Oleh:Nelson Douw

Fakta historis Papua menggambarkan secara detail bawah hingga kini masalah Papua belum dituntaskan secara komprehensif dan menyeluruh. Hal itu disebabkan, oleh konflik yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap orang Papua (OAP). Untuk menguasai dan merampok kekayaan Orang Papua.

Pada tahun 2001 silam , Otonomi khusus (Otsus) diberlakukan hingga sampai saat ini, tidak membawah keuntungan bagi Orang asli Papua (OAP) . mengapa demikian ? Dengan Hadirnya Otsus hanya membawa malapetaka bagi OAP diatas tanahnya sendiri .

Beberapa majalah merilis bahwa dalam opini yang ditulis majalah Wagadei News (26/20). Kenapa Indonesia memberikan Otonomi Khusus (Otsus) kepada OAP . Mari simak alasan-alasan mendasar sebagai berikut :

Pertama, salah satu cara NKRI memberi peluang kepada Orang Asli Papua (OAP) untuk mengembangkan diri dari ketertinggalan pembangunan manusia maupun insprastrukturnya (pembanguan fisik)

Kedua, Meredamkan konflik horizontal dan vertikal dalam bingkai NKRI.

Ketiga, OAP dapat mendiri untuk bersaing dengan suku bangsa yang ada di NKRI.

Keempat, meredamnya Konflik NKRI harga Mati dan Papua Harga Mati, yang memakan nyawa bangsa Papua.

Kelima, Otsus menutupi pelanggaran HAM di Papua sejak tahun 1961-2000 di Papua. Dengan adanya beberapa alasan inilah Papua diistimewakan dengan menberikan otsus di Provinsi Papua untuk mengembangkan OAP pada kesejahtraan ekonomi, politik, pendidikan, dan lainnya serta dapat membangun fasilitas pembanguan yang mempermuda OAP dalam rangka persaing dengan suku bangsa NKRI yang ada. Dengan istilah OAP menjadi tuan atas provinsinya.

Dengan Melihat Alasan-alasan tersebut, Indonesia memberikan Otsus Jilid I

Seiring berkembangnya waktu sejak 2001 hingga sampai saat ini Otsus mau berhenti. Otsus yang telah diterapkan oleh pemerintah Indonesia tidak membawah keuntungan bagi OAP . Otsus hadir untuk mensejahterakan masyarakat. Namun, sayangnya ? Pemerintah Gagal mengimplementasikan otsus dan tidak membawah keuntungan bagi OAP.

Realitanya Otonomi Khusus (Otsus) tidak berjalan sesuai keinginan masyarakat
Papua, Otsus hanya sebuah nama yang didengar manis. Namun, pelaksanan nya tidak tepat sasaran. Kenyataannya rakyat sama saja miskin melarat diatas negeri yang melimpah akan susu dan madu.

Banyak OAP yang korban akibat adanya Otsus. rakyat Papua telah mengujur dana otsus atau kebijakan otsus namun banyak rakyak yang jatuh akan pelanggaran HAM. Banyak jenis persoalan yang memicu pelanggaran HAM. Pelanggaran HAM dapat saja terjadi dari prespektif Ekonomi, politik, budaya, sosial, ras, pendidikan dan infrastruktur lainya.

Otonomi Khusus (Otsus) Jilid II

Otsus Jilid I kini mau berakhir, banyak kalangan yang membicarakan dan melakukan banyak tindakan-tindakan untuk melahirkan Jilid II tetap berjalan atau tidak. Namun, Otsus Jilid I membuktikan bahwa pemegang kebijakan lumpuh total dalam merealisasikan tujuan dari Otsus Jilid I, hadirnya Otsus membawah penderitaan bagi OAP dan memunculkan banyak masalah (problem) sehingga untuk menghakiri semuanya jalan satu-satunya adalah Solusi yang dapat menyelesaikan semuanya.

Kesimpulan

Sesuai Pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa . Rakyat Papua dari Sorong sampai merauke tidak membutuhkan Otsus Jilid II. Karena, dengan hadirnya Otsus hanya membawah penderitaan yang berlanjut diatas tanah Papua . Maka, Otsus Jilid II di Papua harus “Tolak” karena Otsus Jilid I tidak membawah Keuntungan Bagi OAP. Dan solusinya hanya satu kembalikan hak penutup nasib sendiri bagi bangsa Papua.

Dengan demikian orang asli Papua (OAP) dapat hidup diatas tanahnya sendiri tanpa Otsus Jilid II .

Penulis adalah Mahasiswa Papua

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *