Jayapura,Suara Mee-Setelah hakim memutuskan putusan untuk ke 7 Tahanan korban rasisme kemarin tangal 17 Juni 2020 di Kalimantan timur,masing masing Alexsander Gobai 10 Bulan,Ferry Kombo 10 bulan,Buctar Tabuni 11 bulan,Irwanus Urobmabin 10 bulan,Agus kossai 11 bulan,Hengky Hilapok 10 bulan,Steven Itlay 11 bulan.

Setelah putusan itu secara resmi di putuskan hakim dalam persidangan kemarin,Jaksan Penuntut Umum Papua rencana naik banding,Hal ini solidaritas Mahasiwa Papua menilai kepada jaksa penuntut umum Papua,tidak boleh lakukan naik banding,sebab keputusan yang di putuskan oleh hakim kemarin itu sudah sah”,kata Mahasiswa kepada Wartawan di Jayapura,Kamis (18/06/2020)

Solidaritas Mahasiswa Papua dengan tegas menolak kepada Jaksan Penuntut Umum (JPU)Papua yang rencana naik banding,”tegas Mahasiwa.

Kami mahasiswa Papua minta Jaksa penuntut umum (JPU) tidak boleh naik banding sebab semua bukti tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di Papua”,ujar Mahasiswa.

Kami juga mengingatkan kepada kejaksaan tinggi balik papan Kalimantan timur,segera membebaskan 7 tahanan korban Rasime,”tegas Mahasiwa.

Apabilah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Papua naik banding,Maka kami Solidaritas Mahasiswa dan rakyat Papua siap gelar Aksi besar besaran di seluruh tanah Papua,pungkas Mahasiswa.

Reporter : Benedict Agapa/SM

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *