Foto: Pribadi/H.C.Dege!

Oleh : Hendrik Christian Degei

)* Luka ku bersama Sesilia Kobe Dagi

Bingung, entah memanggil nama mu Kaka, Adik bahkan sesama perjuangan. PicArt yang mendorong Anda : Zaman sekarang, Prem Gunung punya tiga kata buat lelaki adalah “Lelaki Tra Model” Ko bisa apa. Bingung memanggil nya pada prem Gunung klo di zaman kini, karena totalitas pada Punya PERS legal. Cobah perlu tanyakan dan tanggapan kabarnya dari Wagadei.com, Papua pos Nabire, Nabire net.com, Papualives.com, suarameepago.com dan media lokal lainnya.

Penyesalan datang dari belakang. Efek picArt berambut palsu yang mendorong Anda

“Sentuhan waktu Subuh”

Tiupan tarkhim menusuk jantung
menggetarkan ayunan nafas
detik subuh ajarkan kesungguhan
menerpa jalan sang Maha pencipta

Sepoi angin “damaikan” kalbu
Lepaskan gaduh di awang sana
Kerumunan oksigen tebarkan sayapnya
Bak nyawa bagi semesta..

Waktu subuh bagai Penguji
Sungguh-tidaknya dalam mengabdi..

Pagi itu….dinding messenger obrolan ku tik..tik…tik…bergetar langsung hingga kagetnya terbangun.“Tak di melihat Tai mataku” di biarkan. Teh sarapanku tak sadar, sehat olahraga subuh tak seperti biasanya “ tak sadar diri” untuk merapikan tempat tidurnya.

Hy. Selamat pagi?”

“Jawan ku ; Hey, pagi juga…

“Apa kabar? Lagi apa ini? “Sedang di tanya”
“Kabar baik dalam perlindungan Tuhan, Terima kasih sudah tanya saya kabar? Sendiri apa kabar mu? “Tanya ku, sedang terharu paparnya sih dia”

PT. Kabar baik. Lagi apa ini? “ Menjawabnya”

“ Syukurlah kalau kabar baik, senang sekali mendengar Nya? Ah…lagi duduk-duduk saja sih? Sambil nonton. Agak muran sekali hatinya, “langsung”

Terimakasih banyak ya? Oke mantap itu, hemmm.

Terima kasih. Oh…ya lagi apa? “
“Jawab ku, dan di tanya juga “langsung dengan gemetar dingin hatinya pun ikut sasaran”

Lagi mo piki ke pantai, mo ambil foto-foto dan pemandangan indahnya di pantai? “ katanya”

“Oh?” mantap. Selamat pagi, selamat beraktivitas ya? “secara kebetulan” jawab ku..

“Soal cinta, berdua saling cinta “mati” pasangan yang sudah terikat dengan kawat duri baru pada satu dengan yang lain. Mulanya dari saling suka.

Cinta monyet, dewasa “Mudah di artikan tentang apa itu Pacar dan Pacaran. Karena Pacaran itu, adalah pacaran untuk sementara waktu saja “ hati di ciptakan untuk di patahkan” dan arti pacar itu, adalah saling di jaga perasaan “saling melengkapi” dalam kekurangan nya.

“Mereka dua” saling mengenal sudah dari dulu, lamanya bisa di sebut “beberapa tahun silam lalu” rawat dalam hati masing-masing hingga cinta bermekar pada lubuk hati masing-masing..

Hari sudah mulai sore. Siapa yang tak tahu, kalau hari sudah menjelang sore “ senja sore jadi saksi” Perbukitan terlihat bagai gelombang.

Ku memang ke arah Tanjung Wihai, Gunung gedokotu cepat bersinar silau raja senja sore di seribu kota kenangan mulai berkuasa. “Pantai Maaf, jadi saksi semua itu?”

Nyatanya juga sudah saksikan “ Penyanyi Wellem Mesido, Ambang sore di Pantai Maaf” juga saksi pihak ketiga. Sengatan Nya mulai terasa membakar kulit. Karena di sekitarnya pepohonan di area pantai maaf sudah di tebang oleh pihak kedua “tinggal” tempat hiraukan sangat. Keringat malu dari dari senja tak bisa ampuni.

“Tandanya bahwa” : Senja sore “tak” meminta ku untuk menunggu” ku memang, hiraukan sengatan Ambang sore dan gigitan sang senja sore…

Keramaian main mainan anak-anak “odong-odong” riang ria di hatinya mampu kalahkan serbuan panasnya sang senja sore yang sebentar lagi mau terbenamnya. Begitu pula sang kekasih yang sudah terikat “mati” ingin bersuara untuk menyebutku lelaki jalanan.

Cantik /Ganteng. Belum tentu mempunyai daya tarik yang sekuat sempurna

Nah….!!! Ini bukan budayaku. Pandang ku, ”Mekap, efek picArt, berambut palsuan, lispik adalah bukan kebutuhan bagi perempuan Papua. Itu, budaya curian!

“Karena sudah tertipuh oleh picArt dan budaya asing luar yang baru menginjak ke seribu kota kenangan.

Tanda usai senja sore memukul ku sadari, teriakan ToA masjid agung di pinggir Pantai Maaf tak sopan “tandanya” pasrah meninggalnya ambang sore di Pantai Maaf.

“Menjelang siang?” Hari telah di pungut semua. Dan, di bawah angin’ menghantarkan pada senja “sore” sudah tak pamit lagi.“Letih senja mulai “berkuasa” di sekitar kota seribu kenangan.

“Wah…?” Sayang sekali. Sadar diri saja, ku pamitan pulang keadaan yang tubuh ku sangat tak berdaya “ ibarat baru habis muntah” dalam taxi.

Sore itu, walau hanya derai darah yang begitu menggembung patah, ku mengakui arti ketidakadilannya. Asalkan itu, kutatab cucuran air mata darah yang begitu cucuran air mata.

“ Namun?” hanya satu yang aku pintakan untuk membujuk tetap tegas, yang dimana saya ketahui adalah picArt yang mendorong Anda untuk memilih pihak ketiga.

Hari sudah malam. Senja sore sudah di lemparkan “pelangi berwarna rasta” memukul untuk pergi.

Sore Nya. Di seribu kota kenangan “City Lemon” setiap tepat pukul 07:00 bunyi ToA besarannya sangat keras di sekitar situ.

Tanda Nya bahwa para individu kembali’ pada habitatnya masing-masing.

Tak lama kemudian dinding messenger obrolan ku masih saja tik..tik…tik…bergetar langsung ku lihat di obrolan ‘sesilia Kobee Dagi’ ternyata ada kabar baru?

Sesilia : Hello”?
Jawabku : Hallo? “Apa kabar?

Sesilia : Ya juga. Kabar ku baik…tapi cuman mau bilang? “adoh minta maaf eee”?

Jawabku : Ya sesil. Syukurlah klo kabar baik? Senang sekali sih mendengarnya.. Apa sih sesil mo minta maaf sama aku? “Ada apa ini, seharinya bikin apa saja jadi, sesil? “Tanyaku”

Sesilia : Maafkan ya hen? Z mo jujur, tadi tu kitong ke piki foto-foto ambil pemandangan di pante tibah lakukan bersama teman-teman se kelasku?
Jujur, hari juga. Sya mo bilang maafkan lagi saya tak bisa lagi untuk melupakan saya pu teman, makanya saya mo bertahan dia saja.

Sudah cukup telah lama hubungan dengamu?
Sudah cukup lama tahu apa arti dari cinta?
Sudah bayak, sesil pu banyak pengalaman yang aku terinpipasi arti cinta monyet yang menguasai samudra?
Semoga….? Hen, bisa dapat cewe yang lebih perhatin dari saya.

Ternyata cinta monyet yang telah terikat “mati” terlepas saat sesila sedang shelfi.

Ternyata cinta monyet yang terlah terikat “mati” terlepas dan di amil oleh orang yang banya senja.

Ternyata efek PicArt yang mendorong sesil untuk melangkah dan bah gaya nari

“Ternyata aku jadi luka lama”
Selamat, semoga bahagia selalu.

Ku doakan semua ini, agar kitong pu kisah tak akan sirna dan suatu saat ku naikan di bait di salah satu media lokal.

Semoga saja, saya sendiri dan sesil bahkan orang bisa bisa terinpirasi.

Semoga sesil adalah sahabat lama?

sahabat lama, tak terdengar lagi tawanya, suaranya dan entah apa lagi dan ketika bertemu bagai air yang tenang tanpa ekpresi bertanyapun seolah hanya berhenti dimulut saja hanya memandang keadaan yang sungguh tak menentu itu lah keraguanku padamu sahabat lama yang tak terdengar kabar seolah lenyap bersama dengan namaku yang pasti tak mau kau ingat, “Sesil”

{Red: Degei}

)*Penulis adalah anak muda Papua yang tinggal di Nabire

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *