Jayapura Suara Mee-Solidaritas Mahasiswa Papua kembali menyalahkan seribuh (1000) Lilin di depan Auditorium Universitas Cendrawasih, meminta kepada Negara Indonesia untuk menegahkan Hukum secara adil.Jayapura (15/06/2020)

Mahasiswa Papua dengan aksi Solidaritas Pemasangan Lilin berharap,jangan lagi ada kematian penegahkan Hukum di Papua,bahkan di seluruh Indonesia tanpa memandang suku,Golongan dan Ras.sebab setiap manusia memiliki hak untuk merasakan keadilan itu,demikian juga kami Rakyat Papua ingin di berlakukan Adil,”Ujar Mahasiswa.

Oness Samma kordinator Solidaritas pemasangan lilin mengatakan,7 Tahanan Korban Rasime di Kalimantan timur, dengan melihat latar belakang mereka, sebenarnya Mereka adalah korban Rasisme,sebab Aksi yang di gelar bulan Agustus 2019 sebagai bentuk protes atas ujaran rasis di Surabaya, karena harkat dan martabat kami orang Papua di lecehkan,”kata Oness Kepala Suara Mee saat di wawancarai .

Oness juga Meminta kepada Jaksa penuntut Umum menegahkan hukum secara adil,sebab kami melihat tuntutan yang di berikan dengan pasal makar kepada 7 tapol sangat tidak masuk di akal sebab mereka adalah korban Rasis,”tegasnya.

Solidaritas Mahasiswa Papua berharap,7 Tahanan Korban Rasime segera di bebaskan sebab itu adalah harapan kami mahasiswa dan rakyat Papua,Jika permintaan kami tidak di indahkan Maka Sebagai Mahasiswa kami terus menyuarakan sampai keadilan itu benar benar di tengahkan di negeri ini,”pungkasnya.

Reporter : Benedict Agapa/SM.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *