Nabire, Suara Mee- rakyat Tota Mapia sama sekali tidak membutuhkan rencana Pemekaran Mapia Raya yang telah dikeluarkan rekomendasi oleh Bapak Bupati Kabupaten Dogiyai Yakubus Dumupa,S.IP bersama wakil Bupati Dogiyai Bapak Oskar Makai di Dogiyai,Bomomani 20/06/2020 lalu

Masyarakat ingin hidup seribu tahun di alam bebas Tota Mapia tanpa pemekaran.Karena mereka tahu bahwa (DOB) adalah salah satu genosida cyber Negara secara tersistematis dan tersturuktur bagi kami Orang Papua, berkulit hitam dan berambut keriting di tanah West Papua lebih khusus wilayah Tota Mapia

Kita sudah pastikan juga bahwa rakyat bisa hidup dan mempertahankan kehidupan mereka tanpa pemekaran

Hal itu disampaikan Mahasiswa Makasar Stevanus Magai yang biasanya dipanggil Evan Magai kepada wartawan rabu (24/06/2020 ) melalui sambungan telepon seluler belom lama ini

Lanjut Magai,sudah secara pasti dan otomatis setelah pemekaran itu dimekarkan rakyat Mapia akan di perhadapkan dengan moncon senjata militer kolonial Republik Indonesia karena hal itu sudah menjadi budaya bagi negara terutama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri di atas Tanah Papua,”tegasnya.

Terpisah Sala satu Mahasiswa Dogiyai di kota study Makasar Antonius Boma menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Dogiyai bersama Intelektual Tota Mapiha jangan gelisa karena jabatan dan haus karena uang

Cobah dipikirkan secara baik keselamatan manusia Mee lebih khusus Orang Mapiha,mereka itu mesti di selamatkan,Bukan berjuang untuk menghadirkan kabupaten,Karena manusia adalah makluk yang paling mulia dimata Allah

Hal yang tak bisa kita pungkiri setelah pemekaran itu jadi semua aktivitas yang hendak rakyat lakukan ,mereka akan trauma.

Kenapa karena di mata militer kolonial indonesia mereka memandang rakyat Papua OPM,KKB,KKBS berdasarkan alasan di atas itu rakyat Mapia yang hendak mau hidup mereka akan di tangkap, dibunuh, disiksa, dihina, diolok, itu yang mereka akan lakukan

Kepada Tim yang telah menerima rekomendasi segera kembalikan kepada Bupati dan Wakil Bupati karena rekomendasi itu penuh dengan muatan kebohongan dan pendusta

Mari kepada semua Dewan Adat, Gereja, Pemuda, Mahasiswa dan pelajar bersatu untuk menolak DOB Mapia Raya menuntut kepada negara segera bebaskan tahan politik Papua dari Sorong sampai Samarai tuturnya

Reporter ; Wihaipai Mapiha
Editor :Benedict Agapa

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *