Pembina Komunitas Mee Bersama Sentani (Meebers) Pertianus Uti saat mengarahkan anggota komunitas Meebers - (Yusak Uti/Suara Mee)

Sentani, Suara Mee – Pembina Komunitas Mee Bersama Sentani (Meebers) Pertianus Uti  mengatakan, komunitas Meebers adalah sebuah wadah pengkaderan yang independen. Komunitas ini wadah untuk belajar dan hadir untuk menyiapkan pemimpin masa depan Meeuwo dan Papua.

“Komunitas Meebers tidak berada dibahwah organisasi manapun. Komunitas ini dibentuk untuk menyiapkan generasi muda Mee yang bisa berkompetisi di era globalisasi, dengan gaya kepemimpinan yang milenial,” katanya saat Pelantikan dan serah terima Surat Keputusan (SK) dari pembina kepada pengurus Komunitas Meebers Sabtu, 30 April 2020 di Depapre.

Uti mengatakan, komunitas ini juga diimpikan agar kelak, menjadi komunitas yang dapat menghumpun generasi muda Mee dan mencetak pemimpin muda meeuwo sebagai pemimpin yang berkarakter. “Jadi komunitas ini dapat dijadikan sebagai laboratorium kader yang memunyai karakter baik dan teladan bagi sesama,” katanya.

Lanjut Uti, pengurus yang barusan saja dilantik ini bisa menerjemakan visi dan misi organisasi dalam kehidupan nyata. Bagaimana menjaga persatuan dan kebersamaan untuk berkompetisi era globalisasi.

“Kalian yang menjadi pengurus meebers telah mengukir sejarah. Kalian adalah orang-orang yang hebat dan orang-orang yang nantinya akan tampil bedah dari banyak orang. Kamu dipilih menjadi pengurus Mulai sekarang mengutama kepetingan umum atau kepetingan bersama bukan lagi kepetingan pribadi,” katanya.

Uti mengatakan, Pengurus dan anggota Komunitas Meeber dapat menjadi cermin bagi banyak orang. Apapun yang pengurus lakukan itu dapat menjadi teladan bagi seluruh anggota komunitas meebers sehingga pengurus harus menyiapkan diri secara matang.

Uti berharap agar, pengurus yang baru saja dilantik dapat menjalankan organisasi ini degan penuh tanggunjawab dan rasa memiliki. Jika tidak organisasi akan mengalami kevakuman sama dengan organisasi lain.

“Sudah ada rambu rambu untuk menjalankan organisasi berdasarkan Mekanisme organisasi dan berdasarkan hasil pembahasan kami di RUA ke-1 yaitu AD, ART dan GBHK dan GBHO Meebers tahun 2020 maju mundurnya komunitas ini ada ditangan pemimpin, jaga kepercayaan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Uti berpesan bahwa, dalam perjalanan komunitas ini banyak kritik dan beda pendapat petik dari sisi positif jangan balas dengan hal-hal negatif. Karena kehadiran komunitas degan visi dan tujuan yang jelas.

“Sebagai umat beragama kita patut mengucapkan syukur pada Tuhan yang Esa atas Kasih Sayang dan Anugrah-Nya kita diberi hikmat, akal budi marifat dari Tuhan,” katanya. 

Sebagai akhir dari sambutanya, Uti mengutip pernyataan Presiden Republik Indonesia yang pertama Ir.Soekarno yang mengatakan bahwa, berikan aku 10 pemuda maka Dunia ini akan kuguncang  dalam sekejap mata.

“Sehinga generasi muda Mee harus saling menghargai antara mahasiswa, pelajar, masyarakat. Kita harus bersatu dalam hal apapun untuk menjalankan roda organisasi ini,” katanya. 

Reporter : Yusak Uti

Editor : Admin

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *