Budaya Suku Mee, Papua

Oleh: Emanuel Tebai*)

Budayaadalahidentitas.Olehkarenaitu, kita mesti mengenal budayakita. Karena dengan mengenal budayakita, Ia (Budaya) sendiri akan menjelaskan dari mana kita berasal. Terkhusus, pentingnya mengenal budaya kita di zaman global ini. Karena, bagi saya dengan masuk dan berkembangnya arus modernisasi yang cukup tinggi dan dalam jumlah yang banyak, kebanyakan dari kalangan anak muda yang sudah mulai meninggal kanbudayanya, dan bahkan banyak kalangan anak muda (Generasi Milenial) sekarang tidak mengenali dengan budaya mereka sendiri. Misalnya bahasa daerah mereka. Jika hal ini yang terus bertumbuh dan terpelihara di dalam diri dinamika kehidupan anak muda dewasaini, maka akan sangat berdampak buruk bagi individu orang tersebut. Karena bila dia tidak mengenali budayanya sendiri maka itu samasaja tidak mengenal dirinya sendiri. Singkatnya budaya adalah tanda bagi bangsanya.

Ada beberapa penyebab yang menghambat dalam upaya kita mengenal dan mempertahankan budaya kita di zaman now, terkhusus bahwa bagi banyak remaja yang belum kenal budayanya sendiri, karena banyak pengaruh lingkungan dan tempat tinggal mereka yang seringkali tidak memberikan kontribusi (Nilai) tersendiri bagi perkembangan anak muda, sehingga ini juga menjadi salah satu aktor penghambat utama di dalam mengembangkan budayanya sendiri. Oleh karena itu sebagai upayanya, ialah bahwa sangat penting untuk pengawasan dari orang tua didik bagi tiap anak – anaknya, agar bisa mengarakan dan memberitau budaya kita sendiri yang bisa memberikan kontribusi (Nilai-NilaiBudaya) kita sendiri kepada generasi penerus bangsa di masa kini.

Jika tidak demikian, maka bahaya yang bisa menimpah bagi diri dan bangsanya adalah dengan pengeruh dari perkembangan zaman teknologi yang canggih dan pemanfaatan teknologi yang tidak efektif serta pengaruh lingkungan bebas yang bisa merusak kehidupan moral manusia dapat merusak diri dan bangsanya sendiri di tanah Papua. Sebagai contohnya bahwa banyak budaya luar masuk (seperit Budaya Barat) di sekitar tempat tinggal kita, contohmya ada berapa banyak anak remaja yang mengrebonding rambut, pirang rambut dan berlogat Jawa. Akibatnya banyak anak muda yang lupa belajar bahasa daerah dan juga budaya mereka. Inilah yang sudah dan selelu terjadi di dalam dinamika kehidupan sosial-budaya kita di tanahPapua.

Bagi penulis budaya adalah warisan diturunkan generasi ke genrasi hingga generas ikini. Oleh karena itu, generasi anak muda sekarang harus menyadari bahwa budaya dan bahasa daerah ini sangat perlu untuk kita ketahui. Sehingga dengan begitu, disuatu kelak dapat diwariskan juga kepada generasi berikutnya. Oleh sebab itu, kita harus menjaga dengan baik dan menjadikan budaya sebagai pedoman dalam setiap langkah hidup kita dengan mempelajari, mengetahui, mengenali apa yang dianugrakan oleh tete-nenek moyang kita sejak dahulu-kini.

Akhirnyasaya (Penulis) secara pribadi mengajak kepada kita semua sebagai manusia yang berbudaya, agar anak muda zaman ini sebagai generasi penerus bangsa untuk mengatasi budaya asing yang masuk mempengaruhi kita dengan maksud menghancurkan dan bahkan menghilangkan budaya kita di tanah Papua untuk kini dan nanti. Penulis mengajak lagi kepada kita semua anak muda, agar tetap mengolah dan menjadikan budaya kita sebagai identitas dan jatidiri bangsa dan dirinya. Artinya bahwa dengan begitu tiap anak muda sebagai generasi penerus bangsa harus mempelajari budayanya dan terus mengimplementasikan budayanya di dalam seluruh kehidupannya di tengah arusnya perkembangan modernisasi yang cukup tinggi dan terkesan menghilangkan budaya kita di tanah Papua. Ingat budaya adalah Identitas dan Jati Diri Bangsa di tanah Papua.

Semoga!

*)PenuisadalahSiswa SMA YPK Diaspora Kota Raja Dalam, Jayapura, Papua.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *