Oleh : Alexander Gobai

Di saat mentari terbit, bunyi kebebasan singkat dimata. Namun, perlahan mendekat dan mendengar sepucuk surat dari tangan besi, menggantungkan keadilan demi kepentingan Roda Raksasa di bumi ibu pertiwi.

Rasis, itulah teriakan segerombolan serdadu. Menghianti jati dari bangsa dan Martabat HAM. Papua membarah, membludak gerakan Anti Rasis.

Ditahan dan diadili, memblokade belasan tahun penjara, inilah Kasus Rasis, bukan MAKAR.

Rasis musuh sebuah bangsa. Beragam suku dan budaya, ras dan etinis, perluhnya dijaga rapi. Namun Raksasa Ibu Pertiwi abaikan hukum ditulis elok dan permai itu.

Rasis mesti dilawan. Keadilan dan kebenaran mesti dihargai dan dijunjung tinggi, jika ada penentang Rasisme.

Korban Rasis dituntut tak setimpal pelaku Rasis. Mesti ditanya, harga keadilan berapa? Ya bisa dibeli! Mesti ditanya lagi, apakah hukum digadaikan ya bisa terjadi.

Lawan Ketidakadilan, Rasis harus dimusnahkan dari bangsa ini. Korban Rasis harus seadil-adilnnya dengan hukuman pelaku rasis.

Dukungan rakyat dan mahasiawa demi melawan ketidakadilan tuntutan korban Rasisme adalah solusi demi keadilan di tanah ini.

Lawan Rasis
Lawan Ketidakadilan.

Balikpapan, 9 Juni 2020

Tapol Rasisme Korban Kriminalisasi Pasal Makar di Balikpapan.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *