Oleh: Monika Bamulki*)

Sekilas Mengenai Covid-19

Virus Corona atau Severe Ccute Respiratory Syndrome Corona Virus ( Disingkat Covid-19) adalah sebuah virus yang dapat menyerang pada sistem pernapasan. Virus ini bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan dan gangguan berat pada paru-paru dan bahkan bisa menyebabkan kematian.

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus lebih dikenal dengan nama virus corona adalah jenis penyakit baru yang penyakitnya bisa menularkan pada manusia bagi semua golongan usia pada umumnya. Akan tetapi, virus ini lebih banyak menyerang pada lansia. Sebenarnya, virus ini bisa menyerang kepada siapa pun tanpa memandang latar belakang dan status sosial serta semua golongan usia.

Corona virus pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China, tepatnya pada akhir desember 2019 silam. Virus ini menular dengan sangat cepat. Ia telah menyebar ke hampir semua negara, tak terkecuali di Indonesia-Papua. Virus ini sangat berbahaya, sehingga sebagai upaya pencegahannya, beberapa negara telah menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown. Seperti di Indonesia sekarang ini bahwa adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berlaku untuk menekan penyebaran virus ini.

Tingkat Kematian Akibat Covid 19
Manurut data yang dirilis oleh Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan corona di Indonesia bahwa tingkat kematiaan akibat Covid-19 semakian hari terus mengalami peningkatan secara sitnifikan (Penting). Pada 26 Mei 2020 lalu kasus Covid-19 sendiri telah mencapai angka 22.750 orang yang terdata sebagai pengedap positif Covid-19. Sementara jumlah kematian sendiri telah mencapai 1.391 orang. Berdasarkan data dari kedua angka ini dapat disimpulkannya bahwa tingkat kematian di Indonesia yang disebabkan oleh Covid-19 di Indonesia adalah sekitar 6,1% yang sudah terkonfirmasi dan sudah dilaporkan.

Dilihat dari persentasi di atas kita dapat melihat tingkat kematian berdasarkan usia adalah sebagai berikut, seperti; 0-5 tahun : 2,3 %, 6-17 tahun:0,65%, 18-30 tahun:0,9%, 31-45 tahun:2,52%, 46-59 tahun:8,83%, >60 tahun:17,32 %. Dari data tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa resiko kematian pada orang penderita Covid-19 yang berusia 50 tahun lebih rendah daripada pasien berusia lanjut.
Situasi Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19
Pendidikan merupakan suatu pembelajaran ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan kelompok orang yang diturunkaan dari satu generasi ke-generasi berikutnya yang diperoleh melalui pengajaran, pelatihan, dan penelitian, pendidikan yang dapat dilakukan melalui bimbingan orang lain, tetapi bisa juga dikembangkan secara otodidak (Mandiri).

Di Indonesia NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sendiri menjadi tanggungjawab kementrian pendidikan dan kebudayaan republik indonesia (KEPDIKNAS). Di Indonesia, Semua orang wajib mengikuti program wajib belajar yang dimulai dari pendidikan dasar selama sembilan tahun, enam tahun sekolah dasar (SD), tiga tahun di sekolah menengah pertama (SMP ), dan tiga tahun di sekolah menengah atas (SMA). Saat ini pendidikan di Indonesia diatur oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Satu hal paling pentinga adalah bahwa pendidikan merupakan kunci pembangunan sumber daya manusia (SDM), dan pendidikan juga menentukan masa depan bangsa NKRI. Artinya bahwa apakah akan menjadi bangsa yang besar atau tidak? Cerdas dan siap beradaptasi dengan perubahan zaman yang semakin tidak terkontrol ataukah tidak?
Kementrian pendidikan dan kebudayaan telah mengambil keputusan untuk meliburkan (Memindahkan) proses belajar dari sekolah menjadi di rumah, sehingga akibatnya banyak pihak baik itu pelajar hingga mahasiswa menjadi bingung, karena, peralihan cara belajar yang demikian sebenarnya pemerintah (Disan Pendidikan) telah memaksa berbagai pihak untuk mengikuti jalur yang tidak bisa ditempuh oleh kebanyak pihak. Artinya bahwa sebenarnya penerapan dan kebijakan pemerintah dengan metode belajar yang demikian tidak dapat memberikan manfaat bagi sebagian pihak. Karena, dengan metode ini ada banyak pihak yang tidak memahami dan bisa memamfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran online.

Adapun dampak positif dan negatif dari pandemi Covid-19 dalam pembelajaran daring atau online. Jika kita melihat dari sisi positif, maka kita bisa mendapat materi dengan mudah dan belajar evaluasi dimana pun kita berada,dan merasa nyaman untuk belajar, kita juga bisa belajar baik di ruangan tertutup maupun di ruangan terbuka tanpa ada batasan waktu hingga kita dapat memahami materi dengan baik. Pembelajaran secara daring juga dapat mengefisienkan waktu belajar dimanapun kita berada dan kita juga dapat saling sharing (Berbagi) informasi dengan teman-teman kita. Sementara dampak negatif dari masa pandemi dalam pembelajaran daring yaitu banyak orang yang salah gunakan waktu belajar online atau memamfaatkan belajar online. Diantaranya seperti, membuka facebook atau hal-hal lain dan kita hanya mengabsen tanpa membaca materi atau belajar.

Akhirnya bahwa diiberlakukannya pembelajaran daring siswa-siswi perluh waktu untuk beradaptasi dan juga dapat mempengaruhi daya serap belajar mereka. Sekolah diliburkan terlalu lama membuat siswa-siswi jenuh berada di rumah, karena sudah terbiasa berada di sekolah dan melakukan interaksi secara langsung dengan teman maupun guru mereka. Sebenarnya, hal ini juga secara tidak langsung berdampak terhadap orang tua yaitu adanya penambahan pembelian kuota internet. Tidak hanya itu, bahwa bagi guru tidak semua mahir menggunakan teknologi internet atau media sosial sebagai sarana pembelajaran dan kompeten guru dalam menggunakan teknologi juga bisa mempengaruhi program kegiatan belajar-mengajar bagi siswa-siswi.

Solusia akhir yang dapat saya sarankan adalah hanya dengan instansi terkait menyiapkan saran-prasarana (Fasilitas) sebelum melaksanakan program pembelajaran daring. Fasilitas pendukung seperti memberikan sosialisasi bagi orang tua yang akan membimbing siswa-siswi, di rumah dan memberikan pelatihan bagi guru dan murid yang akan melakukan kegiatan proses belajar mengajar secara daring, karena tanpa persipan yang baik akan mempengaruhi kualitas hasil belajar.

*)Penulis adalah Mahasiswa Asal Pegunungan Bintang.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *