(Sebuah Shering atas Pengalam Belajar)

Oleh: Yulianus Magai*)

Kalian yang membuat harapan itu ada. Kalian menemukan semangat, dan membuatku senang. Aku bangga dapat dengan kalian, karena kalian selalu ada untuk memotivasiku dalam segala hal. Bagiku, di sana adalah sebuah wadah untuk aku belajar, wadah itu adalah “Majalah Metro Papua”, wadah itu yang selalu setia mendidikku dan melatihku, agar aku bisa menjadi seorang penulis yang produktif. Di sana juga ada orang-orang hebat yang aku kenal.

Mereka selalu memberiku motivasi dan nasehat, serta beragam pendapat dari mereka demi terwujudnya impianku menjadi seorang penulis yang handal. Aku sungguh kagum dan bangga akan kehadiran mereka.

Bagiku mereka adalah orang-orang hebat yang aku temui di dalam hidupku. Aku selalu berpikir untuk terus maju dan belajar bersama mereka. Oleh karena itu, Akbu berharap, supaya mereka tetap menjadi seorang guru bagiku dan motivator bagiku. Pertemuan kita di asrama Kasih Hagar, Dapil (Daerah Pemilihan) 5 Waena tempo hari itu, tepatnya, di kamar milik Efedi Minai, yang di dalam kamarnya dihiasi oleh beragam jenis buku, ada Majalah, Karya Ilmiah, dan buku-buku Papua lainnya, tak terkecuali “Majalah Metro Papua, Milik RPM SIMAPITOW di Jayapura” terbitan baru itu.

Aku terkagum karenanya. Satu hal yang aku pikir adalah aku juga akan menjadi seorang Pemimpin Redaksi, (Memimpin Sebuah Majalah), dan bahkan aku lebih jauh berpikir bahwa suatu kelak aku juga akan menulis buku. Di benaku, aku selalu berpikir bahwa aku akan menjadi seorang penulis yang hebat dan handal. Hanya itu yang selalu aku pikir dalam benak dan di sanubariku.

Dalam se-minggu, tepanya pada tiap Sabtu dalam minggu itu, Kami selalu mengadakan pertemuan redaksi, pada pertemuan redaksi pertama kala itu, Kami duduk di ruang sekertariat, tepanya di kamr, Efendi Minai, Selaku Penanggungjawab “Majalah Metro Papua”, Kami diduk melingkar di ruang itu, tepat di depan pintu, ada Kaka Teresia Tekege, bagiku, Ia adalah seorang putri Papua terhebat, yang selalu memberikan dukungan dalam dunia literasi (Membaca dan Menulis), Ia adalah salah seorang anggota yang bergabung dalam KoSaPa (Komunitas Sastra Papua) dan sekaligus aktifis Perempuan (Pembela Hak-Hak Perempuan dan Gender), Selain itu, Ia menuntut ilmu di STIKOM MUHAMADIA JAYAPURA. Ia adalah seorang putri asal Mapiha, Modio, Papua, di Kabupaten Dogiai sana. Kata dia, “Papua Membutukan Karyaku dan Karya-mu, maka itu perlu belajar, apa yang kita tahu di karyakan untuk Tanah dan Manusia Papua di Tanah Papua”. Terimakasih kaka hebatku pemilik pena emas.

Di sebelahnya, ada Kaka, Longky Makai, Ia adalah Seorang penulis Muda asal Papua. Sejauh aku mengenalnya, Kaka Longky sendiri pernah mempublikasihkan banyak karya tulisan-tulisan-nya di berbagai media ternama di tanah Papua. Diantaranya seperti, di Suara Meepago. Com, KoSaPa. Com, Jubi.co.id, dan di Suara Papua. Com. Kata dia “Selagi Kita Makan untuk Tubuh Kita Otak Juga Membutuhkan Makanan yang bergizi, yakni Pengetahuan”. Terimakasih nasehatnya Kaka. Begitu ucapku, kepadanya.
Di sebelahnya, Kaka Florentinus Epoha Kebada Tebai, Ia sedang memimpin pertemuan rapat redaksi pertama. Ia adalah pimpinan redaksi kami di “Majalah Metro Papua” Saat ini, Ia sedang menimbah ilmu di STFT “Fajar Timur”, Abepura, Jayapura, Papua. Ia sendiri berasal dari Abaimaida, Mapia, sebuah kampung yang terletak di bawah gunung Dogiyai. Kata dia, “Belajar dan Bersatu, kita sama-sama untuk menghasilkn hasil yang terbaik”. Urainya di selah-selah pertemuan kala itu.

Di sebelah pojok kanan, ada Theo B Iyai, Ia adalah seorang putra asal Papua yang sedang duduk dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh pemimpin redaksi. Kaka Theo sendiri sedang menempuh pendidikan di STPK St. Yohanes Rasul, Waena, Jayapura, Papua. Ia sendiri berasal dari Kabupeten Dogiyai, tepatnya di kampung Piyaiye di seberang sana. Di sebelah pintu, ada Kaka Emanuel Magai, Ia adalah seorang Putra asal Papua,yang sedang menimbah ilmu di USTJ “Universitas Sains dan Teknologi Jayapura Papua”. Ia juga berasal dari Kabupaten Dogiyai, tepatnya di Kampung Piyaiye. Kata dia, “Kita belajar di masa Mudah, masa Kuliah, masa SMA, setelah kita tua apa yang kita belajar tinggal lakukan di masa tua kita”. Begitu seringnya kepada kami semua.

Di sebelah Kaka Eman Magai, ada Kaka Rhine Dogomo yang sedang mendenganrkan apa yang pemimpin rapat sampaikan, Ia juga baru lulus dari sekolahnya, yaitu di “SMA YPPK TARUNA BAKTI WAENA, JAYAPURA. Ia berasar dari Mapiha, Egaidimi, sebuah Dusun yang terletak di bawah gunung Kobouge yang menjulang tinggi itu. Di sebelanya, Kaka Efendi Minai, Ia sedang menulis apa yang pimpinan sampaikan, Ia berasal dari Mapiha, Piyaiye, sebuah Dusun yng terletak di bawah pengunungan Papua.

Ia sendiri sedang menimbah ilmu pada Universitas Cendrawasih (Disingkat UNCEN). Kata dia, bahwasanya “Apa yang kita lakukan harus ada motivasinya dan apa yang kita kerjakan ketika orang bangga, jangan pernah merasa puas karena di atas langit ada langit lagi”.
Terimakasih untuk semuanya. Aku bangga dan aku maju karena campur tangan, nasehat dan motivasi deri semua pihak dalam “Majalah Metro Papua” . Pesanku, Semoga “Majalah Metro Papua” milik Mahasiswa dan Organisasi RPM SIMAPITOWA ini tidak berhenti sampai edisi kali ini. Semoga “Majalah RPM SIMAPITOWA” ini bisa mejadi sebuah tempat atau wadah Edukasi (Pendidikan) bagi segenap Mahasiswa dan Senioritas RMP SIMAPITOWA di Jayapura.

Penulis adalah Seorang Pelajar Pada SMK Negeri 3 Jayapura, Papua.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *