Oleh: Hendrik Cristian Degei

Di Nabire, suasana Wabah Covid-19 alias simbiosis parasitisme bagi Militer. Mengapa di sebut sebagai simbiosis parasitisme? Karena para Militer mirip spiderman. Rumah sakit umum daerah “RSUD” tertutup oleh Militer. Dari tahun 2017/18 hingga tahun 2019 adalah markas “Densipur” tempat untuk membalas operasi tumpah di Nduga demannya terbawah Perwakilan pemerintah daerah di kabupatena Nabire.

Dia terlihat spiderman bertopeng sekarang. Topeng yang dia kenakan, menyelamatkan kehidupan pribadinya dari ancaman orang-orang yang tak suka kepadanya, padahal dia sudah berbuat menyembunyikan kuku panjang . Tentu yang tak suka, kepada Spiderman ialah para penjahat karena usaha jahatnya selalu dihalangi oleh Sekelompok Intelektual. Dia mirip baik ibarat kucing, sangat sulit mengetahui jejak hentak kukunya.

Terlihat bertopeng semirip simbiosis parasitisme kepada salah satu pihak pada kehidupan cacing pitah, dan demi mencabut jiwa anugrah. Seluruh badanya penuh darah, hanya karena kejahatan sangat ungkit dengan operasi Nduga terjadi di rumah sakit Nabire.

Hingga sekarang. Kini, suasana Wabah Covid-19 lebih parah secara tak Manusiawi, kehidupan sih marsyarakat sangat menakuti dibawah jajahan dengan kejahatan Militer. Sepetinya di tahun 2017/18 sangat panitera “RSUD” bayaran Uang untuk mencabut jiwa anugrah hingga bukitnya terlihat oleh agenda khusus milik dokter Non Papua (Istri dari Militer densipur) terbukti dangkal pada sih dokter asli Papua. “Kebinatangan secara rupah domba” hingga alasannya penjaga pasien dinyatakan kurang lebih dua orang.

Sekarang, tahun 2019/20 rambut keriting kulit hitam totalitas bisa terhitung pakai lima cari. Hanya di bawah lari oleh sih sipiderman bertopeng semirip simbiosis parasitisme. Terungkit masalah Nduga di Wamena, rasisme di Surabaya hingga saat ini terjadi para Militer banyak di keluarkan hal ketidakadilan sama bagian panitera di setiap RSUD di Papua, titik pusat di RSUD Siriwini Nabire. Dengan tujuan, para Militer mirip spiderman berencana di agenda baru pada Otsus jilid ll 2021 dengan hal sisa orang asli Papua “OAP” sangat lebih berharga cinta pada rupiah.

Apakah pemerintah daerah kabupaten daerah bertepuk melihat ini, ternyata Intelektual putra daerah sangat murah memboncengi secara butah terhadap marsyarakat.

Seorang lulusan SMA yang di sebut Militer bermirip topeng spiderman, adalah sangat mudah bersandiwara tanpa syarat undang-undang dan hingga lebih manakuti tuduhannya dengan pendidikan selama enam bulan pandang topeng spiderman menganggap dirinya sebagai berfrofesional di berfrofesional publik.

Saya bertanya-tanya atas terdengarnya kicau seluring ambulance saat mengantar jiwa anugrah yang di cabut sengaja oleh spiderman bertopeng, berapa banyak jiwa spiderman bertopeng semirip simbiosis parasitisme yang sudah di perangkapkan. Sebab harta untuk jiwa mencabut tak setara dengan perasaan sang pencipta jiwa anugrah. Pada hal sangat berfrofesional publik sesuai sertifikat pendidikan beserta undang-undang republik. Sementara saya dengan berhati nangis akan tinggal di bawah jajahan Militer semirip spiderman bertopeng ramah bujukan rupiah terhadap dia yang duluanya ada tutur selalu dengar kata “Orang Papua Makan Papua” akhirnya.

Secara logiganya, seharusnya. Setiap RSUD di seluruh dunia International penjaga pasien di rumah sakit itu, tanpa surat, tak ada petugas oleh Militer namun, penjaga pasien tak kenah makar kalau di agenda gudang hukum. Hanya agenda hukum baru titik pusat di rumah sakit umum daerah Nabire dari tahun 2017 hingga sekerang stategi bagi Militer pembunuhan untuk orang asli Papua di setiap RSUD Nabire jadikan markas besar oleh spiderman bertopeng mebawah racun terhadap petugas panitera non-Papua.

Kini suasa di bulan ini, setiap malam tiada berturut-turut kekicauan keras saat pengantar ambulance pula mendengar suara nada tetangga sekitar berturut duka atas kematian langsung dari meracuni makanan basah Konsumen yang tadinya menyuntik jarum panah dari markas RSUD Siriwini Nabire. Saat pengantar lirik [“Cipta:BKSTAR/Daniel Bobo” Yang berjudul : Papua, Papua, Papua, aaa?” ] sambil ikuti media derita Papua di gubuk derita. Obrolan messeger bunyinya tanpa diam “lancar” di setiap grup yang dengan tulisan RIP, selamat jalan semoga arwamu di terima disini kanan sang pencipta.

Terbayang heran saja, tiada hentinya. Karena kematian dan meniggal itu bedah kalau di saman dulu dan Sebelum markas di RUSD tak ada. di setiap kuburan penuh dengan kaum yang mati tak tetap pada waktunya. Kadang-kadang mati pada waktunya juga ada dan kadang curiga dari konsumen basah penah dari jarum menyuntik.

Sebagai dokumen adalah bukti. Dengan kata lain di pelajaran SD kelas lll IPS adalah benar bahwa: Dokumen adalah surat penting/agenda yang di pakai sebagai bukti atau keterangan, jelasnya. Maka dengan bukti, tahun Kemarin di RSUD Jayalura Ibu Dokter asal Papua dari salah satu anggota Militer mengaku saat ia tak melahirkan anak dikandungnya. Jelas, maka dinyatakan para Militer bayarnya sekian puluh miliaran rupiah terhadap Ibu Dokter asal Papua tersebut.

Nah, sudah terbukti. Setiap insan hidup bagi OAP adalah Milik Militer bertopeng spiderman bertopeng domba. Hingga anak dari kandungannya tak bisa terpaksa melahirkannya dan saat itulah ceritakan kepada semua orang “Ya, benar,,? Saya selama ini di bayar dan mengontrak saya oleh Militer” dengan di bayarnya perbulan sekian puluh juta rupiah, “Ujarnya”

Disini mencoba untuk tulis , saya Hendrik Christin Degei penulis anggota dari pemilik penah pun berfikir sangat sedih demikian, atas kejahatan Militer. Karena kejahatan Militer bertopeng spiderman dari markas siriwini hadir di tengah-tengah marsyarakat yang tak punya daya fisiknya.

Sebagai Pemimpin,
Pejabat pemerintah daerah jangan manipulasi 5℅ dari Freeport. Jaga martabat dan ingat harga diri. Pemerintah daerah adalah adalah Pemimpin daerah bukan Militer bertopeng spiderman yang Menguasai di atas Tanah airnya putra daerah sendiri. Silakan lanjut, jalan dari trans RSUD hingga Meepago /paniai sudah garis miring berwarna kuning. Tandanya, di Tahun menuju Otsus jilid ll adalah strategi bagi kelompok bertopeng spiderman yang membawah ujung pedangnya puluru panas menutupi darah penindasan.

Nabire, 29 Juni 2020

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *