Foto : Pribadi/Pulau-News.Com

Oleh: Hendrik Degei)*

Degei Tidak setujuh pemekaran Mapia Raya dalam hal, Mapia Raya adalah salah satu Tanah yang banyak sejarah. Salah satunya Mapia adalah Tanah Kramat. Saya selaku Putra daerah tidak setujuh atas kesepakat menolak pemekaran [Mapia Raya new] dan karena apabilah kalau para intelekual pemerintah daerah kabupaten Dogiyai serta dewan perwakilan rakyat daerah menyetujui maka, nantinya ada banyak perusahan PT. Isreal yang nanti akan masuk Operasi tambang di Gunung Weiland [Kobouge dan gunung Kepou] serta operasi masuk merusak Tanah-tanah Keramat.

Saya (penulis) sangat tidak setujuh, karena ini merusak masuk operasi beberapa Negara. Sumber daya manusia tidak ada. Ini saya rasa tidak betul, sesuai pemerintah daerah kab. Dogiyai Bapak Yakobus Dumupa Stir Masyarat untuk pemekaran kabupaten mapia Raya.

Lebih baik kepada di lima Distrik Kembali pada kabupaten induknya, Dogiyai. Secara tidak sopan saya sebagi mahasiswa putra asli Mapia, Distrik Mapia Tengah kembali pada Kabupaten Induk, Dogiyai Dou Ena. Atas pemekaran untuk Mapia Raya saya tidak setujuh, karena sebentar saya tetap menangis atas datangnya 12 Negara yang masuk Operasi Tambang, ini demi menjaga Tanah Keramat.

Para Intelektual Pemerintah Daerah serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah “DPRD” menstir masryakat bukan dengan sistim sumber daya manusia atau sumber daya alam melainkan untuk operasi tambang yang rencana masuk beberapa Negara dengan pimpinan PT. Israel. Yakobus Dumupa dan Oskar Makai Stir lima distrik di Mapia karena adanya perusahaan yang PT. Israel akan lakukan Operasi Tambang di dua lokasi titik pusat emas pada kabupaten Dogiai letak di Distirik, Distirk Mapia Tengah, Distrik Mapia Barat, Distrik Sukikai Selatan.

Degei (penulis) tolak dalam sistim demi [SDM] dalam hal penolakan tersebut dilakukan dengan menandatangani petisi dari PT. Ireal kepada Pemerintah Dogiai. Saya Hendrik Christian Degei ,salah satu Mahasiswa yang tolak diselenggarakan untuk tolak tidak setujuh demi menghancurkan Tanah Keramat Mapia Raya dari tanggal 25/06/2020 meliputi 5 Distrik yakni, Mapia, Mapia Tengah, Mapia Barat, Mapia Barat, Sukikai Selatan, tolak dan kembali pada Kabupaten Indunya Dogiyai Dou Ena.

Damianus Nokuwo, S,H adalah Sarjana Penanggurang yang tegas. Nokuwo adalah salah satu putra daerah asli Atou/Distrik Mapia tengah mengatakan tandatangan petisi dari Pemerintah Kabupaten Dogiai dan PT Israel Tambang News yang akan besok Operasi di Mapia Raya, dengan tegas ditolak oleh masyarakat setempat.

Terkait tanda persetujuan menolak pemekaran Mapia Raya baru dan penambangan di kabupaten Dogiai, Komisi satu dengan Yakobus Dumupa bergandengan-tangan bersama masyarakat desa di Mapia/ Bomomani telah menyatakan sikap bahwa resmi itu tidak benar legal.

Kata Nokuwo beberapa hari yang lalu, aspirasi penolakan dimaksud telah diketahui dan disetujui oleh seluruh mahasiswa putra daerah Mapia akar rumput Kab Dogiai bahwa menolak tegas pemekaran Polres dan rencana-rencana penambanga tambang PT.Israel di Kabupaten Dogiai.

Tanggapan Degei dan Tanggapan Tanggapan Nokuwo Kab. Dogiai saat Intelektual pemerintah Dogiai sosialisasi bersama masyarakat setempat di tempat Bomomani di Distrik Induk, saya dengan Nokuwo sangat tidak setujuh menolak pemekaran Mapia Raya News dan menolak adanya perusahaan yang PT. Israel dan beberapa Negara yang akan lakukan operasi tambang di empat lokasi titik Pusat emas pada kabupaten tersebut. Tepatnya di gunung Kobouge dan gunung Kepou.

Dikatakan Nokuwo Putra daerah, pemekaran dan pembukaan lahan pertambangan bukan permintahan Masyarakat dan Mahasiswa setempat, “Jangan membawa malapetaka bagi kami dan generasi.”

Degei juga dengan tegas melarang penambangan tambang berbentuk PT Israel CV karena dinilai tidak ada keuntungan bagi generasi dan masyarakat setempat, hanya kebutuhan sepiring.

Kemudian Nokuwo tegaskan kepada pemudah asal Mapia pada umumnya di lima di Distrik setempat untuk tidak memberikan selahan tanah dengan cara jual namun kemungkinan bisa dilakukan jika dikontrak.

Dengan demikian, Degei tegas kepada Pemerintah Dogiai juga diminta segera bentuk atau membuat Peraturan Daerah (Perda) untuk tolak pemekaran Mapia Raya. Pemerintah daerah [Ikuti lintas Dogiyai,Deiyai, Paniai sudah garis kuning]– Papua menuju 2021 sudah jelas! Dana Otsus masa kontrak di tarik kembali.

)*Penulis adalah tinggal di Nabire. Dirinya juga penulis lepas.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *