Aliansi Mahasiswa Papua Orasi Hak Menentukan Nasib sendiri bagi rakyat Papua di Istana Presiden Bogor.

Oleh: Yulianus Magai*)

Kita sebagai manusia ingin bebas itu pasti ada, setiap manusia di atas buka bumi ini TUHAN YESUS maha  ADIL menciptakan kita dengan tempat tinggal nya kita sendiri.

Kebebasan itu Di rindukan ketika pengusa menguasai di atas tanah milik kita,  tak hanya di Rindukan selain di Rindukan di juang kan, demi kebenaran, dan untuk keselamatan tanah.

Rindu sudah mengatuh padaku, aku adalah perindu, Mengapa? Karena aku adalah merasakan kehilangan yang sebenarnya di atas tanah ku yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari kami, dan ingin kembali ke masa lalu Tete dan Nene moyang kami, sebelum kapitalis masuk di tanah West papua.

Aku adalah pemilik tanah Papua, aku adalah penghuninya, biarkan aku bebas di atas tanahku sendiri.  Tuhan dengarkanlah doa derita Tanggisan kami anak negeri ini.Sebuah keinginan kami anak negeri di atas tanah ini adalah ingin bebas itu lah yang kami rindukan, benar benar kami rindu.kami ingin menjaga tanah kami sendiri keinginan ini benar benar ada. Mengapa? Karena tanah ini miliknya adalah kami yang berkulit hitam dan berambut keriting.

Wahai tanah ku Setalah di kuasai oleh kapitalis, para penguasa.

Setelah engkau di kuasai aku memilih nama ku adalah perindu engkau pun di kuasai Sangat di kuasai namaku tiba tiba menjadi perindu, rindu kebebasan. Ku ingin bebas di atas tanah ku sendiri mengapa? Karena aku dan tempat ku di kuasai tanah ku di ambil emas ku di ambil, aku di tebak mati mengunakan peluru buatan emas Papua Tembagapura Papua.

Aku anggap tanahku sebagai hidup ku namun bukan aku sendiri yang tinggal tetap para kapitalis pun menguasai ku, kata ku kau penguasa kali juga punya tanah kau jangan datang merampas hak kami. Namun kata ku itu tidak ada artinya di depan ku engkau pun melawan ku pakaian milik negara lengkap melawan dengan alat milik Negara. Aku tak punya kekuatan aku lemah, yang punya aku adalah Harta kekayaan alam Papua ku yang ku milik dan itu pun engkau di kuasainya.

Tuhan di mana kah keadilan mu, kami juga karyamu tuhan ciptakan mu sendiri.

Oh tuhan kapan kah ini semuanya akan berakhir, dan aku percaya cepat atau lambatnya akan aku bebas di atas tanah ku sendiri ini pasti akan pulih kembali seperti semula.

*)Penulis adalah Seorang Pelajar pada SMK Negeri 3 Jayapura, Papua.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *