Jayapura,Suara Mee-Solidaritas pelajar anti rasis Papua menuntut kepada Negara dan JPU agar seluruh tahanan rasisme di Indonesia dibebaskan tanpa syarat,Kami juga minta tegahkan hukum seadil-adilnya.

‚ÄúSolidaritas pelajar Papua anti rasis meminta kepada presiden Jokowi Dodo agar semua tahanan rasisme di Nusantara ini termasuk ke tujuh Tapol rasis di Kalimantan timur dibebaskan tanpa syarat, karena mereka bukan pelaku rasisme tapi mereka adalah korban rasis. Hukum Indonesia juga jangan jadikan barang jualan,”hal itu di katakan pelajar Anti Rasis saat jumpa pers,Kamis (11/06/2020) di Jayapura.

Presiden Republik Indonesia, segera membebaskan tanpa syarat tahanan politik korban rasisme di seluruh Indonesia, terutama 7 tahanan politik korban rasisme yang sedang disidangkan di Kalimantan Timur,”tegas Pelajar.

Kami juga meminta kepada Gubernur, DPRP, MRP segera meminta kepada para penegak hukum dalam hal ini Jaksa Penuntut umum untuk membebaskan 7 tahanan politik yang sedang didiskriminasi oleh para penegak hukum,”ujarnya

“JPU,Yafet Bonai, Dkk, segera meninjau kembali tuntutan yang sama sekali tidak sesuai fakta-fakta persidangan terhadap 7 Tapol korban rasisme di Kalimantan Timur, dan bertindaklah sebagai JPU yang bijaksana tanpa ada desakan oleh pihak manapun,”pintanya.

Pelajar Anti Rasis Meminta kepada hakim untuk tetap menegakan hukum dan keadilan sesuai UUD tahun 1945, pasal 24 (1) tentang kekuasaan kehakiman yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakan hukum dan keadilan,”Katanya.

Apabila poin 1-4 diatas ini tidak dapat diindahkan sebelum amar putusan dijatuhkan maka kami akan melakukan demontrasi tolak rasisme jilid III bersama seluruh pelajar mahasiswa dan rakyat Papua di seluruh Tanah Papua”,Tegas Pelajar Anti Rasis.

Reporter : Benedict Agapa/SM

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *