Oleh:Bendi Pigai

Rasis Akan Berbuntut Amarah

Di mata Tuhan kita sama manusia

Di mata negara kita disebut monyet.

Kenyataanya di surga kita manusia

Di bumi koloni kita disergap monyet.

Dalam pangkuan ibu pertiwi

Pikiran nepotisme masih tumbuh subur

saling menghina alias mulut rasis terpeliara

kepada rakyat sebangsa Bhineka Tunggal Ika,

Anak negeri tidak akan terima ujaran rasis

Rakyat jelata telah lama meratapi tangis

Harga diri sebagai orang papua telah jatuh

Setiap insan Ras Melanesia sudah tersayat luka,

Pikiran siapa yang tidak akan tenang

relung hati siapa yang tak akan terkapar kesal

Jiwa siapa yang tak akan terlilit amarah

Jika harkat dan martabatnya dijatuhkan semena mena,

Setiap insan pasti muak dengan kata rasis

ruang hidupnya tentu menghantui amarah

kala menatap bedanya warna kulit

Ketika saling tatap dengan beda ras,

Jika Rasis masih terus bertumbuh dalam otak kaum borjuis

Jika pikiran primitif berlaku setiap dekade

Bila rasa ego, fanatik dan amarah tak hilang,

kapankah kita ciptakan perdamaian?

yang adalah solusi berakhirnya sengketa Rasis.

Bukit Keheningan Abepura, 11 Juni 2020

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *