Suara dari Rimba

Oleh, Muyepimo Pigai

JADILAH PEJUANG SEJATI, ukuran utama manusia itu bukan ditentukan saat ia nyaman, tetapi ketika ia menghadapi tantangan dan perselisihan bersama rakyat yang tertindas, menderita atas tindakan watak pemeras hak-hak manusiawi sejati.

Apakah semudah itu yang kita dibayangkan soal menjadi pejuang sejati? Pejuang harus memiliki kesadaran, moril dan materil yang melampauhi batas persoalan yang menyelimuti kehidupan yang sejati.

Kesadaran memiliki nilai dasar dan kekuatan untuk membentuk watak-watak para pemberontak sejati dalam medan pertempuran “kehidupan yang mencekam,” ikut pula merasakan penderitaan bersama mereka di jalan dan hutan belantara, membangun tembok pertahanan di ruas-ruas jalan dan hutan sebagai nilai tawar bagi perjuangan sejati “merdeka itu milik para penderita di medan juang.”

Temuilah orang-orang ‘para pejuang’. Belajar dari mereka. Berjuang bersama mereka. Hidup dengan mereka. Mulai dengan apa yang mereka ketahui. Bangunlah dengan apa yang mereka miliki. Yang terbaik dari para pemimpin “pejuang” adalah ketika pekerjaan selesai dilakukan. Ketika tugas selesai pada proses itu, orang-orang “rakyat” itu akan mengatakan kami sendiri yang telah melakukannya, “memperjuangkanlah”.

Kesadaran itu memiliki kekuatan yang sangat luas di medan pertempuran “perjuangan” dalam memenangkan suatu kebebasan secara nyata ‘rill’ dan ‘moril’. Untuk itu, apa kata-kata mereka di balik jeruji kebenaran itu?

1) Pejuang sejati, untuk bisa mempimpin orang lain, rakyat atau tanah sendiri, menjadi ujung tombak di barisan terdepan, seseorang harus mau dan berani maju sendirian.

2) Pejuang adalah seperti gembala. Ia tetap di belakang hewannya ‘ rakyat’, mengijinkan yang paling cepat ada di depan, dan yang lainnya mengikutinya, tidak menyadari bahwa sepanjang waktu itu, mereka diarahkan dari belakang dengan nilai kesadaran sejati.

3) Pejuang sejati, keunggulan bukanlah sebuah penyelesaikan, tapi semangat, sebuah proses tanpa akhir.

4) Jadilah pejuang sejati, siapa pun yang ceroboh dengan segala kebenaran dalam hal kecil tidak bisa dipercaya untuk hal-hal yang besar, maka jadilah pribadi yang sadar akan perjuangan sejatinya.

5) Pejuang menerima tanggung jawab dan tidak menghindari, tetap “kita” mendapatkan keuntungannya. Hal inilah yang menghasilkan kepercayaan perjuangan, yang memungkinkan selesaikannya tugas dengan baik ‘arti perjuangan bagi rakyatnya’.

6) Anda mengambil garis depan ketika ada bahaya. Maka orang akan menghargai kepemimpinan dalam proses perjuangan itu.
Pejuang tidak hanya menciptakan pengikut, tetapi menciptakan lebih banyak pejuang.

Sebab, kunci kemenangan bagi para pejuang adalah pengaruh, bukan kekuasaan semata. Terima dan hadapilah semua tantangan agar kau bisa merasakan kegembiraan dan kenikmatan sebuah “kemenangan” di kelak nanti demi rakyat dan tanahnya sendiri.

Penulis adalah anak Papua

Papua – Medan Juang, 02022020

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *