadah bersama pertama di lokasi baru argapura gunung mengunakan tempat ibadah darurat beratapkan tendah ,setelah gereja terbekar di beberapa minggu lalu.
Setelah ibadah pertama berlangsung di tempat ibadah jemaat edoutou terlihat sangat antosias,karena lokasi itu sudah menjadi pilihan dan kesepakatan bersama untuk membangun Gereja baru.

Lokasi yang terdapat di Argapura gunung dengan ukuran 1674 persegi,ini menjadi pilihan dan sudah di sepakati bersama oleh seluruh jemaat edoutou untuk mendirikan Gereja baru demi memperlancar proses ibadah kedepan,sebab lokasi ini sangat mendukung untuk membangun gereja dan segala perlengkapan gereja karena lokasi ini sangat luas.

Lokasi ini juga menjadi pilihan bersama jemaat karena mengingat setelah gereja jemaat edoutou terbakar di tempat yang awal, setelah kabar terbakarnya Gereja di dengar bupati kabupaten puncak Willem Wandik berjanji akan membangun gereja berlantai dua,meningat hal ini jemaat edoutou lebih memilih untuk berpindah untuk memilih lokasi baru untuk membangun gereja .hal itu di katakana pendeta simon bunai saat di temui suara mee di argapura.

Simon juga menjelaskan kronologis terjadinya kebakaran gereja edoutou di Argapura,api bermula dari rumah tetanga yang berdekatan dengan gereja ,awalnya terjadi kebakaran rumah di samping gereja hal itu menyebabkan gereja edoutou juga ikut terbakar,”ujar pendeta
Ia juga berkata lokasi yang menjadi piliha bersama jemaat untuk membangun gereja,ia mengaku lokasi itu sudah menjadi milik gereja,sebab kami sudah memiliki sertifat tanah dan juga kami sudah melalukann pelepasan tanah adat,”katanya.

Di tempat ini kami tidak hanya bangun gereja saja,kami juga akan bangun pastori,dan juga paud,sebab lokasi yang kami pilih sangat mendung kami untuk membangun semua itu,tidak sama dengan lokasi yang awal ,”ujar simon bunai pendeta jemaat edoutou.

Jhon bunai sebagai tokoh intelektual menjelaskan pemindahan itu ada karena kesepakatan bersama seluruh jemaat dan di saksikan langsung oleh ketua klasis kota,kesepakatan itu di ambil secara sah oleh jemaat itu sendiri,dengan mempertimbankan berbagai hal,diantaranya untuk membangun sebuah gereja yang baru sesuai dengan perkataan dari bupati puncak bapak willem wandik,Ia bersedia membangun sebuah gereja berlantai dua,jika gereja ini di bangun di lokasi yang semula maka lokasi itu kecil untuk bangun gereja seperti yang di katakana bapak willem wandik,untuk itu lokasi baru ini sangat tepat untuk kita dirikan gereja”Tutur Jhon Bunai sebagai intelektual dari jemaat edoutou.

Bunai juga mengatakan lokasi yang baru sangat mudah untuk akses transportasi mendrop bahan bangunan untuk memperlancar proses pembangunan gereja,dengan ini gereja dilokasi ini akan berdiri sesuai dengan keinginan bersama jemaat itu sendiri.
Ia juga menjelaskan yang berhak untuk memindakan gereja ini adaah jemaat,kami pendeta,gembala dan tokoh intelektual tidak berhak untuk memindahkan gereja ini,untuk ini pemindahan gereja dilokasi baru ini murni dari kesepakatan jemaat itu sendiri,pada tangal 17 mei 2020,”katanya

Pemuda jemaat edoutou siap mendukung dalam proses pembangunan gereja dilokasi baru ini,sebab ini adalah pilihan kita bersama,untuk itu pemuda siap membantu pembangunan gereja hinga selesai sebab gereja adalah rumah Tuhan,yang wajib kita dirikan demi memuji dan memuliakan nama Tuhan,”ujar Amos Gobai Ketua Pemuda Jemaat Edoutou Argapura.

Pewarta :Benedict Agapa/SM.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *