Jayapura Suara Mee-Mengingat 7 Tapol Korban Rasisme yang di tahan di Kalimantan timur yang hingga kini belom di bebaskan, Solidaritas Mahasiswa Papua kembali Mengelar Aksi di depan Auditorium Universitas Cendrawasih untuk meminta dibebaskan 7 Tapol Papua Jumat (6/05/2020)

Demostrasi ini di lakukan Solidaritas Mahasiswa Papua yang tergabung dalam beberapa universitas di kota jayapura untuk Meminta Kepada Negara Indonesia untuk membebaskan 7 Tapol Papua di Kalimantan timur yang sedang menjalani Sidang,sebab Mereka adalah Korban ujaran rasisme bukan pelaku.

Adapun Pernyataan Solidaritas Mahasiswa Papua :

  1. Presiden republik Indonesia, segera membebaskan tanpa syarat tahanan Politik korban rasisme di seluruh Indonesia, terutama 7 tahanan politik korban rasisme yang sedang disidangkan di Kalimantan timur.
  2. Gubernur, DPRP, MRP, segera meminta kepada para penegak hukum untuk membebaskan 7 tahan politik yang sedang didiskriminasi oleh para penegak hukum.
  3. JPU, Yafet Bonai Dkk, segera meninjau kembali tuntutan yang sama skali tidak sesuai fakta-fakta persidang terhadap 7 TAPOL korban rasisme di Kalimantan timur, dan bertidaklah sebagai JPU yang bijaksana tanpa ada desakan oleh pihak mana pun.
  4. Meminta kepada Hakim untuk tetap menegakan hukum dan keadilan sesuai UUD tahun 1945. pasal 24 ( 1 ) tentang kekuasaan kehakiman yang merdeka untuk menyeleengarakan peradilan guna menegakan hukum dan keadilan.
  5. Apa bilah poit 1-4 diatas tidak dapat diindahkan sebelum amar putusan dijatuhkan maka kami akan lakukan demonstrasi tolak rasisme jilid-III
    Demikian Pernyataan sikap ini kami buat dengan sadar, dan untuk di tegahkan.

“ Walaupun Langit Runtu, Hukum Tetap Ditegahkan Dengan Seadil-Adilnya “

Reporter :Benedict Agapa/SM.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *