Dogiyai Suara Mee-Melihat Akan berakhirnya otonomi khusus (OTSUS) di Papua,Dewan Adat Mee Kabupaten Dogiyai menolak perpanjangan Otsus jilid II di tanah Papua, karena Otsus hanya membawah malapetaka bagi rakyat Papua.

Germanus Goo Ketua Dewan Adat Mee Kabupaten Dogiyai,mengatakan perpanjangan otsus yang sedang di perjuangan oleh pemerintah Indonesia,ini untuk siapa,dan buat apa?

Kami Rakyat sudah usul ke Lembaga Curtural Otsus MRP pada tahun 2019 saat reses di Paniai mewakili Wilayah Meepago, suara kami rakyat sudah jelas. Di saat itu kami seluruh Rakyat Wilayah Meepago Meminta ke Pemerintah pusat bahwa, Kalau Masa Otsus Berakhir Berarti haknya Harus Turunkan Ke Kami Rakyat Papua

Germanus,Apabila masa Otsus selesai berarti, selanjutnya hak menentukan aspirasinya turunkan kepada kami Rakyat Papua sendiri.Dari situ baru kami akan tentukan lanjut dan tidaknya otsus itu.

Hak itu bukan kepada Pejabat Papua, apa lagi Petinggi Negara, Karena alasannya Di Papua itu hasilnya entah baik atau buruk, suka atau duka semua kami rakyat yang akan alami dan jalani. Pejabat akan enak-enak berdansa diatas darah kami, Penderitaan kami dan kedukaan kami,”tegas Goo

Kami juga mendesak kalau kalian pusing, berarti Kalau Otsus selesai, kami minta turunkan Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi Rakyat Papua “Referendum“. Mengapa kami katakan demikian ? karena itu solusi Konflik Politik yg bertahun -tahun di Papua. Dan itu adalah solusi penyelesaian konflik yang berkepanjangan di Papua,” Ujar Germanus selasa 24/06/2020.

Dengan tegas kami juga mengatakan Otsus di Papua Barat kami tolak,kami juga tidak akan jual perjuangan Papua demi mendapatkan Otsus.

Sekertaris Dewan Adat Mee Kabupaten dogiyai Alexander Pakage Mengatakan,Otsus itu hanya membawah malapetaka bagi kami rakyat kecil di Papua. Otsus Itu itu juga sebagai alat penghancur semua segi kehidupan Orang Papua, alat pelemah dan penjajahan secara halus cecer, dan luluh, yang pada intinya Otsus itu predator Penghancur Orang Papua

Petinggi Negara di pusat, jangan gila-gila untuk mempermainkan Orang Papua dan Kekayaan Papua. jangan bernafsu tinggi. Memang kamu nafsu karena Papua itu bagaikan cewe yang cantik Rupawan, karena semua Kekayaan berlimpah, emas dan perak bagaikan susu dan madu melimpah ruah, tapi kami Rakyat Papua tolak. Itu catat baik-baik, karena kekayaan Alam itu Tuhan Allah kasih untuk Orang Papua yang sebagai Bangsa Melanesia,”kata Pakage dalam keterangan tertulis yang di Terima suara Mee.

Petinggi Negara atau Konglomerat – konglomerat dan Jenderal-Jenderal di Jakarta sedang berjuang keras dan bermain melalui Elit Politik Papua itu kami tahu.Memang kalian berjuang karena keuntungannya Ekonomi yang berkelas besar di Papua diantaranya.

a.Otsus itu jalan gelap menuju Pencurian Uang dan Kekayaan di Papua karena sudah pasang jeratnya;

b.Jalan menuju Keuntungan dan kesuksesan dalam bidang Ekonomi. Dengan memanfaatkan atas Nama Pembangunan, Pengamanan dan Kesejahteraan Palsu Rakyat bawah;

c.Sifat dan tindakan pemerintah kami tahu, pemerintah sudah, sedang dan akan memulai memainkan wayang-wayangnya dengan taktik dan keahliannya sendiri-sendiri untuk merebut keuangan, kekayaan dan Jabatan.

4.Keuntungan bagi BIN, BAIS dan TNI -POLRI adalah :
a. Membawa masuk MIRAS, memperbesar dan memperluaskan perjudian dan medan penjajahan serta penindasan dgn dalih ekonomi kelas kakap untuk menuju PEMUSNAHAN ETNIS MELANESIA DI PAPUA BARAT.

b.Membangun dan merehap serta memperbesar dan memperluas Bal-bal, Diskotik, tempat pijat dll yg intinya adalah predator pemusnahan Orang Papua-Ras Melanesia.

c.Memperbesar dan memperluas medan Penjajahan dan Penindasan Orang Papua atas Nama Pengamanan Teritori Kedaulatan NKRI.

5.Indonesia jangan menambah dan memperpanjang penderitaan, Rasisme dan Dukacita atas Orang Papua. Mengapa saya katakan demikian…? Karena memang kalau Otsus perpanjang berarti :
a. Rakyat tetap di jajah dan di aniaya, di teror, di intimidasi, di tabrak, di bunuh secara gelap dan terang dgn taktik OTK, DIRACUNI, di Siksa di penjarahkan dll.

b.Kami tahu bahwa Paati Tunas Rasisme yang pernah di tanam pada Pa Pilep Karma, Pa Natalis Pigai dan baru-baru pada Mahasiswa Papua dan Orang Papua di Surabaya, semarang dan malang serta beberapa kota studi tetap akan di pupuk dan akan Bertumbuh Subur di Nusantara.

6.Jakarta harus tahu dan dengar usulan kami Rakyat akar Rumput Orang Papua ya. Karena kalau tidak dengar, berarti di Papua ke depan adalah tempat Pertumpahan Darah orang Melayu dan Melanesia sampai Orang Papua merebut KEMERDEKAAN HAKIKI DAN PENUH.

7.Mengingat beberapa hal yg intinya menuju jalan PEMUSNAHAN ETNIS Melanesia di Negeri Cenderawasih dengan Alat Menjaga *TERITORI KEDAULATAN NKRI, melalui fasilitas OTSUS, maka dengan keras kami TOLAK OTSUS. KAMI TOLAK,TOLAK, TOLAK dan penentuannya turunkan ke Rakyat Papua itu sendiri.

Sebagai kesimpulannya adalah hari ini Jakarta harus tahu adalah apa yang kami Tuntut hari ini. Yang kami tuntut hari ini adalah (REFERENDUM di PAPUA agar kami bisa menentukan Nasib Hidup dan Hak Politik kami). Kami tuntut hal itu Karena selama ini, sejak Tahun 1962 hingga hari ini,tahun 2020 semua asap yang asal dari Papua, baik yang di pasang oleh TNI -POLRI maupun Rakyat Papua yang sebagai OPM selalu menyebar ke Dunia itu, hanya karena”Tuntutan HAK Politik Orang Papua yang di kubur Oleh NKRI, Belanda dan Amerika Melalui Peperangan tahun 1969 yang di lakukan di bawah teror dan intimidasi secara Ilegal dan Cacat Hukum Internasional “, Pungkas Pakage.

Reporter ;Benedict Agapa/SM.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *