Ket: TPMTC foto bersama dengan pimpinan DPR kabupaten Nabire. (Photo: Philemon Keiya)

Nabire,Suara Mee-Tim Peduli Masyarakat Terdampak Covid-19 (TPMTC) kabupaten Nabire mendatangi kantor dewan perwakilan rakyat (DPR) Nabire, Senin (29/06) siang. TPMTC ini mendatangi dengan tujuan menemui pimpinan dan anggotaa DPR Nabire untuk menyerahkan tujuah point rekomendasi.

Dalam pertemuan tersebut, Kordinator TPMTC, Bentot Amoye Yatipai mengatakan tujuan kedatangan ke kantor DPR Nabire guna menyampaikan sejumlah hal yang menjadi perhatian bersama dalam menghadapi kehidupan new normal yang telah ditetapkan oleh presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo.

“Kami ingin menyampaikan sejumlah point yang menjadi perhatian bersama, terutama dalam menghadapi kehidupan new normal ini,” kata Yatipai

Sementara kordinator lapangan (Korlap) TPMTC, Johan Kudiai mengatakan perhatian utama dan atas rasa keadilan maka hal yang terpenting adalah membuka akses untuk kepulangan warga Nabire yang terjebak pada beberapa kota di Papua dan Papua Barat yang berhak atas perlindungan dan campur tangan pemerintah Daerah Kabupaten Nabire.

“Akan tetapi akan lebih bijak ketika membuka akses dalam rangka memulangkan warga asal Nabire yang sudah tertahan di luar wilayah. Khususnya serta para siswa maupun calon mahasiswa melanjutkan pendidikan di tingkat yang lebih tinggi. Hal lain yang penting juga bahwa stabilitas harga serta pemeratanan bahan makanan pokok dalam rangka memenuhi kebutuhan serta menghidupkan perekonomian Rakyat,” ungkap Kudiai

Tujuh point yang direkomendasikan kepada DPR Nabire oleh TPMTC, diantaranya:

1. Arah dan konsep kerja tim gugus tugas penanganan covid 19 kabupaten Nabire sudah harus lebih kepada kehidupan new normal yang telah dicanangkan presiden RI. Maka relaksasi di berbagai bidang kehidupan masyarakat terkena dampak covid 19 segera harus dilaksanakan

2. Meningkatkan kapasitas tim gugus menjadi lebih baik dengan lebih informatif, kreatif dan inovatif agar mampu melaksanakn relaksasi diberbagai bidang kemasyarakatan

3. Pemkab Nabire segera membuka akses transportasi laut secara terbatas untuk mempermudah kepulangan warga yang memiliki KTP Nabire yang berada di wilayah Papua dan Papua Barat

4. Pemkab Nabire agar bekerja sama dengan PT Pelni Nabire untuk dapat mempersiapkan kapal dan proses kepulangan masyarakat Nabire serta para calon Mahasiswa yang akan pergi berstudi di kota studi tujuan

5. Mempersiapkan protocol kesehatan di pelabuhan Samabusa Nabire untuk menerima kedatanngan warga Nabire dan juga para calon Mahasisswa baru yang akan melanjutkan pendidikan tersebut

6. Membentuk tim kordinasi untuk mendatangkan warga Nabire yang hendak pulang dari kota di Papua dan Papua Barat seperi: Jayapura, Manokwari, Sorong, Biak dan kabupaten yang lain

7. Mempersiapkan langkah-langkah teknis yang lebih inovatif dan kreatif untuk kepulaangan masyarakat Nabire dari Pelabuhan dalam wilayah Papua dan papua Barat


Reporter : Philemon Keiya

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *