Jayapura,Suara Mee- Mahasiswa yang tergabung dalam Lima Organisasi Cipayung Provinsi Papua, minta kepada Pemerintah Republik Indonesia dan Jaksa Penuntut Umum(JPU) segera bebaskan ketujuh Tahanan politik Papua di Kalimantan timur tanpa syarat apapun

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI),Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI),Perhimpunan Mahasiswa Khatolik Republik Indonesia (PMKRI),Gerakan Mahasiswa Nasisonal Indonesia (GMNI) dan Pengerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali menyerahkan Rekomendasi pernyataan sikap kepada MPR Dan DPRP untuk ditindaklanjuti Kepada Presiden Republik Indonesia dan Jaksa Penuntut umum (JPU) Balikpapan Kalimanta Timur.

Penyerahan Rekomendasi dari kelima organisasi cipayung berlansung di kantor MRP langsung di terima oleh Ketua Majelis Rakyat Papua(MRP) Timotius Murip di ruang kerjanya Jumat (12/06/2020)

Inilah isi rekomendasi pernyataan sikap mahasiwa yang tergabung dalam Lima Organisasi cipayung Papua:

Aksi rasisme di tanah Papua Merupakan Aksi spontan yang di dukung oleh semua elemen masyarakat sipil papua,Protes atas ujaran rasis terhadap Mahasiswa Papua oleh tri Susanti di Surabaya,sebab harkat dan Martabat orang Papua di lecehkan”ujar Presidium PMKRI Wakol Yelipele.

Yelipele,Mereka adalah korban rasisme yang sebenarnya meminta keadilan kepada Joko Widodo sebagai kepala negara , Indonesia Sebagai Negara demokrasi dan Negara hukum yang berasaskan pancasila maka kami Cipayung Papua Minta kepada pengegak Hukum untuk tidak melakukan rasis dalam menegakkan hukum,”tegasnya.

Dengan tegas kami minta segera bebaskan 7 Tapol Papua di Kalimantan timur sebab mereka adalah Korban rasis,”Katanya.

Pemerintah Republik Indonesia dan Jaksa Penuntut umum (JPU) tegahkan hukum seadil-adilnya”,tegasnya.

Reporter : Mickael Edowai

Edito. : Benedict Agapa

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *